PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Penglihatan dan Perjamuan


__ADS_3

Acara perjamuan itu berjalan lancar dan setelah sarapan mereka beralih keruangan pesta.


Sambil berjalan Zhang Wei tengah memikirkan sesuatu sehingga tidak menyadari dia telah berpisah dari kelompoknya.


"Ah di mana ini? tanyanya pada dirinya sendiri


Sekarang dia berada di sebuah bukit yang sangat hijau dan sisi bukit itu terdapat sungai yang mengalir mengitari bukit itu dan di puncak bukit terdapat sebuah pohon beringin besar.


Zhang Wei berjalan santai menuju ke arah pohon beringin itu dan duduk di atas batu yang menyerupai kursi. Zhang Wei merasakan udara di situ penuh dengan Qi spiritual yang padat dia memejamkan matanya dan tiba-tiba dia di datangi oleh seorang wanita cantik dewasa kira-kira berumur 20 tahun.


"Tuan selamat datang" ucap Wanita itu.


Zhang Wei hanya mengerutkan keningnya. Lalu wanita itu berjalan di depan Zhang Wei dan memintanya untuk mengikuti dia.


Zhang Wei yang melihat tanda itu segera berjalan di belakang wanita itu yang walaupun masih banyak pertanyaan yang ada di benaknya.


Wanita itu berhenti di depan sebuah goa, dia menoleh ke arah Zhang Wei


"Tuan kita sampai. Silahkan Tuan masuk ke dalam." ucapnya


Zhang Wei mengikuti arahan dari wanita itu. Dia berjalan pelan masuk ke dalam goa itu dan terpampanglah kedalaman goa itu yang sangat megah. Dia terus masuk dan memperhatikan tiap sudut goa itu dan terdapat banyak patung yang berdiri tegak layaknya prajurit sejati. Patung-patung itu kalau di perhatikan dengan teliti seperti patung hidup yang di segel.


Zhang Wei berjalan kearah sudut goa bagian Utara ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia mendekat perlahan ke arah tempat itu. Sekitar 1 meter dari tempat dia berdiri dia dapat melihat jelas sebuah patung kecil yang memegang sebuah busur panah.


Dan dari patung itu Zhang Wei dapat merasakan aura agung yang sangat menenangkan dan juga mematikan bersamaan. Ketika melihat patung itu Zhang Wei merasakan sesak di dada entah kenapa Zhang Wei sangat kesulitan bernafas.


"Ada apa ini? Kenapa saya sedih melihat patung itu? ucap Zhang Wei memukul pelan dadanya yang terasa sesak. Ketika dia berjalan pelan dan mau menggapai patung itu tapi tiba-tiba pandangannya kabur dan gelap.


********


Ditempat lain Zhang Wei membuka matanya perlahan dan ternyata dia sudah berada di dalam kamar.


"Dimana aku? tanyanya sambil bangkit untuk duduk


"Putri anda sudah bangun? segera bersiap semua para tamu undangan di undang oleh kaisar Wei untuk sarapan bersama di ruang perjamuan dan Yang Mulia kaisar dan yang lainnya sudah menunggu anda di depan kamar" ucap Lou Li


"Eh bukannya tadi sudah selesai sarapan ya? Kenapa sarapan lagi? gumamnya bingung. Dia masih ingat persis ketika dia berjalan sambil melamun dan berakhir di suatu tempat tapi ini kenapa baru dia bangun? banyak sekali pertanyaan yang berputar di otak kecilnya itu


"Lou Li sudah berapa hari kita di istana kekaisaran Wei? tanya Zhang Wei memastikan asumsinya


"Ini hari kedua kita berada di sini Putri. Hari ini adalah hari pembagian hadiah untuk para Pangeran dan Putri yang juara menampilkan bakat." ucap Lou Li mantap

__ADS_1


Lah kalau ini baru hari kedua? terus yang tadi apa? apa ada perunduran waktu ya? ah bisa-bisa kepalaku pecah gara-gara kejadian tadi" batin Zhang Wei kesal sendiri.


Zhang Wei berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia berendam menenggelamkan kepalanya sambil memikirkan kejadian tadi. "Siapa orang itu dan tempat itu ada di mana? apakah saya bermimpi tadi? ah rasanya seperti kenyataan.


Lima belas menit berlalu Zhang Wei keluar dari bak mandi dan mengibaskan tangannya kearah rambutnya supaya kering lalu dia beralih ke arah pakaiannya. Dia memakai pakaian itu tanpa menyentuhnya. Dia memakai hanfu laki-laki berwarna navi dengan gaya rambut di ikat ekor kuda dengan gelang rambut senada dengan warna pakaiannya.


Zhang Wei keluar dari kamar mandi dengan sudah rapi. Lou Li yang melihat seorang laki-laki keluar dari kamar mandi di mana Tuan Putrinya mandi segera menodongkan pedang ke arah laki-laki itu.


"Siapa kau dan ada buat apa Kau di kamar mandi Tuan Putri? tanya beruntun Lou Li dengan tatapan tajam mematikan.


Orang yang di todong senjata itu kaget. Muncullah sebuah ide licik di otak orang itu.


"Siapa Kau? dan kenapa Kau berada di kamar ini? tanya balik orang itu


"Seharusnya saya yang bertanya? ada buat apa Kau berada di kamar Tuan Putri Zhang Wei? tanya ulang Lou Li dengan geram melihat keanehan orang ini.


"Yah ini Kamarku seharusnya saya yang bertanya siapa kau? dan apa maksudmu dengan Putri Zhang Wei?


"Pengawal! teriak orang itu


Dua orang pengawal segera masuk.


"Hormat Yang Mulia" ucap mereka serempak


Dua pengawal itu bingung"Siapa yang di tangkap? dan kenapa pengawal Tuan Putri mereka di tangkap? itulah yang di pikirkan oleh mereka berdua.


Melihat kebingungan mereka orang itu segera tertawa lepas.


"buahhahhh lihatlah muka bodohmu Lou Li. Saya belum pernah lihat muka bodohmu seperti sekarang selain wajah datar" ucap


"Beraninya kau menertawakan ku" ucap Lou Li marah


"Kenapa kalau saya menertawakan wajah bodohmu itu? ucap orang itu masih mau memancing emosi Lou Li


"Yang berhak mengkritik ku hanya Tuan ku" ucap Lou Li dengan mata memerah


Melihat kemarahan di mata Lou Li. Orang itu segera berhenti tertawa.


"Apa kau tidak mengenal Tuanmu sendiri Lou Li? tanya orang itu memicingkan sebelah matanya


"Sia-? tanya Lou Li menggantung setelah memperhatikan orang itu dengan seksama.

__ADS_1


"Ah maafkan Lou Li Putri" ucap Lou Li segera berlutut yah orang itu adalah Zhang Wei,


Penampilan Zhang Wei memang terlihat seperti laki-laki tidak menggambarkan kalau dia wanita kalau orang-orang tidak memperhatikan dia dengan seksama apalagi jiwa yang berdiam di dalam tubuh itu adalah jiwa laki-laki secara otomatis perubahan penampilannya berpengaruh.


"Kenapa Anda berpenampilan seperti itu Putri? tanya Lou Li yang heran dengan sikap Tuan Putrinya ini.


"Ah Putri ini ribet dengan hanfu wanita itu terlalu merepotkan kau tahu? ucap Zhang Wei malas.


"Tapi kita berada di negeri orang Putri. Tidak baik gadis memakai hanfu laki-laki". Ucap Lou Li mencoba menjelaskan kepada sang adik sendiri.


"Ah perhantu dengan semua itu mau di negara sendiri kek atau negara orang kek Putri ini tidak peduli" saut Zhang Wei dengan ketus dan juga tegas.


Lou Li yang melihat Tuannya itu tetap pada pendiriannya hanya pasrah.


"Ayo kita segera berangkat mungkin yang lain sudah menunggu" ucap Zhang Wei berlalu pergi.


Lou Li hanya mengikuti dia dari belakang. Di depan kamar Zhang Wei, anggota keluarganya masih setia menunggu kedatangannya.


Pintu kamar orang yang mereka tunggu terbuka perlahan menampilkan sosok yang sangat tampan bercampur cantik. Penampilannya menghipnotis semua mata yang berada di situ. Reaksi yang di tunjukkan Lou Li juga mereka rasakan seperti pertama kali melihat Zhang Wei berpenampilan seperti itu.


"Hei ada apa dengan wajah kalian? ucapnya tegas membuyarkan keterpukauan mereka.


"Siapa Kau? Kenapa kau keluar dari kamar Meimei? ucap Putra Mahkota dengan nada dingin


"Hei apa kalian tidak mengenali adik kalian sendiri" ucap Zhang Wei dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


Melihat Lou Li berada di belakang orang itu segera meminta jawaban. Lou Li yang melihat itu segera menjawab


"Dia adalah Yang Mulia Putri Zhang Wei" ucap Lou Li singkat plus dengan wajah datar pastinya.


"Ah Meimei kenapa kau berpenampilan seperti itu? ucap Zhang Fei melihat adiknya itu sangatlah tampan melebihi Gege Gege Nya.


"Malas saja berpakaian wanita. Kau tahu Jiejie itu sangat merepotkan" ucap Zhang Wei dengan nada malas dan datar.


"Sudah ayo kita ke perjamuan" ucap Kaisar melerai.


Mereka berjalan bersama kejadian serupa pun terjadi mereka bertemu dengan keluarga kekaisaran Xiao yang akan memasuki aula perjamuan. Membuat Zhang Wei tambah yakin kalau dia telah mengalami kejadian ini juga dan bertambah yakin kalau waktu telah berjalan mundur dan juga yang dia alami bukanlah mimpi.


Hay Hay Hay sobat πŸ‘


Apa kabar? sehat sehat?

__ADS_1


Jangan lupa klik like dan Vote kakak ❀️


**Terimakasih πŸ™***


__ADS_2