
Setelah makan mereka keluar dari rumah makan. Zhang Wei menoleh ke arah mereka
"Kalian masih mau main? tanya Zhang Wei
"Ia Tuan Muda" jawab anak anak itu serempak
"Baiklah kalau ayo kita main selesai ini saya akan mengajak kalian ke suatu tempat." ucap Zhang Wei
Mereka terus menjelajah pasar siang itu, Zhang Wei juga juga tidak segan-segan mengambil gambar mereka yang keasyikan bermain melupakan beban mereka sesaat.
Mereka terus bermain hingga matahari condong ke barat baru mereka menyudahi acara jalan-jalan itu.
"Waktunya kita pergi" ucap Zhang Wei menghentikan langkah mereka
"Baiklah Tuan Muda" ucap mereka serempak
"Ayo berpeganglah pada tanganku" ucap Zhang Wei lagi
Anak anak itu langsung berpegangan tangan satu sama lain. Mereka hanya mengikuti instruksi dari Tuan Muda yang menolong mereka. Mereka percaya akan Tuan Muda yang barusan menolong mereka.
Tiba-tiba Zhang Wei dan anak-anak itu sampai di sebuah kediaman yang lumayan besar dan asri tapi terasa sepi hanya ada beberapa penjaga dan pelayan yang bekerja di kediaman itu. Anak anak itu bingung mereka ada di mana dan juga kagum melihat kediaman itu. Mereka sudah lama untuk bisa datang ke sebuah rumah seperti ini tapi itu tidak mungkin dan akhirnya sekarang keinginan mereka terwujud.
Kediaman itu yang tidak lain adalah kediaman Putri tukang buat keonaran dan kertas kepala yaitu Zhang Wei julukan itu adalah julukan dari keluarga nya yang berada di dunia ini.
"Selamat datang di kediaman ku" ucap Zhang Wei pada anak-anak yang sedikit lebih muda darinya.
"Wah ini kediaman Tuan Muda? ucap salah satu anak kira-kira umur 7 tahun menuju ke 8 tahun.
"Yah ini kediamanku" ucap Zhang Wei menjawab pertanyaan anak tersebut.
"Wah indah sekali dan juga sejuk. Suatu saat nanti aku juga mau mempunyai rumah seperti ini" ucap salah satu anak dan di angguki oleh yang lainnya.
Para pengawal yang melihat Tuan Putri mereka membawa anak-anak yang hampir seumuran dengannya segera menghampiri.
Penampilan Zhang Wei mereka sudah terbiasa melihatnya. Pertama kali Zhang Wei bernampilan seperti itu dan juga merubah tampilan wajahnya para pengawal hampir menghadangnya kalau dia tidak segera menjelaskan terlebih dahulu. Tapi tetap juga mereka masih harus memperhatikan baik-baik penampilan dari Tuan Putri mereka untuk benar-benar memastikan kalau itu adalah Tuan Putri mereka.
"Salam hormat Yang Mulia Putri" ucap salah satu Pengawal yang menghampiri mereka
"Ah Paman tolong beritahu bibi pelayan untuk menyiapkan kamar kamar yang berada di dekat kamar saya" ucap Zhang Wei di kala melihat para pengawal
"Baik Putri! hamba pamit terlebih dahulu" ucap Pengawal itu berlalu pergi untuk segera melakukan titah Tuannya.
"Maaf Yang Mulia Putri kalau hamba boleh mengetahui siapa mereka Putri? ucap salah satu penjaga yang menghampiri mereka juga
__ADS_1
"Mereka teman-teman ku paman" ucap Zhang Wei tidak mempermasalahkan ke kepoan penjaga kediamannya karena itu hal wajar baginya kalau menurut aturan kerajaan para penjaga tidak mempunyai hak untuk bertanya mengenai hal itu.
Anak anak itu bingung memanggil Tuan Muda dengan sebutan Putri.
"Maaf Tuan Muda kenapa paman paman ini memanggil Tuan Muda dengan sebutan Putri? tanya anak yang lebih kecil dengan polosnya
"Ah Perkenalkan nama saya Putri Zhang Wei putri ketiga Kekaisaran ini" ucap Zhang Wei dengan senyum lembut
"Ah ampuni kami dengan ketidak sopanan kami terhadap Putri" ucap anak anak itu serempak berlutut
"Hei hei bangunlah kalian tidak boleh berlutut begitu" ucap Zhang Wei membangunkan mereka semua.
"Maafkan kami karena tidak mengenali Tuan Putri" ucap mereka lagi setelah duduk kembali
"Tidak apa-apa" ucap Zhang Wei melambaikan tangannya berulang kali.
"Tapi kenapa Tuan Putri menggunakan hanfu laki-laki? ucap mereka bingung
"Ah senang saja memakai hanfu laki-laki" ucap Zhang Wei santai
"Tapi Putri tampan menggunakan hanfu laki-laki" ucap anak yang paling kecil dengan polosnya dan di angguki oleh yang lainnya.
"hhh kalian biasa saja" ucap Zhang Wei dengan kekehan khasnya.
Tidak lama kemudian pelayan yang membersihkan kediaman seperti yang di perintahkan olehnya segera menghampiri dia.
"Terimakasih bibi" ucap Zhang Wei
Pelayan itu pamit pergi untuk menyiapkan makanan malam untuk tuannya dan juga tamu tuannya.
"Ayo saya menunjukkan kamar kalian. Kalian akan tinggal bersamaku di sini" ucap Zhang Wei mengajak mereka
"Tapi Putri kami hanya rakyat rendahan dan tidak pantas berada di kediaman Putri apalagi tinggal" ucap salah satu anak yang agak lebih dewasa
"Saya yang meminta kalian untuk tinggal maka tinggal lah. Lagian saya tidak ada teman bermain sekarang ada kalian saya tidak kesepian lagi." ucap Zhang Wei dengan girang layaknya anak kecil pada umumnya walaupun hatinya menjerit harus berpura-pura tersenyum bertingkah seperti anak kecil.
"Terimakasih Tuan Putri kami akan melakukan apapun yang tuan putri perintahkan" ucap mereka serempak
"Ya ya ya ayo jalan" ucap Zhang Wei mendahului mereka ke arah kamar yang ada di samping kediamannya.
Zhang Wei mulai menuntun mereka menjelaskan semua barang yang terdapat di dalam kediaman yang akan mereka tempati dia menjelaskan layaknya seorang pegawai hotel yang menjelaskan fasilitas hotel.
"Kalian boleh memilih kamar masing-masing setelah itu kalian datang di kamarku untuk kita makan malam bersama." ucap Zhang Wei sebelum meninggalkan mereka
__ADS_1
"Baiklah Putri Terimakasih Putri" ucap mereka serempak lagi kek yang di komando saja.
Mereka memilih kamar masing-masing.
Mereka tinggal dalam satu kamar dua orang kecuali yang perempuan yang tinggal sendirian.
Mereka menata pakaian yang di belikan oleh Zhang Wei untuk mereka. Masing-masing mereka mempunyai sepuluh set pakaian lengkap dengan gelang rambut.
Lima belas menit mereka membersihkan diri dan berjalan bersama menuju kamar Zhang Wei.
Penjaga yang ada di depan kamar Zhang Wei segera memberitahu kalau teman-teman nya sudah ada di depan pintu.
Tok tok tok
Suara pintu dari luar Zhang Wei yang sudah duduk manis di meja makan menunggu kedatangan anak anak itu segera menyuruh mereka masuk
"Masuk" ucap Zhang Wei dari dalam
Para anak anak itu di persilahkan masuk setelah mendapatkan persetujuan dari tuan kamar.
"Silahkan masuk Tuan Muda dan Nona Muda" ucap penjaga itu kepada mereka
"Terimakasih paman" ujar mereka sopan sekaligus senang karena mereka di panggil tuan muda dan nona muda oleh penjaga. Baru pertama kali mereka mendengar kata itu dan merasakan kesenangan tersendiri dari kosa kata itu.
Mereka masuk dan sudah mendapati Putri Zhang Wei yang duduk di meja makan menunggu kedatangan mereka.
"Maafkan kami karena membuat Tuan Putri menunggu" ucap mereka lagi
"Ayo makan! aku sudah lapar" ucap Zhang Wei mempersilahkan mereka makan.
Mereka mulai makan tanpa ada yang berbicara. Anak anak itu masih sedikit canggung makan satu meja dengan penolong mereka apalagi status nya di kekaisaran ini.
Kecanggungan itu hanya berlangsung sesaat di kala makanan yang menggugah selera membuat mereka melupakan kecanggungan itu.
Hai hai sobat π
Maaf Author tidak up kemaren karena sesuatu
Apa kabar kalian semua?
Sehat sehat sehat?
Author juga sehat kok ππ
__ADS_1
**Mohon dukungannya dengan cara Like komentar dan Vote β€οΈ
I love you more than Ten thousand words π**