
Like, vote dan komennya jangan lupa😊
Reka dan Andra terkejut dengan kehadiran Ardi di kediaman mereka. Pasalnya, setelah lama tak menginjakkan kaki di rumah itu akhirnya hari ini ia datang ke sana. Sejak SMP, Ardi mulai menjauhi mereka. Dan saat memasuki SMA, pria itu lebih memilih tinggal di Apartemennya. Segala cara Reka dan Andra lakukan untuk menahan kepergian anak mereka itu, namun Ardi sangat keras kepala.
Namun, Reka dan Andra bersukur karena Ardi masih mau menggunakan segala fasilitas pemberian mereka, juga menerima uang yang dikirimkan Andra ke rekeningnya. Keduanya tak tahu apa yang menyebabkan perubahan Ardi, sampai dua tahun belakangan mereka baru tahu, kalau Ardi mencuri dengar omongan mereka tentang Ibu dari Reka.
Namun, semuanya rasanya sangat terlambat karena semenjak saat itu mereka kesulitan bertemu Ardi. Anak itu selalu saja menghindari mereka. Bahkan momen-momen yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga, seperti puasa, lebaran dan tahun barupun Ardi memilih tak pulang. Bahkan saat ia wisuda dulu, Ardi tak memberitahu pihak keluarganya, mereka hanya mengetahui dari orang suruhan yang mereka perintahkan untuk mengawasi Ardi. Bahkan mereka mengetahuinya setelah dua hari selesai Ardi wisuda. Hubungan mereka memang seburuk itu.
Tapi hari ini, melihat keberadaan Ardi di sini membuat mereka terkejut luar biasa. Bahkan Reka sudah menangis karena saking rindunya pada sang anak yang selalu menghindar itu.
Reka mendekat pada Ardi, mengelus pipi pria itu seolah ia takut kalau ini hanya halusi nasinya saja. Setelah yakin bukan halusi nasinya, ia langsung memeluk sang putra tercinta.
Ardi hanya diam tak membalas pelukan sang Ibu. Bukannya ia tak rindu, namun mengingat perlakuan sang Ibu pada neneknya, membuatnya ingin melakukan hal yang sama pada sang Ibu. Agar Ibunya merasakan, bagaimana sakitnya ketika dijauhi anak kandungnya sendiri.
"Kk...kamu...pulang sayang? Mama....kangen" isak Reka. Ardi hanya diam tak menjawab.
"Maafin Mama sayang! Mama.....merasa separuh jiwa Mama hilang saat putra satu-satunya Mama menjauh"
__ADS_1
Ardi melepas perlahan pelukan sang Ibu. Ia menghela nafas pelan "Jadi Mama udah sadar dan ngerasain, gimana sakitnya Nenek saat Mama menjauhinya. Bahkan Mama melupakan keberadaannya" ujarnya dingin.
Reka dan Andra tersentak mendengar kalimat yang keluar dengan nada dingin itu dari mulut sang anak.
"Maafin Mama. Mama tau Mama salah"
Andra mendekat ke arah dua orang tersebut. Jujur saat ini, ingin rasanya ia menangis. Siapa bilang dia tak merasa sakit saat putranya menjauh? Dia sakit, hanya saja ia berusaha menyembunyikannya.
Andra tertunduk dan berlutut di hadapan sang putra. Ini semua salahnya, juga salah keluarganya yang tak mau menerima keberadaan sang mertua. Bahkan dengan kejamnya mereka menyuruh Reka memilih antara cinta dan sang Ibu.
"Ini bukan salah Mama kamu. Kalau kamu marah, marahlah pada Papa. Semua salah Papa"
"Bangun Pa! Papa nggak pantas berlutut di hadapan Ardi. Papa nggak melakukan kesalahan ke Ardi, tapi ke Nenek"
Andra mendongak, menatap sang anak yang kini sudah mendudukkan diri di sofa. Reka membantu suaminya untuk bangun, ketiganya kemudian duduk berhadap-hadapan.
"Bagaimana kabar kamu sayang?" tanya Reka sendu. Ardi mengangkat bahunya "Seperti yang terlihat. Aku baik-baik saja"
__ADS_1
"Ardi, Mama sama Papa min....."
"Aku sudah bilang, jangan minta maaf ke aku Ma" potongnya lagi.
"Oh yah, Ardi nggak bisa lama-lama di sini. Ardi cuma mau minta tolong ke Mama sama Papa. Temani Ardi minggu depan melamar seorang perempuan untuk Ardi jadikan istri. Ardi harap, kalian meluangkan waktu kalian nanti" jelasnya tanpa basa-basi.
Reka dan Andra kembali dikejutkan dengan sikap Ardi. Sudah terlalu banyak perubahan di diri putra mereka. Bahkan, pria itu kini sudah memiliki seseorang yang siap mendampinginya.
"Ardi, kamu yakin?" tanya Andra, setelah lama terdiam.
Ardi menatap sang Ayah tajam. "Kenapa Ardi harus nggak yakin?"
"Ardi, memilih istri itu bukanlah sekedar main pilih saja. Kita harus mengenal sikapnya dulu, juga keluarganya" Andra tahu selama ini kegiatan Ardi melindungi seorang gadis yang diam-diam dicintainya. Dan ia mendapat laporan dari orang suruhannya, kalau akhir-akhir ini Ardi terlihat akrab dengan seorang gadis, yang ia tahu bukan gadis yang dilindungi anaknya itu selama ini. Namun, sepertinya kalimat Andra disalah artikan oleh sang anak.
"Ardi nggak butuh mengenal lebih lama, untuk menilai dia baik atau enggak ke Ardi. Karena dulu, Ardi menganggap seseorang itu sangat baik, bahkan Ardi sangat bangga padanya. Sayangnya, Ardi harus kecewa saat tahu ternyata dia tega membuang Ibunya demi cinta"
Andra dan Reka lagi-lagi dibuat terdiam, keduanya tak tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
"Udah, Ardi cuma mau bilang itu aja. Ardi berharap besar kalian akan menyempatkan diri nanti. Ardi permisi, Assalaamu'alaikum"
Jangan hujat Bang Ardi karena nggaj sopan pada Orang Tua✌