Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Tiga Puluh Enam


__ADS_3

"Makasih ya Jun, kamu udah nolongin aku dari Ardi tadi" Ujar Tania. Saat ini keduanya sedang duduk di kelas tempat Juna menolong Tania tadi.


"sama-sama. Lagian mana mungkin aku biarin gitu aja seorang cewek yang lagi ketakutan. Terlebih, kamu kan Kakaknya Sisi" jawab Juna.


"Jun!" panggil Tania, Juna menoleh pada gadis yang duduk tepat di sampingnya itu.


"kamu....suka yah, sama Sisi?" tanya Tania membuat Juna terkejut.


"Hah? kok...kok..kamu bisa nyimpulin gitu?" Juna balik bertanya, dan mengalihkan pandangannya dari Tania dengan wajah yang memerah.


Tania tertawa kencang membuat Juna kembali menatap gadis itu. "ya iyalah tahu. orang keliatan banget kok dari tatapan kamu ke dia" ujarnya.


Juna meringis malu "sekentara itu yah?" tanyanya membuat Tania mengangguk.


"Hmmm... menurut kamu aneh nggak sih, kalau aku suka sama dia? kamu....nggak nganggap aku phedophil juga kan?" matanya memandang Tania dengan menyipit.

__ADS_1


Tania menggeleng, lalu tersenyum kecil. "ya enggaklah!" jawabnya. "menurut aku wajar sih, toh perbedaan usia kalian cuma empat tahun. Ya kecuali.....kamu, mohon maaf nih ya Jun! maksud aku..kecuali kamu nafsu banget sama Sisi. Niat mau ngapa-ngapain dia gitu. Maksudnya yah..kamu pasti tahulah" kata Tania. Ia bingung menjelaskannya pada Juna bagaimana.


Juna mengangguk. "aku tahu yang kamu maksud. Tapi, perasaan aku sama sekali nggak menjurus ke sana sih. Aku benar-benar tulus sama dia".


"terus gimana? kamu mau dekatin Sisi?"


Juna diam. Sejujurnya ia sangat ingin mendekati Sisi sebagaimana laki-laki yang naksir pada seorang gadis, tapi Juna sadar Sisi masih terlalu kecil.


"Aku....bingung" jawabnya pelan.


Tania tersenyum cerah, ia punya ide biar Juna tetap bisa mendekati Sisi dan sering bersama sepupu cantiknya itu.


"Benaran?" tanya Juna.


"iya" jawab Tania. Juna berbinar senang menatap Tania.

__ADS_1


"gimana caranya?" tanya Juna.


"Tapi...kamu jangan salah faham yah dengan ide aku. Aku benaran murni bantuin kamu. Gini...kamu pura-pura aja kenalin diri sebagai pacar aku. sekali lagi yah, jangan salah faham dulu" kata Tania saat Juna membuka mulut bermaksud menyanggah.


"dengarin aku sampai selesai" sambungnya. Juna mengangguk meskipun ragu.


"Aku tahu gimana protectifnya Om Ata pada Sisi. Jadi aku yakin, kamu nggak bakalan bisa bebas ngedekatin Sisi. Jadi, kalau kamu ngenalin diri sebagai pacar aku, kamu bisa bebas ngajakin Sisi jalan-jalan saat libur. Aku bakalan tetap ikut, biar mereka nggak curiga dan jagain Sisi sekalian sih, tapi nggak bakal gangguin kalian. Gimana ide aku?" Juna berusaha memahami penjelasan Tania.


Benar juga, pasti orang Tua Sisi tak akan membebaskan Juna mengajak Sisi jalan-jalan kalau mereka tahu Juna dan Sisi cuma sekedar saling mengenal. Tapi berbeda jika ia muncul dan mengenalkan diri sebagai pacar Tania, dia dan Tania bisa mengajak Sisi jalan-jalan di hari libur seperti penjelasan Tania tadi. Tapi...apa dengan cara ini ia berhasil?


"gimana ide aku? tenang aja Jun. Aku juga nggak mungkin suka sama kamu. Kamu dengarkan kata Ardi tadi, kalau aku punya Bobi yanga aku sukai?" Tania berusaha meyakinkan Juna.


Juna masih berusaha mempertimbangkan. Tapi, menurutnya tawaran bantuan Tania itu benar-benar menguntungkan. terlebih, Tania tak mungkin menyukainya. Akhirnya, ia mengangguk setuju.


nih, aku up cepat Loh😊

__ADS_1


**Gimana? udah mulai terbuka kan, rahasia kenapa Juna suka sama Sisi tapi pacarannya sama Tania?


Like, vote dan komen yang banyak untuk up part selanjutnya😊**


__ADS_2