Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Ardiana Part 6


__ADS_3

Waktu seminggu ternyata tak terasa. Hari ini, adalah hari yang diminta Ardi agar orang tuanya meluangkan waktu untuk melamar Diana. Dan saat ini, tiga orang tersebut sudah berada di rumah kediaman keluarga Diana.


Ardi mengerutkan alisnya bingung, kenapa di depan rumah Diana banyak mobil yang terparkir? Apa mereka ada acara?


"Kayaknya di rumah ini lagi ada acara, Ar" ucap Andra yang diangguki Reka.


"nggak tahu juga. Biar Ardi tanya pada Diana dulu, Pa, Ma. Kalian tunggu di sini" ujarnya lalu mengambil jarak dari kedua orang tuanya.


Ardi menghubungi nomor Diana yang dia dapatkan dari mata-mata sang Ayah untuk memastikan sesuatu. Jangan sampai kedatangan mereka akan merusak acara keluarga Diana.


Dua kali ia menghubungi nomor Diana, namun tak juga mendapat jawaban. Akhirnya pada percobaan ke tiga, wanita itu menjawab panggilannya. "Halo, ini siapa yah?" tanya suara wanita di seberang sana.


"ini aku, Ardi"


"Ardi? kamu dapat nomor aku dari mana?" tanya Diana bingung. Setahunya, mereka tak saling bertukar kontak.


"Nggak penting aku dapat nomor kamu dari mana. Yang jelas, saat ini aku berada di depan rumah kamu" ujarnya membuat Diana terkejut.


"Ngapain kamu ke sini. Lagian, kamu dapat alamat aku dari mana?" suara Diana sedikit meninggi karena syok.


"Aku udah bilang Diana, nggak penting aku dapat dari mana. Udah, cepat keluar dan bukain pintu untuk aku" titahnya.

__ADS_1


"Aku......nggak bisa Ar" cicit Diana pelan membuat Ardi heran.


"Kenapa? Oh, kamu ada acara keluarga yah?"


"I...iyya. Lebih tepatnya, acara lamaran aku Ar"


Hati Ardi seketika berdenyut nyeri mendengar perkataan Diana. Apa dia sudah terlambat?


"Sama siapa? D....dd..dia orang yang...kamu cintai?" tanya Ardi terbata.


"Bukan. Dia orang yang dijodohkan sama aku Ar. Aku...nggak punya pilihan lain selain...menerimanya. Mereka mengancam tak akan mengakuiku sebagai anak jika aku menolak lagi. Aku..." Diana bahkan tak mampu lagi melanjutkan perkataannya. Wanita itu sudah terisak di tempatnya.


"Kamu mau nyelamatin aku? Mau ngajak aku kabur, gitu? Percuma Ar. Nggak bakalan bisa" ujar Diana terdengar putus asa.


Ardi mengacak rambutnya frustasi karena perkataan Diana. Kalau wanita itu banyak bertanya, semua bakalan lebih terlambat.


"Udah Diana, aku bilang bukain pintu sekarang. Aku bakalan nyelamatin kamu tanpa mengajak kamu kabur, oke? Kalau kamu nggak bisa bukain pintu, suruh siapa saja untuk bukainnya" ujarnya sedikit emosi, lalu pria itu mematikan sambungan telepon sepihak.


"Gimana Ar?" tanya Andra saat Ardi mendekat pada mereka.


"Ayo cepatan Pa, sebelum keluarga Diana menerima lamaran orang itu" ujarnya lalu pergi mendahului orang tuanya.

__ADS_1


Andra dan Reka saling menatap tak mengerti, namun keduanya juga menyusul langkah Ardi.


Pintu rumah terbuka saat Ardi akan bermaksud mengetuknya. Menampakkan Diana dengan tampilannya yang berbeda dari biasanya. Gadis itu mengenakan gaun yang panjangnya sampai mata kaki berwarna pink pucat. sedangkan bagian lengannya hanya sampai sebatas siku. Sesaat Ardi tertegun, memandang betapa cantiknya Diana. Make up tipis pun ikut menghias wajah baby face-nya itu, sehingga menjadi terlihat dewasa.


"Ar! Ar! Ardi! Kalau yang kamu maksud nyelamatin aku hanya dengan diam di depan pintu gini mending kamu pulang" ucap Diana kesal saat Ardi hanya diam.


Reka dan Andra yang baru saja sampai menggeleng akan kelakuan Ardi. Kentara sekali anak mereka itu terpesona akan penampilan Diana. Mereka tak menyangkal, wanita di hadapan mereka ini benar-benar cantik. Pantas saja Ardi naksir.


"So..sorry, Diana" ujarnya sambil menggaruk tengkuknya karena salah tingkah.


"Ayo masuk. Eh, tapi ini......"


"Kami orang tua Ardi. Bolehkan, kalau kami ikut masuk?" potong Andra.


Diana mengangguk meskipun bingung, memangnya mau apa mereka? kenapa Ardi membawa kedua orang tuanya?


"I....iya Om, Tante, silahkan masuk" ujarnya mempersilahkan.


Diana mengalihkan tatapannya pada Arsi yang kembali melamun. Diana menggeplak tangan pria itu. "Masuk! Kalau enggak, aku kunciin di luar, mau?"


Ayo, bantu like, vote dan komentarnya. Biar aku makin semangat up-nya😊

__ADS_1


__ADS_2