Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Empat Puluh Tiga


__ADS_3

Ningsih tahu suatu saat ia akan mengalami hal seperti ini. Saat di mana dia akan mulai membuka hatinya untuk Juna. Menurut Ningsih, Juna itu adalah tipe orang yang gampang dicintai. Bukan cuma karena sikap manisnya pada Ningsih, karena pada kenyataannya Juna beberapa kali bersikap sedikit kasar walau secara tak sadar. Namun, Ningsih berpikiran seperti itu karena nyatanya Junalah pria yang paling banyak memberi warna dalam hidupnya, bahkan kalau dipikir-pikir sejak ia kelas Enam Sekolah Dasar.


Ningsih merasa keputusan yang ia ambil untuk mulai menerima Juna adalah benar. Ia tahu, kalau ke depannya pasti akan banyak kesulitan karena nyatanya masih banyak hal yang belum terungkap, seolah-olah kehidupan pernikahannya itu penuh kejutan-kejutan yang tak pernah ia bayangkan. Ningsih tak akan memaksa Juna menceritakan penyebab kepergian Tania lagi, karena ia yakin semua akan terungkap dan tinggal menunggu waktu kapan mengambil alih bagiannya. Baginya, berusaha membangun keluarga barunya untuk saat ini adalah misi yang terdepan yang berusaha ia wujudkan.


"Dek? Kok senyum-senyum sendiri" pertanyaan Juna membuat Ningsih tersadar dari lamunannya.


Ningsih menggeleng pelan masih dengan senyumnya. Saat ini mereka sudah berada di rumah dan sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton TV. Luka Juna memang tidak terlalu parah, sehingga ia tak perlu dirawat inap.


"Nggak! Aku cuma nggak nyangka aja, ternyata baru beberapa jam keputusan aku untuk memperbaiki dan memulai dari awal bersama Kakak rasanya membuat aku plong aja! Beban berat yang aku rasain seolah langsung keangkat gitu" katanya jujur. Akhirnya senyum Ningsih tertular pada Juna. Pria itu menarik sang istri yang duduk di sampingnya menjadi bersandar di dadanya.

__ADS_1


"Makasih! Makasih sayang! Kakak yakin walau sekarang kamu belum mencintai Kakak, suatu saat kamu akan Kakak buat nggak akan sanggup walau Kakak tinggalin sedikit pun" janji Juna yang hanya ditanggapi Ningsih dengan senyuman manis.


"Kamu tau nggak Dek, apa yang buat Kakak jatuh cinta sama kamu sejak awal?" tanya Juna.


Ningsih mendongak pada Juna, mengalihkan tatapannya dari TV yang sedang menayangkan acara komedi.


"apa?" tanyanya penasaran.


"Kakak dapat melihat ketulusan di kilatan mata kamu saat berinteraksi dengan Nenek Ija. Saat kamu mengatakan kata 'kangen' hampir tiap hari pada Nenek Ija, Kakak tahu memang hal itu yang kamu rasakan tanpa melebih-lebihkan" mata Ningsih berkaca-kaca mendengar semua perkataan Juna. Ningsih tahu Juna benar-benar mencintainya dengan tulus. Buktinya, cowok itu jatuh cinta padanya bukan karena rupanya yang cantik, namun karena ketulusan dan keluguannya di waktu dulu. Bahkan Ningsih nggak pernah membayangkan akan merasakan rasanya dicintai sedalam ini. Ia benar-benar merasa berada di posisi seorang wanita pemeran utama di novel-novel romans yang sering ia baca. Tanpa sadar, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya menetes.

__ADS_1


"Kok nangis?! Jangan nangis dong, masa Kakak lagi ngungkapin perasaan kamunya malah nangis" Juna benar-benar bodoh! kira-kira seperti itulah yang ada di pikiran Ningsih karena kepanikan suaminya itu.


"Kakak apaan sih! Orang Ningsih nangis gara-gara terharu! masa kayak gitu aja nggak tahu sih!" ujar Ningsih nyolot. Bahkan saking sebelnya dia, air mata yang ia keluarkan semakin banyak dan membuatnya sesegukan.


Juna meringis pelan karena kebodohannya. Ia tersenyum canggung "Kamu sih nggak bilang dari awal kalau kamu nangis gara-gara terharu, jadi mana Kakak tahu".


Ningsih memandang suaminya itu sinis, mana ada terharu di kasih tahu dulu. Masa Juna lagi ngasih ungkapan manisnya Ningsih potong ucapannya dengan bilang 'tunggu Kak, Ningsih nangis dulu karena kata-kata Kakak buat aku terharu' kan nggak mungkin?!


**Lucu yah baca komenan kalian yang kaget karena kemarin aku nulis tamat di akhir bacaan. Bahkan ada yang protes nggak terima, wkwkwkwk😆

__ADS_1


Tenang, jalan masih panjang, bahkan kalau ibarat kata ini masih seperempat jalan. Jadi, kalian masih bakal sering ketemu si Juna bucin. Daaaaaaaannnnn....siap-siap sama semua kejutannya!!


Oh yah, Vote, like sama komennya dibanyakin yah. Makasih, semua😊**


__ADS_2