Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Tiga Puluh Sembilan


__ADS_3

"Aku......aku...nggak tahu Kak! Kasih aku waktu, buat mikirin gimana hubungan kita ke depannya nanti" Juna menatap Ningsih terkejut. Digenggamnya dengan kuat tangan Ningsih "Si, kamu.....nggak berfikir untuk ninggalin Kakak kan?" Ningsih tak menjawab. Gadis itu lebih memilih beranjak lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia berusaha mengabaikan Juna dengan cara memejamkan matanya, memaksa agar kantuk segera mendatangi dirinya. Ia terlalu lelah untuk saat ini.


Pagi harinya, sama seperti biasa saat mereka bertengkar sebelum-sebelumnya. Ningsih masih tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Istri, walaupun semuanya ia lakukan dalam diam. Saat Juna mengantarkannya ke Kampus pun, gadis itu tetap menurut tanpa mengatakan apapun.


Dengan melangkah malas, Ningsih menuju Kelas yang akan ia masuki hari ini. Tiba-tiba bahunya dirangkul dari belakang, membuat gadis itu hampir mengumpat karena terkejut. Ia memandang tajam si pelaku, yang tak lain adalah Noval.


"Maaf, ngagetin! habisnya dari tadi dipanggil-panggil nggak noleh-noleh" ujarnya sambil menyengir.


Ningsih menghela nafasnya pelan. Moodnya lagi buruk hari ini, jangan sampai ia melampiaskan pada orang yang nggak bersalah padanya.


"Ada yang mau aku tanyain sama kamu" kata Noval, Ningsih mengangkat alisnya sebagai respon.


"Semalam kamu ke mana? kamu kencan dengan pacar kamu? kamu bilang kamu suka sama aku, kenapa Mas Juna bilang kamu kencan sama pacar kamu?" Noval memberondonginya dengan pertanyaan yang membuatnya bingung. Terlebih dengan kondisi hatinya yang lagi tak baik-baik saja.

__ADS_1


"Udah nanyanya?" Noval terkejut mendengar nada dingin yang keluar dari mulut Ningsih.


Ia tersenyum kecut, akhir-akhir ini Ningsih terlalu banyak berubah menurutnya. tak ada lagi Ningsih yang ceria, kalaupun Ningsih tertawa bersamanya, Noval merasa kalau mata gadis itu menyimpan banyak rahasia. Noval merasa Ningsih seperti membangun jarak di antara mereka. Bahkan saat ini, harusnya Noval yang marah. Mereka sudah berjanji saling menjaga perasaan masing-masing, tapi gadis itu dengan tega sudah memiliki pacar, dan bahkan tak mengatakan apapun padanya.


"Kamu kenapa sih, Si? kamu benar-benar berubah tau nggak! Aku kecewa sama kamu" Noval meninggalkan Ningsih yang hanya memandang kepergiannya dengan ekspresi datar. Menghela nafasnya sekali lagi, Ningsih melanjutkan langkahnya menuju Kelas. Ningsih bukannya tak peduli, hanya saja hatinya terlalu lelah karena banyaknya masalah yang ia tanggung.


"Mata kamu kenapa Si?" tanya Wita, ia menunjuk ke mata Ningsih yang bengkak dan juga menghitam di bawahnya.


"Oh, yah! Semalam aku ada hubungin kamu sih, tapi HP kamu kok mati?" ujar Wita. "mau ngapain emang?" tanya Ningsih.


"nggak penting juga sih, sebenarnya aku cuma mau curhat aja" Ningsih hanya mengangguk. Tadi saat akan berangkat ke Kampus, ia mencari Ponselnya. ia menemukannya dalam keadaan mati dan sudah di charg.


Tunggu! tunggu! Noval tadi mengatakan kalau semalam Ningsih sedang kencan dan Juna yang mengatakan itu, apa jangan-jangan semalam Noval menghubunginya dan malah Juna yang mengangkat teleponnya atau mungkin membalas pesannya? Dan kalau Ningsih nggak salah, dia sama sekali tak mencharger ponselnya. Ningsih mendengus, ternyata suaminya itu licik juga.

__ADS_1


"Si! Kok melamun?" Ningsih terkejut akibat senggolan Wita di bahunya. "Ah! nggak apa-apa kok" ujarnya sambil menggeleng.


"Si, kenapa akhir-akhir ini aku ngerasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan? tepatnya setelah kamu pulang dari acara nikahan sepupu kamu itu" Ningsih menegang mendengar perkataan sahabatnya itu.


"aku.... aku.."


"Si, aku sahabat kamu loh Si. Apa kamu se enggak percaya itu sama aku, sampai nggak mau cerita masalah kamu? Aku ngerasa nggak ada gunanya jadi sahabat kamu Si" Wita berujar pelan. Dan Ningsih dapat mendengar dengan kentara, ada nada sendu di sana.


'maafin aku Wit!' batinnya merasa bersalah.


**Sabar, momen Sisi sama Juna nanti yah! Anggap aja ini part bonus untuk kalian yang tadi udah aku buat penasaran, Wkwkwk.


Bagi yang udah nggak sabar, ayo like dan komen sebanyak-banyaknya. Dan jangan lupa Votenya**!

__ADS_1


__ADS_2