
vote dan komen jangan lupa😊
Sudah tiga hari Ningsih di Rumah Sakit, dan hari ini dia sudah diizinkan untuk pulang karena kondisinya sudah membaik. Sampai saat ini pun, Ningsih masih belum tahu alasan kenapa dia bisa dirawat bahkan sampai tiga hari. Setiap dia bertanya, semua orang pasti akan mengalihkan pembicaraan, membuatnya yakin kalau ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
Juna sedang membereskan semua barang-barangnya, sementara dirinya sedang ditemani Wita dan juga Noval. Ningsih merasa dua orang tersebut terlihat dekat, entah sejak kapan. Bahkan ke sini tadi mereka datang bersama.
"Wi, sampai sekarang aku masih bingung kenapa aku bisa dirawat sampai tiga hari di sini!" Ujar Ningsih membuat Wita dan Noval saling melirik satu sama lain.
"Ayo berangkat, semuanya udah beres!" Potong Juna, membuat Noval dan Wita akhirnya bisa bernafas legah.
"Kuat jalannya?" Tanya Juna.
Ningsih mengangguk pelan. "Kuat kok!" Jawabnya. Keempat orang tersebut akhirnya berjalan keluar dari Ruangan itu.
"Gimana yah, kalau Ningsih tahu nanti?" Ujar Wita pada Noval yang berjalan di sampingnya. Kedua orang tersebut memang sengaja berjalan dengan lambat di belakang pasutri itu.
__ADS_1
"Entahlah! Tapi aku yakin pasti Ningsih akan menyalahkan dirinya sendiri. Aku kenal betul bagaimana sifatnya yang satu itu" jawab Noval. Wita menatap wajah Noval, ia menemukan ada gurat kesedihan sekaligus khawatir yang sangat kentara di wajah tampannya.
"Kamu masih cinta sama Ningsih?" Tanya Wita. Noval terdiam, membuat Wita mengerti arti dari keterdiamannya itu.
"Aku cuma mau ngingatin kamu. Kamu boleh masih tetap bertahan dengan perasaan kamu itu, tapi untuk berharap lebih padanya, lebih baik jangan!" Noval menghela nafas kasar mendengar perkataan Wita. Keduanya lalu berjalan dalam diam menuju parkiran.
.....................................................
"Kak, besok aku udah bisa masuk Kampus belum?" Tanya Ningsih. Saat ini keduanya sedang duduk bersantai di Sofa sambil menonton TV. Wita dan Noval sudah berpamitan sejak sore tadi.
"Ya belum dong sayang, kan kondisi kamu masih belum meyakinkan" jawab Juna.
Juna diam mempertimbangkan. Benar juga, pasti gadis itu akan kesepian dan merasa bosan sendirian di rumah. Ia tidak mungkin menemani, karena pekerjaannya sudah menumpuk karena ditinggal selama tiga hari ini.
"Ya sudah, tapi obatnya jangan lupa dibawa. Terus kalau nggak sanggup, nggak usah maksain diri"
__ADS_1
Ningsih tersenyum senang atas jawaban Juna. Ia beralih memeluk pria yang berstatus sebagai suaminya itu dengan erat. "Makasih, Kak!" Juna hanya mengangguk sebagai jawaban dan mengelus puncak kepala Istrinya.
"Oh ya, Kak! Sisi masih penasaran deh, kenapa Sisi dirawat selama tiga hari, padahal kan Sisi cuma jatuh doang, terus kata Kakak cuma kelelahan juga" Ningsih sekali lagi bertanya hal itu, dan sama seperti Noval dan Wita tadi, Juna hanya diam tak menjawab.
"Kak?!" Panggil Ningsih.
"Ah, eh! Itu.... kita bahasnya nanti aja yah Sayang. Perut Kakak lapar, kita makan aja yah! Kakak tadi kebetulan udah masak nasi goreng" ujar Juna menglihkan pembicaraan.
"Maaf, ya Kak! Sisi tadi belum bisa masak untuk Kakak! Bahkan bantuin pun enggak" Ucapnya penuh rasa bersalah. Tadi Juna memang memasak makan malam mereka sendiri, tanpa bantuan Ningsih. Gadis itu masih merasa sedikit pusing, mungkin karena efek kurang darah akibat keguguran.
"Kamu kan sakit Sayang. Lagian, mana tega Kakak ngijinin kamu masak padahal kondisi kamu masih belum stabil" jawab Juna menghibur.
"Makasih ya Kak! Sisi beruntung punya Kakak. I love you" bisiknya sambil memeluk Juna.
"Love you too" jawab Juna senang. Iya, senang. Ningsih kan jarang banget ngungkapin cinta lewat kata-kata seperti saat ini.
__ADS_1
**mohon maaf yah, terlalu lama nggak up. ada yang kangen sama Juna dan Sisi nggak?
vote dan komennya jangan lupa yah😊**