
"ngapain ke sini? Gerah?" Tanya Wita menyindir saat melihat ke datangan Noval di Dapur.
Noval mendengus, memilih tak menjawab pertanyaan gadis yang bermulut macan itu.
"Kadang aku kesal sendiri, kenapa Ningsih terlalu bermurah hati memaafkan kamu dengan cepat. Padahal kamu sudah menghina dia. Tapi, tak apalah. Semuanya sebanding dengam bayaran ia mendapatkan pendamping yang mencintai dan juga mau berjuang dengannya" Lagi, kata-kata Wita mampu menghunus ke hati Noval yang terdalam. Noval bingung, kenapa cewek ini sangat membencinya, padahal Ningsih saja sudah memaafkannya.
"Lagian, kamu juga ngapain di sini? Berencana mau ganggu waktu Ningsih sama Kak Juna?" Wita ternyata masih melanjutkan ocehannya. Noval mengutuk dirinya sendiri yang selalu terdiam ketika berdebat dengan Wita. Karena pada nyatanya, Wita mampu menyudutkannya dengan semua kenyataan yang ada.
"Bukan urusanmu aku ke sini untuk apa. Mas Juna sepupu aku, Ningsih juga mantan aku, jadi wajar kalau aku di sini" jawab Noval malas.
Npval bingung dengan dirinya entah kenapa dia selalu merasa tak berdaya jika berhadapan dengan gadis mulut tajam dan tak punya hati ini. Tapi Noval juga tak memungkiri, berkat Wita ia bisa menyadari semua kesalahannya.
Wita menatap Noval sambil tertawa mengejek "Mantan? mantan HTS-an maksudnya?" setelah mengatakan itu, tawanya pecah karena melihat raut Noval yang sedang manyun.
Noval menghela nafasnya dengan kasar. "apa menurut kamu, Ningsih akan selalu bahagia seperti ini selama bersama Juna?" pertanyaan penuh nada sendu itu membuat Wita menghentikan tawanya. Ia berdehem pelan, dalam hati Wita meringis, mungkin kali ini sikapnya sangat keterlaluan pada pria patah hati itu.
__ADS_1
"Hmmm. Ya.....selagi nggak ada muncul seseorang yang punya sifat seperti kamu sebelumnya" jawab Wita kemudian.
"Maksudnya?" tanya Noval bingung.
"iya...Sikap kamu seperti sebelumnya. Ingin merebut salah satunya dan berusaha memisahkan keduanya" Noval lagi-lagi tersindir dengan kalimat yang keluar dari mulut tajam itu.
Noval benar-benar tak menyangka jika sahabat Ningsih yang dulu sering meledeknya dan Ningsih ternyata menyimpan kebencian padanya. Noval sebenarna tak menyalahkan Wita, karena gadis itu hanya sedang memperjuangkan kebahagiaan sahabatnya.
"Kamu mau aku melupakan Ningsih?" tanya Noval tiba-tiba.
"kamu mau bantu aku?" Wita menatap Noval bingung karena pertanyaan pria itu.
"Bantu apa?" tanya Wita balik.
"ngelupain Ningsih!" jawab Noval.
__ADS_1
Wita terbahak memdengar perkataan Cowok itu. "Hahaha...jangan ngaco. Kamu mau aku bantu kamu apa? lupain Ningsih dengan cara membuat kamu jatuh cinta ke aku? kamu pikir ini Novel atau sinetron? Hahaha"
Noval memandang gadis di depannya itu jengah. "Ya enggaklah! kamu jangan ke ge-eran dulu. Bukan begitu maksud aku" ujar Noval tak terima.
Wita berusaha meredakan tawanya. "terus?" tanya Wita.
"Selalu berada di samping aku. Jadi teman aku. Selalu ngingatin aku jika berbuat salah"
Wita tak mengerti dengan maksud Noval. Kenapa juga harus dia?
"Hah? kenapa aku?" tanya Wita.
"karena cuma kamu satu-satunya orang yang bisa menyadarkan aku tentang semua kesalahanku. Kamu juga yang paling tahu tentang masa lalu aku sama Ningsih. Jadi, jika aku berbuat salah nanti. Kamu perlu mengingatkan aku dengan menyuruhku belajar dari masa lalu. Asal kamu tahu, meski setiap kata kamu sepedas cabe, tapi aku selalu belajar memperbaiki diri karena kata-kata kamu. Jadi aku mohon, bantu aku! Semua demi kebahagiaan Ningsih" Dan saat semua kalimat itu keluar dari bibir Noval, Wita terdiam karena bingung ingin menjawab apa.
**gimana? Aduh!!! ternyata lumayan juga yah yang salfok dengan pasangan ini😀
__ADS_1
vote, like dan komennya jangan lupa**.