Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Lima Puluh Dua


__ADS_3

Ningsih baru saja mendudukkan dirinya di bangku kelas, namun Wita sudah memberondonginya berbagai pertanyaan.


"Si, kamu baik-baik aja kan? Kamu nggak kenapa-napa kan? Kenapa nomor kamu nggak aktif-aktif. Aku khawatir banget tau nggak" cerocosnya membuat Ningsih tersenyum haru karena kepedulian Wita.


"Aku nggak apa-apa Wita! Ponsel aku lowbat, dan semalam aku lupa ngecasnya. Bahkan aku nggak bawa ponsel hari ini" ujarnya menenangkan.


Wita menghela nafas legah, semalam dia hampir tak tidur karena menghawatirkan Ningsih.


"Syukurlah! Aku semalam hampir nggak tidur tau nggak, gara-gara mikirin kamu. Aku pikir kamu kenapa-napa kemarin"


"Oh ya, kemarin saat nyusul kamu ke kafe, aku nyamperin Kak Noval buat nanyain kamu" Ningsih menatap Wita terkejut.


"Terus?" Tanya Ningsih penasaran dengan respon Noval.


"Dia malah marah-marah, pake ngehina kamu segala lagi. Dan akhirnya....kita bertengkar deh!" Jelas Wita.


Ningsih menghela nafasnya dengan kasar. Ningsih tahu selama ini Wita sudah menunggu waktu untuk menyemprot Noval dengan semua kemarahannya karena seringnya Noval membuat Ningsih menangis. Pasti kemarin Wita memanfaatkan keadaan tersebut untuk mengeluarkan segala kekesalannya.


"Maaf, Wit. Gara-gara aku kamu sampai bela-belain bertengkar sama orang lain" ucap Ningsih merasa bersalah.

__ADS_1


"Apaan sih! Emang udah tugas aku kali. Lagian dia seenaknya aja bilang kamu murahan, di depan aku lagi! Jadinya yah dia rasain sendiri kena damprat" Wita berujar menggebu-gebu. Bahkan sampai saat ini kekesalannya pada Noval masih ada. Kalau saja dia cowok, Wita akan menghajar lelaki itu sampai babak belur, kalau perlu sampai dirawat berhari-hari di rumah sakit. Seenaknya aja main hina sahabatnya.


"Udah, ah! Nggak baik marah-marah mulu. Aku sama Kak Juna juga udah sepakat untuk menjelaskan semuanya pada Kak Noval secara pelan-pelan"


Wita mengangguk setuju "bagus deh! Tapi...... kamu masih punya perasaan nggak sih, sama Kak Noval?" Tanya Wita tiba-tiba.


Ningsih terdiam. Tentu saja rasa itu masih ada, walau bagaimanapun Noval adalah cowok pertama yang mengenalkannya apa itu arti cinta. Namun perasaan itu sudah tak sebesar dulu. Bahkan kalau Ningsih katakan, rasa cintanya pada Noval mungkin tinggal sedikit dan mungkin akan segera pudar. Karena saat ini, hatinya lebih besar terisi dengan nama Juna.


"Sedikit. Tapi aku yakin semakin hari akan semakin pudar dan akhirnya menghilang" jawabnya.


Wita mengangguk meengerti. Ia tahu, tak segampang itu menghapus dengan permanen perasaan pada seseorang. Terlebih mereka bersama dengan waktu yang terbilang lama. "Aku harap waktu itu segera datang" ujarnya mendoakan, sedangkan Ningsih mengaminkannya dengan senyum.


"Dijemput Kak Juna?" Tanya Wita. Ningsih menggeleng "aku tadi udah izin, mau ngabisin hari ini sama kamu. Kan kita uda jarang banget jalan-jalan berdua" Wita mengangguk setuju.


" terus kita ke mana selesai ini?" Tanya Wita.


Ningsih menggeleng tanda tak tahu. "Makan aja kalau gitu, setelah itu baru kita pikirin kita ke mana" ajak Wita yang mendapat anggukan Ningsih.


Saat akan sampai di pintu kelas, mereka terkejut dengan keberadaan Noval di depan kelas mereka. Wita mendengus 'mau apalagi orang ini?' Batinnya. Ia melirik Ningsih yang di sampingnya sebentar, dapat ia lihat raut wajah Ningsih berubah tegang.

__ADS_1


"Si, aku mau ngomong!" Ujar Noval pelan sambil memandang Ningsih.


Ningsih diam tak menanggapi, membuat Noval kembali membuka suara "Aku ingin minta maaf masalah kemarin. Aku mau dengarin penjelasan kamu sepenuhnya, biar aku nggak menduga-duga lagi"


Ningsih menatap Noval bingung. Kenapa tiba-tiba Noval kembali seperti sebelumnya? Bukannya kemarin dia marah pada Ningsih?


Ningsih menoleh ke arah Wita, meminta pendapat melalui sorot matanya. Wita tersenyum dan mengangguk pelan, pertanda ia setuju Ningsih berbicara dengan Noval. Lagipula itu lebih baik, agar Noval tak menghina dan merendahkan harga diri Ningsih lagi.


"Oke!" Akhirnya jawaban itu keluar dari mulut Ningsih membuat Noval tersenyum senang.


Assalaamu'alaikum, semuanya. Aku mau nyampein beberapa hal sama kalian :


♡Like, vote dan komennya jangan lupa yah😊


♡untuk yang minta up gila-gilaan mohon maaf karena aku nggak bisa. soalnya cerita ini ngetik-publish, ngetik-publish, jadi mohon maaf yah🙏


♡Untuk yang minta dipanjangin mohon maaf juga, aku memang sengaja membuat seperti itu biar readersnya merasa penasaran dan nggak ngerasa bosan bacanya. soalnya cerita ini kan kemungkinan chapternya akan panjang, dan kebetulan juga kan up-nya tiap hari (kecuali ada halangan yah).


Hanya itu sih, yang mau aku sampaikan. Maaf kalau belum bisa menuhin permintaan kalian🙏 Salam sayang, Juna dan Sisi😊

__ADS_1


__ADS_2