
Laskar dan Pelangi itu bersahabat. Mereka sudah bersama sejak masih dalam kandungan.
Nama keduanya memang sama dengan sebuah Judul Buku yang di angkat menjadi Film layar lebar itu, Laskar Pelangi. kata Orang Tua mereka, saat mengandung dulu, Ibu mereka ngidam yang sama, yaitu menonton Film Laskar Pelangi. Padahal Film itu meskipun bagus, tapi udah dari kapan tahun tayangnya. Jadinya, Ayah mereka terpaksa membeli DVD Film tersebut demi memenuhi ngidam Ibu mereka. Mana di putarnya setiap hari selama dua bulan lamanya. Dari situlah mereka mengabadikan judul Film itu menjadi nama anak-anak mereka.
Keduanya hidup bersama dan saling melengkapi. Pelangi yang ceroboh, dan Laskar yang pelindung. Pelangi yang oon, Laskar sang Juara Umun. Pelangi yang ngambekan, dan Laskar yang suka mengalah. Pelangi yang kekanak-kanakan, dan Laskar yang dewasa. Pelangi yang Cantik, Laskar yang tampan. Pelangi yang polos dalama hal percintaan, dan Laskar yang si Playboy kelas kakap.
.....................................................
__ADS_1
Laskar hanya menggelengkan kepalanya melihat Pelangi yang saat ini tengah antusias bermain dengan Ibram, dedek bayi yang tadi dimaksud Pelangi. anak dari Nela, Sepupu gadis itu.
"Adu...Pelangi kok pengen cium-cium Ibram terus yah? Nggak pengen berhenti. Ih, Ibram bikin gemas sih, Pelangi suka!" Ujar gadis itu, sementara bayi berumur sembilan bulan di depannya itu hanya tertawa polos mendengar ocehan Pelangi yang mungkin sama sekali tidak dimengerti olehnya.
Laskar mendengus melihat binar senang di wajah Pelangi. "Mending cium laskar aja, sini!" Katanya sambil mengedipkan-ngedipkan matanya, membuat Pelangi memandangnya ngeri.
"Nggak mau!" Tolak Pelangi tegas, membuat Laskar tersentak karena suara gadis itu yang sedikit meninggi.
__ADS_1
"Pipi Ibram gembul, terus lembut, enak dicium. Kalau Pipi laskar nggak lembut, nggak gembul juga. Terus Ibram harum bedak bayi, Laskar enggak" jawabnya polos.
Laskar menganga. Kok dia sakit hati yah dengar kejujuran yang keluar dari mulut polos itu? "Kalau gitu Laskar aja yang cium Pelangi, gimana?" Tawarnya sambil tersenyum manis.
Pelangi menatapnya horor. "Enggak mau. Kata Papa, Pelangi udah besar. Nggak boleh dicium laki-laki lain, nanti Pelangi hamil. Perut Pelangi masih belum bisa tau, nampung Dedek Bayi. Apalagi Dedek Bayinya nanti segendut Ibram" Pelangi bergidik ngeri membayangkan jika di perut kecilnya terdapat bayi. Terlebih lagi bayinya nanti sebesar Ibram di sana, entar yang ada perutnya meledak. Ia memandang perutnya dan Ibram secara bergantian saat mengatakan itu.
Laskar melongo mendengar perkataan Pelangi. Mana ada pas cium langsung hamil? Papa Pelangi emang ada-ada saja sih, bisa-bisanya dia membodohi anaknya. Lagian, Mana ada juga bayi dalam kandungan langsung sebesar Ibram yang umurnya sudah Sembilan Bulan? Jelas saja Ibram gendut, ia kan sudah makan makanan pendamping ASI?!
__ADS_1
"Hah! Terserah deh, terserah!" Ujar Laskar pasrah. Pelangi tak mempedulikan Laskar, ia malah kembali bercanda dengan Ibram.
penasaran sama kisah mereka? pensaran juga, bagaimana sebenarnya hubungan mereka? kalau gitu silahkan langsung klik profil aku dan baca ceritanya. Judulnya Laskar dan Pelangi, dan nikmatilah kisah cinta penuh kejutan pasangan unik ini. Silahkan dicek, dan jangan lupa tinggalkan jejak😊 aku berani jamin kalian pasti akan senyum-senyum dan tertawa sendiri karena tingkah konyol dan polos dari Pelangi. Atau mungkin kalian juga akan blushing sendiri karena tingkah manis Laskar pada Pelangi. Kalian juga bisa belajar tentang bagaimana hubungan persahabatan yang sebenarnya. Atau juga mungkin membedakan mana rasa sayang pada teman, dan mana perasaab sayang yang mengandung makna cinta pada lawan jenismu. Jadi, mari dibaca😊