Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Enam Puluh Sembilan


__ADS_3

vote, like dan komennya jangan lupa yah😊


sama baca author note juga, yang di bawah cerita, oke😉


Wita yang bermaksud melangkah mendekat ke arah Ningsih tadi terhenti saat melihat cowok itu memeluk Ningsih. Bahkan mereka seolah tak menyadari kalau banyak pengunjung dan Karyawan Kafe yang menjadikan mereka pusat perhatian.


Ningsih dan Bimo berjalan mendekat ke arah meja  yang tadi di tempati Wita dan Ningsih. Wita berusaha mati-matian menekan jiwa Wartawannya untuk tak bangkit di tempat ini. Jangan sampai ia memberondongi Ningsih dengan pertanyaan saat masih ada Cogan Kafe itu.


"Ayok, duduk Kak! Oh yah, kenalin ini sahabat aku, namanya Wita. Dan ini kenalin Wi, Kak Bimo" ujar Ningsih memperkenalkan.


Wita dan Bimo saling berjabat tangan.


"Wita"

__ADS_1


"Bimo" keduanya juga saling menyebutkan nama masing-masing.


"Aku nggak nyangka tahu Kak, lama nggak ketemu, ternyata pas ketemunya Kakak udah mapan, bahkan jadi pemilik Kafe ini" ujar Ningsih. Bimo tertawa pelan, ia mengelus kepala Ningsih dengan sayang. Tenyata gadis itu masih tetap menggemaskan seperti dulu. Bahkan Bimo merasakan debaran yang tak biasa. entahlah! Bimo masih belum yakin apakah itu debaran Cinta atau hanya karena bertemu dengan Ningsih setelah sekian lama.


"Iya. Baru beberapa hari juga Kakak jadi pemilik sahnya" jawab Bimo.


"Sebenarnya sejak kapan Kakak ada di Indonesia? Bukannya Kakak lagi di Singapura?" Tanya Ningsih.


"Udah lama sih! Sekitaran sembilan bulanan gitu" jawab Bimo. Ningsih terkejut "ih, udah lama dong!" Pekiknya. "Kok Kakak nggak pernah ngunjungin Sisi, sih? Udah nggak sayang sama Sisi yah?" Tudingnya.


"Sorry..." ringisnya, membuat Bimo kembali mengelus lembut rambut gadis itu.


"Its Okay, semua udah jalan takdir" hibur Bimo.

__ADS_1


"Tapi...."


"Sebenarnya kalian ada hubungan apa sih? Kok keliatan dekat banget" perkataan Ningsih terpotong dengan pertanyaan penuh rasa penasaran Wita. Padahal tadi Ningsih ingin menjelaskan tentang pernikahan itu pada Bimo. Tapi tak apalah. Rasanya terlalu cepat kalau Ningsih menjelaskan sekarang. Lagian, Tania pergi entah ke mana, dan saat ketemunya..... tunggu! Ningsih baru ingat, kalau ia ketemu Tania beberapa hari yang lalu. Dan perempuan itu sedang hamil besar, kenapa ia baru ingat sekarang?


"Sisi adalah adiknya teman saya. Dan, dia sudah saya anggap seperti adik saya sendiri dulu" jawab Bimo mendahului Ningsih. 'Nggak tahu sekarang' sambungnya dalam hati.


"Oooh, gitu! Kalian dekat banget yah, dulu?" Tanya Wita makin penasaran.


"Iya. Saya dulu sering mengantar jemput Sisi sama teman saya itu. Jadi, kita berdua yah....otomatis sangat dekat" jawab Bimo lagi. Ningsih hanya mengangguk membenarkan. Lagipula, saat ini pikirannya tengah melayang ke arah Tania lagi.


Sebenarnya wanita itu hamil anak siapa? Kenapa pernikahannya terasa penuh kejutan seperti ini. Terlebih lagi dengan kehadiran orang-orang di masa lalu mereka satu persatu.


Apa Ningsih boleh meragukan Juna? Tapi.....bukankah pria itu mengatakan kalau hubungannya dan Tania bahkan tak sedekat itu. Mana mungkin Bimo, walau cowok itu sudah berada di sini semenjak sembilan bulan lalu, yang artinya sebelum pernikahan Tania dan Juna, tapi ia kan lebih memilih menghindar dari kehidupan mereka. Bahkan dengan Ningsih sekalipun. Jadi, siapa sebenarnya? Ningsih jelas tak akan tenang sebelum mengetahui siapa pria yang menghamili sepupunya.

__ADS_1


**Vote, like dan Komennya jangan lupa. Soalnya part yang aku up kemarin, rasanya likenya semakin berkurang.


Oh, ya! untuk yang sebelumnya bertanya, kok udah keguguran aja. Kapan buatnya? nah, di part sebelumnya kan, enggak tau part keberapa itu, di situ Sisi bilang ke Juna dia udah siap ngasih hak Juna sepenuhnya. Jadi, otomatis mereka sudah melakukannya kan? hanya saja, aku nggak suka membuat cerita mereka yang mengarah ke sana, dalam artian adegan yang ada ++ nya. aku mau karya aku bisa dibaca oleh semua umur. Terus juga dipart selanjutnya jugakan udah dijelaskan kalau pernikahan mereka sudah tujuh bulan, perut Tania aja udah membesar. Mohon maaf juga baru jelasinnya sekarang, karena baru sempat keingat juga sih😊**


__ADS_2