
**Jangan lupa baca Karyaku yang lain.
Hadiah Terindah Untuk Alifah
Kisah Cinta Salju dan Kutub
Laskar dan pelangi
Putri Liliana
Miss Judes
jangan lupa tinggalkan jejak juga yah😊**
"Kak, Kakak tau nggak sih!"
Juna mengerutkan alisnya "apa?"
"Wita suka loh, sama Kak Noval!" tutur Ningsih menceritakan apa yang ia bahas dengan Wita tadi pada Juna.
__ADS_1
"Terus? Jangan bilang kamu nggak setuju karena cemburu" tuding Juna, Ningsih refleks memukul lengan suaminya itu.
"Apaan sih, Ka!"
Juna terkekeh pelan. "becanda! Kakak percaya kok kalau kamu udah Move on dari Noval" Juna menarik Ningsih yang duduk di sampingnya, hingga wanita itu jatuh di pelukannya.
"terus gimana?" tanya Juna.
"Gimana apanya?" Ningsih malah bertanya balik karena bingung.
"Itu, yang tentang perasaan Wita pada Noval" Juna mengeratkan pelukannya karena gemas. "Ooh. Itu, bilang kek dari tadi biar Sisi nggak bingung" Juna hanya mampu menghela nafas pasrah. Yah, mau bagaimana lagi? toh memang hakekat perempuan selalu benar kalau lagi berdebat manja kayak gini!
"Wita nggak terima loh Kak, ia jatuh cinta sama Kak Noval" ujar Ningsih sambil mendongak, melihat bagaimana wajah Juna menanggapi nanti.
Juna terkejut, kemudian tersenyum geli. "Kok gitu? baru kali ini aku dengar orang jatuh cinta tapi nggak terima sama perasaannya sendiri"
"Kenapa melamun?" tanya Juna menyadarkan Ningsih dari pikirannya.
"Aku cuma keingat sama Wita dulu deh Kak!"
"emang Wita dulu kenapa?" tanya Juna penasaran.
"Wita itu dulu kayak hormat banget gitu sama Kak Noval, bahkan mendekati kata takut menurut aku. Secara kan yah, Kak Noval itu terkenal jago berantem.."
__ADS_1
"Siapa dulu dong, gurunya?" potong Juna menyombongkan diri. Ningsih memukul lengan Juna "pede" cibirnya.
"Hehehe, sekali-sekali nggak apa-apa! ya udah ah, lanjut"
"Tapi sekarang, Wita berubah jadi kayak induk Singa tau nggak kalau sama Kak Noval. Bahkan ia sering ngata-ngatain Kak Noval" Ceritanya.
Juna mengangguk "Udah ah, dari pada kamu musingin mereka, mending sekarang bahas hubungan kita"
Ningsih menatap Juna bingung. "hubungan kita? emang ada apa?"
"nggak ada apa-apa sih!" jawab Juna menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.
"Issh, nggak jelas dasar!" cibir Ningsih. Juna tertawa "biarin nggak jelas, asal kamu cinta"
Ningsih memandang Juna dengan pandangan ngeri. "Kakak jadih aneh, ih!" ujarnya kemudian berlari menjauh.
Juna tertawa pelan. Bukannya mengejar Ningsih yang entah sudah lari ke mana, ia malah tersenyum-senyum sendiri di tempatnya.
'Aku bersukur Tuhan, cinta yang aku jaga dalam waktu yang lama akhirnya terbalas. Walaupun tanpa sengaja aku menyakiti banyak orang, tapi aku tak pernah menyesal menunggu balasan cintanya dengan sabar. Takdirmu memang sungguh indah. Rasa sakit yang sering aku rasakan saat penantian terbayar dengan bahagia yang kau berikan melalui dia. Aku harap, kebahagiaan ini dapat bertahan lama' ~Juna.
'Aku bahagia Ya Allah! Mungkin dulu aku pernah jatuh cinta pada orang lain. Tapi kali ini, aku merasa berbeda karena dia benar-benar membuatku merasa benar-benar dicintai sepenuh hati. Dengannya aku merasa diperjuangkan dan dianggap sangat berharga. Dia, lelaki yang engkau jadikan jodohku dengan cara tak terduga. Dan benar, ternyata takdir darimu yang mungkin terlihat kejam di awal ternyata berujung kebahagiaan yang tak terhingga' ~Ningsih
'Jangan berburuk sangka pada takdir. Semua jalan hidup kita sudah dituliskan bahkan sejak kita berada di dalam rahim. Dan ingat, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk hambanya' ~ **Sang Pengiring Pengantin
__ADS_1
TAMAT
Tenang aja, masih ada ekstra part kok. Emm...mungkin tentang kisah-kisah tokoh yang ada di Novel ini. Kayak kisah Noval-Wita, Tania-Bimo, Wulan-Ishak, dan juga Ardi sama seseorang yang masih menjadi tanda tanya. Tunggu aja! Aku juga berniat buat sekuel untuk cerita ini. Menurut kalian gimana? Kalau setujy silahkan komen sebanyak-banyaknya. Jangan lupa juga like dan Votenya**.