Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Noval dan Wita Part 6


__ADS_3

Mau bilang, Sang Pengiring Pengantin 2 sudah Up. Silahkan cek di profil aku. Alur ceritanya jelas berbeda dengan kisah Juna-Sisi. Dan akan up rutin jika banyak peminatnya. Jadi, kalau sudah baca jangan lupa tinggalkan jejaknya.


Malam ini, lagi-lagi Noval tak bisa memejamkan matanya dengan tenang. Ia memikirkan semua perkataan Ningsih tadi. Noval sama sekali tak tahu kalau hubungan Wita dan Tino sedekat itu, bahkan Tino sampai mau melamar Wita. Dan kalau dipikir-pikir lagi, Noval nggak terima Wita bersama pria lain sementara gadis itu sudah membuat Noval tersiksa akhir-akhir ini.


Noval melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul dua pagi, namun pria itu tak juga kunjung tertidur. Tidak! Noval tak punya banyak waktu lagi. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Noval menunggu namun tak kunjung diangkat. Ia kembali menghubungi nomor tersebut, dan deringan ke lima akhirnya di terima.


"Hallo, ini siapa? apa tak punya sopan santun menelepon tengah malam?" ujar orang di seberang sana dengan kesal.


"Ini Noval" jawab Noval santai.


kemudian terdengar kasak-kusuk di seberang sana. Mungkin karena si penerima telepon terkejut saat tahu Noval menghubunginya setelah sekian lama.


"Kamu benaran Noval? hah? ini.....benaran?" Noval terdiam saat mendengar nada tak percaya yang tertangkap dari suara serak itu. Entah serak karena baru bangun tidur atau karena hal lain.


"Sayang, jawab. Ini benaran Noval?" tanya orang di seberang sana memastikan.


Noval menghela nafas kasar "Iya. Ini benaran Noval Pa!"


"Noval Pa? benaran Noval? Astaga pa! akhirnya setelah sekian lama" suara seorang wanita ikut terdengar, dan Noval yakin pasti wanita itu sedang menangis karena setelahnya ia mendengar sang Ayah tengah menenangkan Mamanya.


"Ada apa sayang? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Mamanya. Sepertinya panggilan tersebut diloudspeeker.

__ADS_1


"Kalian ada di mana?" tanya Noval tanpa menjawab pertanyaan sang Mama.


"kami lagi di luar kota sayang! Emang kenapa? apa ada masalah? bahkan ini.....Astaga sayang! ini jam dua pagi" pekik wanita itu.


Noval menjauhkan ponselnya dari telinga karena mendengar pekikan maut sang Mama. Ia kembali tertegun, sudah lama ia tak mendengarkan suara berisik penuh omelan Mamanya.


"sayang? kamu masih di sanakan?"


Noval tersadar. "Eh, i...iya Ma. Noval cuma mau bilang, apa kalian bisa pulang besok?" tanya Noval.


"Maaf yah sayang, Mama sama Papa besok harus ketemu Klien Papa kamu. Emang kenapa?" tanya Mama Noval.


"sampai jam berapa?"


Raut kecewa seketika tergambar di wajah Noval. Ini yang membuatnya menghindar selama ini. Mama dan Papa selalu sibuk akan pekerjaan, tanpa ada waktu untuk berkumpul keluarga.


"Apa nggak bisa dibatalin?"


"Enggak bisa sayang! Kedua Klien itu benar penting untuk keuntungan perusahaan kita"


Noval menghela nafas pelan, berusaha mengontrol emosinya yang mulai naik. "Besok Noval benar-benar butuh Mama dan Papa di sini. Kalau kalian masih nganggap Noval adalah anak kalian, kalian pasti pulang. Tapi kalau enggak, Noval pastikan setelah ini Noval akan benar-benar pergi dari kalian dan tak akan pernah kembali" setelah mengatakan hal itu, Noval mematikan sambungan telepon dan segera menon-aktifkan ponselnya. Ia tahu, ia keterlaluan mengancam orang tuanya seperti tadi. Tapi kali ini, Noval benar-benar muak dengan orang tuanya yang lebih mementingkan klien-klien mereka daripada dirinya. Akhirnya, Noval berusaha memejamkan matanya.

__ADS_1


.....................................................


Jam sudah menunjukkan pukul Sembilan pagi, namun Noval masih asik bergelung di dalam selimutnya. Ia terbangun saat mendengar ketukan di pintu Kosnya.


Dengan langkah malas, Noval membuka pintu tersebut. Mata Noval yang tadinya super mengantuk, langsung terbuka lebar melihat siapa yang datang.


"Maafkan Mama dan Papa sayang!" Dua orang paruh bayah itu langsung berhambur memeluk Noval, tak peduli walau mereka masih berada di depan pintu dan menjadi pusat perhatian tetangga kosan Noval.


Noval belum membalas perkataan orang tuanya, ia masih setengah percaya akan kedatangan mereka.


"Kamu nggak mau membalas pelukan Mama dan Papa? Apa kamu sebenci itu pada kami Nak?" tanya Hafiz--Ayah Noval.


Noval tersadar, dan langsung membalas pelukan dua orang yang telah berjasa membuatnya ada di dunia ini.


"nggak! Noval nggak benci kalian. Kita bahas ini di dalam yuk! nggak enak diliatin tetangga" ajak Noval. Ketiga orang tersebut kemudian memilih masuk dengan beriringan. Noval kemudian berpamitan pada mereka untuk mandi terlebih dahulu dan kembali setengah jam kemudian.


Setelah acara maaf-maafan yang penuh keharuan antara orang tua dan anak itu, akhirnya mereka menanyakan tentang penyebab Noval menelepon semalam.


"Sebenarnya ada apa Nak, sampai semalam kamu nelponin Papa sama Mama di jam dua pagi gitu?" tanya Hafiz, Melinda ikut mengangguk.


"Aku mau Papa sama Mama nemanin aku menemui orang tua seorang gadis" jawab Noval membuat kedua orang paruh bayah itu terperangah. "KAMU MAU LAMARAN?" pekik Melinda kaget akan keinginan anaknya.

__ADS_1


Jejaknya jangan lupa😊


__ADS_2