Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Noval dan Wita Part 3


__ADS_3

Jangan lupa baca karyaku yang lain😊


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Wita tentang sikap yang akan ia ambil ke depannya. Gadis itu kemudian beranjak membuka pintu "Mama? Ada apa?" Tanya Wita bingung saat Lisa--Mamanya memandangnya aneh.


"Di bawah ada cowok yang nanyain kamu. Pacar kamu yah? Kok kamu nggak cerita-cerita sama Mama?" Cerocos Lisa.


"Hah? Cowok? Siapa Ma?" Tanya Wita merasa bingung. "Makanya liat sendiri biar kamu tahu. Jangan lupa juga ceritain ke Mama itu siapa kamu" ujarnya Lisa lalu melangkah ke arah Kamar di samping kamar Wita.


"Mama ke kamar dulu. Ingat, jangan macam-macam!" Peringatnya sebelum pergi.


Wita mendengus lalu menuruni anak tangga sekedar mengecek siapa yang dimaksud sang Mama.


Saat di pijakan tangga terakhir, mata gadis itu melotot melihat siapa yang kini tengah berbicara dengan Fero--papanya.


"Tuh, anak Om udah turun"


Niat hati ingin berbalik menuju ke kamar sebelum Noval menyadari keberadaannya, Papanya malah ngomong duluan.


"Eh? Kak Noval? Ngapain Kak ke sini?" Tanya Wita berpura-pura kaget.


Fero menggeleng pelan mendengar pertanyaan putrinya. "Kamu ini yah, nanyanya nggak sopan banget. Ya Noval mau ngunjungin kamulah"


Wita meringis mendengar ucapan Papanya. "Maaf, Pa! Abis Wita tadi kaget" ujarnya beralasan.


"Ya sudah. Kamu temani Noval ngobrol dulu, Papa mau ke atas" ujarnya berpamitan, lalu meninggalkan dua orang berbeda jenis kelamin itu.


Wita menatap Noval canggung, membuat Noval semakin yakin kalau gadis ini memang sengaja menghindarinya.

__ADS_1


"Kamu mau minum apa? Aku ambil...."


"Nggak usah! Tuh udah ada" potong Noval sambil menunjuk gelas berisi Teh yang ada di depannya. Wita meringis, padahal ia hanya ingin membuat jeda untuk sedikit menenangkan hatinya dari keterkejutan. Gagal deh! Rengek batinnya.


"Oh yah, kamu....mau ngapain ke sini?" Wita kembali mengulang pertanyaannya.


"Seperti kata Papa kamu tadi. Aku mau nemuin kamu" jawab Noval santai.


"Kenapa?"


"Enggak kenapa-napa sih. Hanya saja akhir-akhir ini kok susah banget yah, nemuin kamu?" Tanya Noval seolah menyindir.


"Eh?! Iya...hehehe. Biasa, gara-gara disibukin tugas. Kamu pasti tahu, kan kamu juga ngerasain" ujarnya beralasan.


"Oh yah? Bukan karena kamu sengaja menghindar?" Tembak Noval langsung.


"Ssii...si..siapa yang menghindar?"


Noval berdecak kesal. "Kamu pikir aku sebodoh itu untuk memahami kalau kamu sengaja ngejauhin aku?"


'Tapi kenapa kamu terlalu bodoh memahami hati aku, Val?' Batin Wita.


"Aku tahu pas waktu aku jemput kamu ke sini, terus kamu bilang kalau kamu di luar kota, aku tahu itu bohong" tambahnya.


Wita memandang Noval terkejut. 'Jadi dia tahu? Ah! Noval pasti bohong' batinnya.


"Aku benaran di luar kota kok. Kamu...."


"Oh yah? Lalu siapa yang mengintip aku dari jendela kamarnya? Maling?" Tuding Noval membuat Wita semakin gelagapan.

__ADS_1


"Enak aja ngatain aku Maling!" Ujarnya tak terima. Noval tersenyum "berarti kamu ngakuin dong, yang ngintip di balik tirai jendela itu kamu?"


Wita memaki mulutnya dalam hati. Dasar mulut bodoh!


"Siapa bilang? Emang tadi aku ngomong gitu?"


"Menurutmu?" Tanya Noval balik. Pria itu benar-benar kesal pada Wita. Menurutnya, Wita terlalu bertele-tele. Kalau memang ia punya kesalahan, harusnya Wita bilang, bukannya menghindar dan membuat Noval bertanya-tanya sendiri seperti orang bodoh.


"Wi, jujur deh! Kenapa kamu menjauh?" Tanya Noval lagi.


"Emang ngefek sama kamu kalau aku menjauh?" Tanya Wita dengan nada sedikit ketus.


"Ya iyalah! Kamu udah aku anggap sahabat aku. Kamu yang pernah berjanji untuk selalu mengingatkan dan menyadarkan aku akan perasaanku pada Ningsih. Tapi kamu malah menjauh kayak gini? Mana janji kamu?" Noval mulai menaikkan nada bicaranya.


"Terus selama aku di samping kamu emangnya berhasil bikin kamu bisa berpaling dari Ningsih? Bahkan perasaan kamu aku yakin masih sama besarnya ke dia. Lalu untuk apa aku menyadarkan kamu, kalau angan itu kamu sendiri yang buat? Itu hanya buang-buang waktu aku tau enggak!"


"Aku udah bilang, aku hanya butuh waktu" balas Noval.


"Oke, kamu selalu beralasan seperti itu. Terus sampai kapan? Sampai Ningsih punya anak? Terus punya cucu? Hah?"


Noval terdiam tak mampu mengatakan apa-apa. "Lebih baik sekarang kamu pulang. Mulai sekarang, berjuanglah sendiri untuk melupakan Ningsih. Karena mulai sekarang.....kita nggak usah ketemu lagi"


Noval memandang Wita tajam. "Ya enggak bisa gitu dong!" Bantahnya.


"Ini diri aku. Kamu nggak punya hak ngatur-ngatur apapun kemauan aku. Lebih baik sekarang kamu pergi!" Ucap Wita membuat Noval menatapnya kecewa. Tanpa mengatakan apapun, Noval meninggalkan rumah tersebut.


'Maafin aku! Aku hanya takut merasakan sakit hati saat berjuang untuk memiliki hatimu. Lebij baik aku mulai mencegah, mumpung perasaanku belum terlalu besar'


Jangan lupa tinggalkan jejaknya😊

__ADS_1


__ADS_2