Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Noval dan Wita Part 5


__ADS_3

**please yah, kalau merasa cerita ini nggak menarik silahkan tinggalkan. Bukannya meninggalkan komentar yang membuat mood aku hancur seketika. Bayangin aja, aku nulis itu butuh imajinasi yang kuat, bahkan aku berusaha tetap up walau mood lagi nggak bagus. Tapi malah tiba-tiba ada yang komen cerita aku nggak menarik. Aku ngerasa bukan cuma karya aku yang terhina, tapi pemikiranku juga.


Maaf kalau aku terkesan baperan, cuma aku nggak suka ada yang komennya pedas banget tanpa mikirin perasaan yang menulis cerita itu. Kalau merasa nggak suka, silahkan jelaskan baik-baik, terus kasih saran yang membangun, bukan malah langsung bilang nggak menarik**!


.....................................................


Noval termenung sendirian di dalam kamar Kosnya. Pria itu memikirkan perkataan Ningsih tadi. Wita cemburu? hah! yang benar saja.


Ia menggelengkan kepalanya pelan. Mana mungkin Wita suka padanya? lagian, dari sisi mana Ningsih mengetahui Wita ada rasa padanya? Selama ini saja gadis itu selalu bersikap galak ke dia. Wita bahkan tak pernah berlaku manis padanya.


Noval mengambil ponselnya kemudian mengutak-atik benda persegi panjang itu. Jarinya akan menekan sebuah ID yang tertera, namun ia urungkan. Keraguan menyelimutinya. Wita sudah menyuruhnya menjauh, dan bagaimana mungkin ia akan menghubungi gadis itu seperti biasanya, jelas saja akan terasa canggung.


Aaarrrrgghh!! Noval mengacak rambutnya frustasi. Noval bangkit lalu memperhatikan dirinya di depan kaca. Penampilannya tampak kacau membuat Noval mengernyit bingung, kenapa ia sampai seperti ini saat Wita menjauh? Emang sebesar apa pengaruh Wita di hidupnya?


"Aargghh!! Aku kenapa sih, sebenarnya? Wita juga kenapa bikin bingung gini? Seharusnya ini itu masalah kecil, tapi kenapa menyelesaikannya serumit ini?"


Pagi telah datang menyapa, Noval merenggangkan tubuhnya bersiap untuk mandi dan menuju ke kampus. Semalam ia tidur larut malam karena memikirkan hubungan pertemanannya dengan Wita. Dan pagi ini, Noval berusaha menahan kantuknya. Sebenarnya ia tak punya kelas pagi, hanya saja cewek yang membuatnya seperti ini yang ada kelas pagi. Noval semalam sudah berpikir dan ia tahu apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


Noval melangkah menuju kelas yang akan dimasuki Wita. mungkin Noval datang terlalu pagi, sehingga kelas itu baru diisi oleh tiga anak rajin yang berpenampilam nerd. Noval memilih berdiri di dekat pintu, menunggu kedatangan gadis itu.


Noval mendengus, dulu ia sering seperti ini untuk menunggu Ningsih. Tapi kali ini, sahabatnyalah yang membuat Noval menunggu.


Manik cowok itu berbinar saat melihat Ningsih dan Wita sedang menuju ke arahnya, lebih tepatnya menuju ke kelas mereka. Ia memilih mendekat sebelum Wita menyadari keberadaannya.


"Hy!" sapa Noval pada keduanya dengan kikuk.


"Hy, kak!" balas Ningsih, ia menyenggol lengan Wita membuat gadis itu tersentak. "Ah, hh..hy!" balasnya gelagapan.


"Kakak ke sini ada perlu sama Wita kan? Sisi ke kelas dulu, kalian ngobrol aja" Ningsih yang peka akan kehadiran Noval memilih berpamitan.


"Maksud aku, aku kangen keliling Fakultas kita, gitu! Kalian tahu sendirikan, akhir-akhir ini aku sibuk nyusun skripsi?"


Ningsih tersenyum aneh, sedangkan Wita menunduk. Ia tahu itu hanya alasan Noval. Pasti cowok itu kangen akan masa-masa di mana ia sering menunggui Ningsih di depan kelas. Tanpa sadar Wita menghela nafas kecil kemudian meninggalkan Noval dan Ningsih yang berada dalam suasana canggung.


Sepeninggal Wita, Ningsih mendekati Noval. "aku tahu bukan kedua alasan tadi yang membuat Kakak berada di sini. Kakak ingin bicara pada Wita kan? Terus kenapa ngasih alasan konyol kayak gitu? Kakak tahu Wita bisa mikir macam-macam?" Ningsih memandang Noval sebal kemudian meninggalkan pria itu yang tertunduk diam. Namun, baru beberapa langkah, Ningsih kembali mendekat ke arah Noval. "Kalau Kakak masih kayak gini, aku jamin penyesalan akan mendatangi Kakak sekali lagi" setelah mengatakan hal itu, Ningsih kembali pergi meninggalkan Noval.

__ADS_1


Noval menunggu Ningsih dan Wita selesai kelas sambil makan di kantin kampus. Noval penasaran dengan maksud Ningsih pagi tadi. Ia melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian bergegas bangkit dari duduknya saat menyadari ia sudah terlambat tiga menit dari waktu pulang kelas Ningsih dan Wita.


Noval berlari menuju kelas tadi, namun sayang ia sudah tak mendapati keberadaan dua gadis itu. Ia kembali berlari ke parkiran, sayangnya hanya Ningsih yang ia dapati di sana. Buru-buru ia mendekati Ningsih untuk menanyakan keberadaan Wita.


"Wita mana Si?" tanya Noval dengan nafas ngos-ngosan. "tuh!" tunjuk Ningsih ke arah depan. Noval membelalakkan matanya saat melihat Sekertaris Juna ada di sana. Tino terlihat sedang membukakan pintu dan mempersilahkan Wita masuk ke dalam mobilnya.


"Itu...."


"Iya, itu Kak Tino. dan dia yang aku maksud, pria yang mungkin sebentar lagi akan membuat Kakak menyesal" jawab Ningsih.


"Maksud kamu?" tanya Noval bingung.


"Waktu Kakak tinggal sedikit untuk menyadari perasaan Kakak yang sebenarnya. Jangan sampai Kakak menyesal untuk ke dua kalinya" ujar Ningsih lagi.


"Si, please! Jangan buat aku jadi makin bingung!"


"Besok malam, keluarga Kak Tino akan datang ke rumah Wita. Dia berniat melamar cucu dari keluarga Anugrah"

__ADS_1


Ayo vote dan komennya jangan lupa😊


Maaf juga yah, sempat marah2. Habis mood aku langsung hancur gitu aja pas baca komenan kayak gitu****.


__ADS_2