
Up mumpung ada kesempatan.
Like, Vote dan komennya jangan lupa!
"ciyeee, yang udah akur ama laki" goda Wita saat melihat Ningsih yang baru saja turun dari Mobil milik Juna di depan gerbang.
Ningsih terkejut karena kehadiran Wita yang tiba-tiba di belakangnya. "ngagetin aja sih, Wit!" ujarnya sambil mengelus dada.
"gimana, udah legah nggak pas mutusin buat memperbaiki hubungan sama Kak Juna?" tanya Wita. Ningsih mengangguk sambil tersenyum manis.
"hmmmm. Seperti yang udah kamu bayangkan" jawab Ningsih jujur. Keduanya lalu melangkah menuju kelas sambil sesekali tertawa bersama.
Ningsih terlihat tersenyum sendiri saat membaca pesan yang Juna kirimkan padanya. Ternyata Juna adalah tipe pria yang benar-benar romantis.
"Orang yang udah punya pasangan beda yah, baca pesan aja sampai bikin senyum-senyum sendiri serasa dunia dipenuhi bunga-bunga" entah sudah keberapa kalinya godaan Wita lontarkan pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"apaan sih, Wit! jangan kuat-kuat ngomongnya, kalau orang-orang dengar gimana?" peringat Ningsih dengan berbisik sambil memperhatikan sekitarnya. Saat ini keduanya tengah duduk di kantin sambil menikmati masing-masing semangkuk Bakso dan segelas es teh.
Wita ikut mengedarkan pandangannya, lalu memperlihatkan cengiran andalannya ke arah Ningsih. " sorry!" ujarnya.
"Pulangnya kamu dijemput?" tanya Wita beralih ke topik lain.
Ningsih meletakkan ponselnya karena Juna berpamitan untuk Meeting, mengakhiri obrolan mereka melalui chat.
" iya! " jawabnya.
"mungkin masing-masing orang akan merasakan sensasi yang berbeda ketika menjadi seorang istri. Semuanya tergantung pasangan sebenarnya, juga tergantung sikap kita sih!" jawab Ningsih membuat Wita menatapnya seolah meminta penjelasan kata-katanya yang tak Wita mengerti.
"Maksud aku...gini, perasaan aku ketika menjadi seorang istri jelas bakal berbeda dengan perasaan kamu ketika kamu menjadi seorang istri juga. Semua yang kita rasakan itu tergantung bagaimana kita bersikap pada pasangan, begitupun sebaliknya bagaimana pasangan bersikap pada kita. Dan kebetulan aku dapat Kak Juna yang sifatnya emmmmm romantis, jadi rasanya yah...menyenangkan" ujarnya sambil menerawang membayangkan sikap Juna.
"Aku akan jujur satu hal sama kamu, sebenarnya walau hubungan aku sama Kak Juna sebelumnya nggak terlalu baik, tapi sikap Kak Juna sama aku dari awal emang manis" tambahnya.
__ADS_1
Wita mengangguk, sekarang ia mengerti maksud Ningsih. Yah....tidak semua perasaan pasangan yang baru menikah akan sama. karena pada nyatanya walaupun berjodoh, penyebab mereka menikah jelas berbeda-beda, terlebih juga sifat manusia yang memang dasarnya berbeda juga.
"Kalau disangkutin sama.... sorry yah, kalau aku terlalu kepo, kalau disangkutin sama usia dan masa muda kita gimana?" tanya Wita.
Ningsih terdiam sebentar. Ia jadi teringat dengan pembicaraannya bersama Juna tentang masa mudanya di saat awal pernikahan mereka.
"Aku belum terlalu yakin akan hal ini karena pernikahan aku masih tergolong baru, Tapi....Kak Juna bilang kalau dia tidak akan melarang aku melakukan apapun yang aku inginkan selagi masih dalam tahap kebaikan sih! Dia bilang dia nggak bakal ngekang aku, kalau misalnya aku mau hang out bareng teman-teman aku katanya silahkan, dia nggak akan larang. Entahlah kalau hubungan kita sudah mencapai waktu yang lama" jelas Ningsih.
Wita menganga kagum, pipinya memerah membayangkan sikap Juna pada sahabatnya itu, emang dasar Wita! Ningsih yang dimanisin malah dia yang baper. "Aaaa....Kak Juna keren banget sih! udah tampan, kaya, romantis pengertian lagi! Beruntung banget sih, kamu Si dapatin dia" ujarnya sambil menangkup tangan di kedua belah pipinya. Ningsih terkekeh mendengar perkataan Wita yang berlebihan.
"Tapi, Si! Kok aku curiga kalau sebenarnya Kak Juna itu cinta sama kamu" katanya tiba-tiba, membuat Ningsih hampir tersedak bakso yang ia telan.
Wita menatapnya curiga, membuat Ningsih hanya mampu menghela nafas pelan. Sepertinya tak ada pilihan lain, selain menceritakan semuanya pada Wita.
"Emang iya!"
__ADS_1
Di sini masih obrolan Ningsih sama sahabatnya yah. aku sengaja bikin momen-momen di mana Ningsih tidak selalu bersama Juna, karena pada nyatanya dunia Ningsih jelas bukan cuma berputar pada Juna aja. Jadi, jangan bosen bacanya😊