Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Dua Belas


__ADS_3

"Ayolah Wid, masa kamu nggak mau bantuin aku" Juna mengekori Widya memasuki ruangan wanita itu. Widya mendengus, ini sudah hari ketiga Juna memohon padanya untuk membantu menjelaskan pada Ningsih. Sebenarnya Widya bukan nggak mau, tapi dia hanya ingin sedikit mengerjai Juna. Widya benar-benar merasa lucu akan tingkah bucin Juna yang luar biasa. Widya yakin kalau bukan karena Ningsih, mana mau Juna memohon-mohon seperti ini. Terlebih lagi Widya sadar, kalau sebenarnya dia juga secara tak sengaja menjadi biang masalah rumah tangga sahabatnya itu.


"males Jun. Berjuang sendiri sana! Aku hari ini mau jalan-jalan dulu sama Mas Agung" kata Widya, ditambahi dengan bumbu mengejek dengan mengatakan akan jalan-jalan dengan Agung, suaminya.


"Ayolah, Wid! janji deh, kamu bisa minta apa aja dari aku. udah mau empat hari ini aku didiamin Ningsih, aku benar-benar tersiksa Wid" ujarnya dengan tampang memohon. Sejujurnya, perkataan Juna terdengar sangat alay, tapi jika melihat ekspresi pria itu pasti tak akan ada yang meragukan ucapannya.


"apa aja?" tanya Widya memastikan. Juna mengangguk, apapun akan ia berikan pada Widya asal Ningsih tak lagi mendiamkannya.


"Oke. Dan harus kamu ingat, janji adalah hutang" Juna mengangguk saja.

__ADS_1


"sekarang pulang deh, ganggu pemandangan di ruangan aku aja! lagian yah Jun, walaupun kamu bos nggak seharusnya kamu ninggalin kantor di saat jam kerja" Juna mendengus mendengar perkataan Widya.


"emang siapa yang buat aku bolos? kalau dari awal kamu setuju bantuin aku, mungkin sekarang aku nggak di sini" ujarnya menggerutu, membuat Widya terbahak. Kapan lagi coba, dia bisa ngerjain sahabatnya yang bucin itu.


"Udah yah, aku pamit. Assalaamu'alaikum" Pamitnya sambil meninggalkan Widya yang masih terbahak.


"Eh, Jun? Masih ngemis-ngemis minta bantuan sama Widya?" Tanya Agung saat berpapasan dengan Juna di depan ruangan Widya. Sepertinya ia akan mengunjungi istrinya. Juna mendengus dalam hati, bukannya Agung juga sama dengannya, berkeliaran saat jam kantor?


"Hmm" jawab Juna malas. Pasalnya Widya dan Agung itu satu spesies, sama-sama suka ngejekin Juna. Sebenarnya Juna, Agung sama Widya itu bersahabat semenjak SMA. Dan yah....di antara mereka ternyata ada cinta yang tumbuh, maksudnya antara Widya dan Agung. kalau Juna sudah lebih dulu terikat sama bocah cantik pemilik lesung pipit itu.

__ADS_1


Agung tertawa pelan karena respon Juna. "berhasil?" tanya Agung lagi.


ekspresi Juna seketika berubah cerah mengingat Widya yang mau membantunya.


"Iya. Tapi istrimu itu minta aku harus berikan apapun yang ia minta" jelasnya.


"Oh, ya? emang dia minta apa?" Juna mengedikkan bahunya tanda tak tahu. "Bilang sama Widya yah, mintanya nanti apapun asal jangan yang aneh-aneh" Agung lagi-lagi tertawa mendengar perkataan Juna. Dalam hati Juna menyumpah serapahi pasangan tersebut yang sialnya adalah sahabatnya. Untung aja dalam hati, coba kalau ia keluarkan. Sudah pasti ia akan kena efek bar-bar Widya, paling ringan yah.....rambutnya rontok karena jambakan.


"Tenang aja, aku yakin Widya nggak minta aneh-aneh. Paling yah....dia nyuruh kamu keliling perusahaanmu pakai Bikini" Setelah mengatakan itu Agung langsung melesat memasuki pintu ruangan Widya, meninggalkan Juna yang mengepalkan tangannya karena sangat kesal dengan perkataan Agung. Juna benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika itu benar-benar terjadi. "pasangan kampret!" umpatnya

__ADS_1


__ADS_2