Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Tujuh Puluh Empat


__ADS_3

"Sudah lama nunggunya?" Tanya Bimo saat sampai di samping meja yang ditempati Ningsih.


"Lama pake banget!" Jawab Ningsih membuat Bimo meringis merasa bersalah.


"Maaf!"


Ningsih terkekeh pelan, padahal dia hanya bercanda tadi. "Nggak apa-apa kok Kak. Salah Sisi juga sih, karena nggak ngabarin dulu".


Mata Bimo tak sengaja teralih pada tangan Ningsih dan Juna yang saling menggenggam. Alisnya berkerut penasaran, namun sebisa mungkin tak ia tampakkan.


"Duduk Kak!" Ningsih mempersilahkan Bimo duduk tepat di kursi yang berhadapan dengan Juna. Bimo menurut.


"Oh, ya! Kenalin, ini Kak Juna. Dan Kak Juna, ini Kak Bimo" ujar Ningsih memperkenalkan.


"Bimo"


"Juna"


Keduanya saling bersalaman, dan saling melemparkan senyum ramah.


"Kak Bimo ini pemilik kafe ini loh Kak, hebat kan?" Ningsih menerangkan pada Juna tentang Bimo.

__ADS_1


"Ooh, pantasan tadi kamu nanya bos mereka pada pelayan itu" Juna mengangguk mengerti.


Juna terdiam sebentar. Bimo! Sepertinya nama itu pernah ia dengar, tapi Juna tak tahu di mana. Sedangkan Bimo memperhatikan keakraban Ningsih dengan Juna. Ia penasaran ada hubungan apa sebenarnya di antara mereka.


"Sisi hampir lupa bilangnya sama kakak. Kak Juna ini suami Sisi" Bimo terkejut. Akhirnya rasa penasarannya terjawab. Ia memaksakan senyumnya terukir, "oh, suami kamu yah! Selamat kalau gitu, untuk......pernikahan kalian!" Ujarnya terbata.


Ningsih mengangguk antusias. "Makasih, Kak!"


"Oh, ya! Kalian udah pesan?" Tanya Bimo, berusaha mengalihan pembicaraan.


"Sudah kok Kak!" Jawab Ningsih. Juna masih dalam mode diam, dia berusaha memutar otaknya di mana ia pernah mendengar nama Bimo.


Bimo terlihat berpikir, kemudian menggeleng. "Kayaknya enggak! Ini pertemuan pertama kita" ujarnya, namun tak menjawab rasa penasaran Juna.


"Tapi kok aku kayak pernah dengar nama kamu gitu yah?" Juna masih berusaha mencari tahu.


"Iyalah Kakak pernah dengar namanya. Bimo itu teman sekolahnya Kak Tania waktu SMP" ucap Ningsih.


Ah! Sekarang Juna ingat. Bimo itukan cowok yang kata Ardi dan Tania adalah cowok yang Tania cintai. Pantas saja ia seperti mengenal nama itu.


Bimo terdiam saat nama Tania disebut. Diam-diam dia tersenyum miris membayangkan kisah cintanya. Dihianati dan ditinggal menikah oleh orang yang ia cintai, sekalinya ia jatuh cinta lagi, jatuh cintanya ternyata pada wanita yang suda bersuami. Kenapa kisah cintanya selalu berakhir menyedihkan?

__ADS_1


Ya, Bimo memang jatuh cinta pada Ningsih. Gadis kecil yang dulu selalu ia belikan eskrim bersama Tania. Pertemuannya dengan Ningsih beberapa hari lalu menyisakan debaran yang tak biasa di jantungnya. Ia selalu terbayang senyum menawan gadis itu, tingkah ceria juga manjanya, kadang Bimo tersenyum sendiri layaknya orang gila mengingat Ningsih. Namun sayang, berkali-kali disayangkan, ternyata gadis itu telah bersuami.


"Kak Bimo, kok melamun?" Pertanyaan Ningsih menarik kembali Bimo dari lamunan tentang kisah cintanya.


"Ah! Enggak apa-apa kok!" Ujarnya.


Ningsih memandang Bimo penuh rasa bersalah. Ia yakin Bimo teringat akan Tania saat Ningsih menyebut nama sepupunya itu tadi.


"Maaf kalau Sisi tadi nyinggung masalah Kak Tania!" Ringisnya tak enak.


"Ah! Bukan itu kok, enggak apa-apa. Lagian, aku udah biasa aja!"


Ningsih menatap Bimo terkejut. "Benaran?" Tanyanya.


Bimi mengangguk. "Iya. Lagian itukan udah beberapa bulan, masa Kakak harus selalu bertahan dengan sakit itu selamanya?!"


Ningsih tersenyum mendengar perkataan bijak Bimo, meski ia sedikit tak percaya. Ia beralih menatap Juna yang sedari tadi diam. Ningsih berdecak kesal saat melihat Juna tengah melamun. Astaga, kenapa satu disadarin, yang satunya jadi? Kenapa Bimo dan Juna jadi suka melamun sih sejak tadi? Apa Ningsih salah memperkenalkan mereka?


vote, like dan komennya jangan lupa.


di episode-episode selanjutnya, perlahan Ayah dari anak yang dikandung Tania akan mulai terungkap. ingat! perlahan yah, bukan langsung! Jadi, silahkan like, vote dan komen sebanyak-banyaknya biar aku up-nya cepat.

__ADS_1


__ADS_2