Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Empat Puluh Tujuh


__ADS_3

Like, vote dan Komennya jangan lupa😊


Kak Noval


'Kafe depan kmpus, slesai klas kamu'


Begitulah isi pesan Noval yang dibaca Ningsih ketika ia baru saja selesai menyerahkan tugasnya pada Dosen.


Ningsih menghembuskan nafasnya dengan keras, ia berpikir mungkin ini waktunya ia jujur pada Noval tentang hubungannya dengan Juna. Ningsih tak mungkin menyembunyikan ini selamanya kan? Apalagi hubungan Noval dan Juna adalah saudara sepupu. Bukankah lebih baik mengungkapkan kejujuran walaupun pahit?


Ningsih tahu, walau bagaimanapun setelah ini hubungannya dengan Noval akan renggang. Begitupun hubungan Noval dengan Juna.


Dengan ragu, ia membalas pesan Noval.


'Oke'


Balasnya kemudian. Terkirim! Ningsih menutup matanya sejenak, lalu kembali melangkah menuju Kelas yang akan ia masuki pagi ini.


"Udah datang aja!" Ujar Wita saat menemukan Ningsih sudah duduk di dalam kelas. Ningsih mengangguk "ngantar tugas yang kemarin ketinggalan itu loh!" Jawabnya membuat Wita mengangguk sambil membulatkan mulutnya membentuk huruf 'o'.

__ADS_1


"Wit, tadi Kak Noval mergokin aku turun dari Mobil Kak Juna" Wita mengalihkan tatapannya pada Ningsih dengan penuh.


"Terus?" Tanyanya.


"Wajahnya keliatan kecewa banget! Aku nggak tahu kenapa, tapi....aku ngerasa ada sesuatu yang buat Kak Noval kayak gitu" ujarnya.


"Maksud kamu dia tahu tentang hubungan kamu sama.....?" Wita sengaja menggantung ucapannya.


Ningsih menggeleng pelan, "aku nggak tahu, aku juga takut menebak-nebak"


Wita mengangguk paham, kemudian keduanya terdiam. "Menurut kamu, kalau aku jujur sekarang gimana Wi?" Tanya Ningsih memecah keheningan di antara keduanya. Kelas mereka memang masih sepi, karena ini masih terlalu pagi.


Wita menatap Ningsih penuh tanya. "Maksud aku..... aku mau jujur sama Kak Noval tentang semuanya" katanya menjelaskan.


"Aku nggak yakin, tapi... bukannya itu lebih baik? Aku sudah memutuskan menerima Kak Juna di hidup aku, walau bagaimanapun posisinya dia tetaplah suamiku. Aku rasa aku terlalu egois jika aku tetap mempertahankan Kak Noval dengan cara nggak jujur ke dia" katanya dengan pelan.


Wita menepuk pundak Ningsih dengan senyum mengembang. "Menurut aku, keputusan yang kamu ambil adalah yang terbaik. Hubungan kamu sama Kak Juna itu adalah hubungan yang sakral, Si. Sedangkan kamu sama Kak Noval? Hubungan kalian masih belum jelas kan?" Ujar Wita.


Ningsih mengangguk mengiyakan. "Aku tahu, selama ini hubungan kamu sama Kak Noval ngegantung karena keraguan kamu. Kamu tahu kenapa kamu ragu sama dia?" Tanya Wita. Ningsih menggeleng. Benar, selama ini Noval memang sering membuat hubungan mereka lebih dari teman. Tapi hati Ningsih belum yakin entah kenapa.

__ADS_1


"Jawabannya hanya satu. Kamu...nggak sepenuhnya mempercayai Kak Noval. Atau bisa aku katakan, kamu nggak sepenuhnya memberikan hati kamu sama dia, karena kamu takut terluka" perkataan Wita membuat Ningsih terdiam.


Benar. Ningsih memang mencintai Noval. Tapi ia ragu memberikan semua hatinya pada pria itu, karena takut merasakan sakit untuk ke sekian kalinya. Ningsih bahkan sering meragukan apakah Noval memang benar-benar mencintainya atau tidak.


"Udah ah, sebentar lagi Dosen masuk. Anak-anak udah mulai banyak juga, jadi kita fokus ke mata Kuliah aja" kata Wita karena melihat Ningsih yang tengah melamun.


Ningsih melangkah perlahan memasuki kafe tempat ia dan Noval janjian tadi. Matanya mengitari seluruh bagian Kafe tersebut, akhirnya ia menemukan keberadaan cowok itu. Ia mendekat, berdehem pelan sebelum mendudukkan diri di depan Noval.


Lama keduanya berdiam. Akhirnya Noval memilih membuka suara duluan.


"Sejujurnya....aku kecewa sama kamu" katanya pelan namun mampu menohok hati Ningsih.


Ningsih hanya diam, Noval pun diam tak melanjutkan kata-katanya.


"Kenapa? Apa gara-gara balasan chat dari Kak Juna waktu itu?" Tanya Ningsih hampir tak terdengar.


"Salah satunya. Tapi yang aku lebih kecewa adalah  tentang kamu sama Mas Juna" ujarnya membuat tubuh Ningsih seketika menegang.


**Assalaamu'alaikum warahmatullah!

__ADS_1


Maaf yah, dua hari nggak up. Soalnya aku lagi sakit, jadi yah gitu.


Oh yah, aku punya cerita baru loh. Judulnya Kisah Cinta Salju dan Kutub, kalau penasaran langsung cek yah! Di jamin, nggak kalah seru sama kisah Ningsih sama Juna**.


__ADS_2