Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Dua Puluh Lima


__ADS_3

Sejak hari itu, Juna sering mengunjungi tempat tersebut walau hanya sekedar melihat dari kejauhan interaksi antara Nenek penjual kue dan Sisi kecil. Setiap jam pelajaran, Juna selalu melirik jam tangannya, sekedar memastikan waktu istirahat untuk anak SD sudah mulai, dan ia akan melesat pergi walau belum jam istirahat sekolahnya.


Seperti saat ini, ia sedang memarkirkan motornya di pohon yang berseberangan dengan gerbang sekolah tempat Sisi berada. Tadi ia sempat alasan ke toilet karena gurunya masih mengoceh walau jam mata pelajarannya telah selesai. Dengan kecepatan di atas rata-rata, Juna mengendarai motornya ke tempat ini. Untung saja nggak ada polisi. Juna kan masih di bawah umur, belum punya SIM, belum lagi naik motornya ugal-ugalan.


Setelah gadis kecil itu masuk ke gerbang sekolahnya karena bel sudah berbunyi, meninggalkan si nenek yang masih tetap stay di tempatnya karena jualannya belum laku, Juna berencana untuk pulang balik.


Sebelum pulang, Juna mendekati si nenek, ia melihat jajanan Nenek itu masih banyak yang belum laku. Ia berininsiatif membeli kue-kue tersebut semuanya. Untuk ngabisinnya nggak usah pusing, Juna bisa bagi-bagi ke temannya.


"Assalaamu'alaikum Nek!" sapanya pada nenek itu dengan ramah.


Si Nenek menatap Juna tersenyum "Wa'alaikumsalaam" jawabnya.


"Dagangan nenekasih banyak yah?!" tanya Juna sekedar basa basi.


"Iya, nak! hari ini baru lima potong kue aja yang terjual" ujarnya sendu. Juna mengangguk "gimana kalau aku borong semua kue nenek?"

__ADS_1


Nenek terperangah, ia menatap Juna ragu. "semuanya? benaran nak?" tanya si Nenek sedikit tak percaya.


"iya nek, semuanya" jawab Juna mantap.


"tapi nak, kue-kue ini semuanya untuk siapa? terus, kamu kan masih sekolah. kuenya juga masih banyak, nggak rugi apa uang jajan kamu?"


Juna menggeleng pelan. ia tersenyum kecil "nggak kok Nek. lagian Juna jarang jajan, jadi uangnya hanya kesimpan di saku aja. Dan dari pada cuma kesimpan gitu aja, mendingan Juna beliin jajanan Nenek" jawabnya.


Si nenek tersenyum haru. Anak ini masih kecil, tapi hatinya benar-benar baik. Akhirnya ia mengiyakan dan langsung membungkus semua kuenya untuk Juna bawa.


"ooh, anak kecil yang perempuan?" tanya si nenek. Juna mengangguk "bukan Nak. Sisi itu bukan cucu nenek, maksudnya cucu kandung gitu. Tapi nenek udah nganggap dia cucu gitu, habis anaknya baik sih, terus manja juga kalau sama nenek".


Juna terkejut mendengar penjelasan si nenek. Rupanya anak kecil itu benar-benar berhati baik. Buktinya ia bisa menyayangi si nenek dengan tulus walau mereka tak punya hubungan keluarga. Juna dapat melihat betapa besar kasih sayang yang tulus yang terpancar dari Sisi untuk si nenek, begitupun sebaliknya. Juna merasa, ia semakin tertarik dengan gadis kecil tersebut.


"Ini Nak, semuanya sembilan puluh ribu" ujar si nenek sambil menyodorkan kue-kue yang telah ia bungkus ke dalam plastik.

__ADS_1


"makasih, nek!" Juna menerimanya dengan senyum, lalu memberikan tiga lembar uang seratus ribu untuk si nenek.


nenek mengerutkan alisnya bingung. "ini kebanyakan Nak" katanya sambil mengembalikan uang tersebut ke tangan Juna.


"nggak kok Nek! terimah ya Nek, itung-itung sebagai modal buat beli bahan kuenya. Oh ya, Nenek jangan tersinggung yah, Juna nggak ada maksud apa-apa kok. lagian Juna senang bisa bantu nenek, karena seharusnya orang seumuran nenek kan sudah harus diam di rumah aja. Tapi nenek tetap semangat nyari uangnya, dan Juna kagum sama hal itu" jelasnya takut menyinggung perasaan si nenek.


"benaran, nak? ini semua buat nenek?" pancaran bahagia terlihat di wajah nenek itu. Juna mengangguk semangat, ia bersyukur si nenek tak tersinggung.


"Makasih banyak yah nak! makasih banyak! kamu benar-benar anam yang baik"


"sama-sama nek. Oh ya, panggil aja aku Juna nek! soalnya, mulai sekarang aku akan sering datang ke sini buat beli jajanan nenek" katanya sambil mencoba satu kue, dan kejutan. rasanya benar-benar lezat di mulut Juna.


"makasih nak Juna! ya udah,nenek tunggu yah kedatangannya nanti. sekalian nenek kenalin sama anak kecil yang nak Juna tanya tadi, Sisi pasti senang ketemu anak baik kayak kamu" Juna berbinar mendengar kalimat nenek itu. Aaah, ternyata benar. kalau kita berbuat baik, Allah akan memudahkan semua keinginan kita. Dan benar, Allah sepertinya membuka jalan untuk Juna agar mengenal Sisi lebih dekat berkat memborong semua kue milik nenek ini.


Ramaiin vote, like dan komentarnya dong readers😊

__ADS_1


__ADS_2