
vote, like dan komennya jangan lupa.
Juna mendekati Dokter yang baru saja keluar dari ruangan tempat Ningsih ditangani. Penampilannya acak-acakan, matanya sedikit membengkak akibat menangis karena khawatir dengan keadaan sang istri. Terlebih Juna melihat ada cairan yang berwarna merah merembes sampai ke betis Ningsih tadi.
"Bagimana keadaan Istri saya Dok?" tanya Juna.
Dokter tersebut terdiam sebentar membuat Juna semakin gelisah.
"Alhamdulillah, kondisi istri anda baik-baik saja, tinggal menunggu siuman. Tapi....." Dokter tersebut terlihat ragu melanjutkan kalimatnya.
"tapi apa Dok?" desak Juna.
"Tapi....Bayi dalam kandungannya tidak terselamatkan. Istri anda keguguran" jawab so Dokter membuat Juna syok seketika.
"Maksud Dokter....Istri saya lagi hamil?"
Dokter ber-name tag Anggita itu mengangguk. "Iya. usianya baru delapan minggu. Sayang bayinya tak dapat diselamatkan karena sepertinya, perut istri anda membentur lantai dengan keras saat terjatuh" jelas Dokter Anggita.
Air mata Juna kembali lolos dari kedua belah matanya. Ia merasa bodoh karena tak peka dengan perubahan Ningsih akhir-akhir ini. Juna juga menyalahkan dirinya sendiri tidak becus menjadi seorang suami, sehingga ia harus kehilangan anaknya bahkan sebelum ia ketahui.
"Saya permisi dulu, Pak! mari!" bahkan pamitan dari Dokter Anggita tak lagi ditanggapinya. Juna terduduk di lantai Rumah sakit karena kakinya terasa lemas saat mendengar berita tersebut.
__ADS_1
"Aku bodoh! aku......aku suami dan Ayah yang gagal!" racaunya dalam tangis.
.....................................................
Ningsih membuka matanya perlahan. Ia meringis merasakan sakit di perutnya. Juna yang sedari tadi menunggu di samping ranjang Ningsih langsung memeluk gadis itu saat menyadari Mata Ningsih sudah terbuka.
"Sayang, kamu baik-baik aja? ada yang sakit?" cecarnya.
"perut aku sakit Kak!" jawab Ningsih membuat Juna menegang.
"Kakak panggilin Dokter yah?" ujar Juna. Ningsih menggeleng "nggak usah Kak. nggak terlalu sakit juga kok" jawab Ningsih.
"Sayang, gimana keadaan kamu?"
"sebenarnya apa yang terjadi?"
"sayang, kamu nggak apa-apakan?"
"Juna, kamu gimana sih nggak becus jaga istri kamu? sampai-sampai menantu Papa ini masuk rumah sakit gini. gimana keadaan kamu sayang?"
pertanyaan berbeda dari empat orang yang bari datang itu membuat keduanya melongo karena bingung ingin menjawab yang mana dulu.
__ADS_1
Ningsih menghela nafas pelan. Ia menoleh pada Ana, mamanya "untuk Mama, Sisi udah baik-baik aja sekarang"
lalu beralih pada sang Papa "untuk Papa, Sisi cuma jatuh di kamar mandi tadi dan pingsan karena syok". Ia berdiam sebentar sebelum beralih pada kedua mertuanya.
"untuk Mama Nela, Sisi nggak apa-apa. Dan untuk Papa Bowo, ini bukan kesalahan Kak Juna. Sisi aja yang kurang hati-hati. Yang pentingkan Sisi sekarang udah baik-baik aja" jawabnya di akhiri dengan senyuman manis agar jawabannya terlihat meyakinkan.
"Alhamdulillah kalau sekarang kamu udah baik-baik aja. Mama sangat cemas tahu pas Juna bilang kalau kamu kegu...." Nela langsung menghentikan kalimatnya saat menyadari apa yang ia ucapkan.
"Maksud Mama? Aku kenapa tadi? 'kegu' apa?" Tanya Ningsih. Perasaannya was-was.
"kok semua diam?" desaknya membuat kelima orang tersebut kebingungan ingin menjawab apa.
Tadi Dokter Anggita mengatakan pada Juna, kalau sebaiknya untuk sekarang mereka menyembunyikan dulu tentang masalah keguguran itu. Karena Dokter Anggita menyadari sesuatu melalui penjelasan Juna. Kemungkinan pasangan tersebut tak menyadari kalau tumbuh benih cinta di perut sang Istri. Takutnya saat diberi tahu nanti, Ningsih akan stres dan menyalahkan dirinya sendiri, dan hal itu tentu tak berdampak baik dengan kesehatannya. Lebih baik mereka mengatakan nanti di saat kondisi Ningsih sudah stabil.
"enggak. Mama salah ngomong saking hawatirnya, hehehe" ujar Nela berusaha tak memperlihatkan kegugupannya. Ningsih akhirnya memilih percaya saja, meski ia merasa di hatinya masih ada yang mengganjal.
Double up? iya. karena aku punya alasan. nih, di bawah alasannya, mohon dibaca😊
**Aku cuma mau bilang, beberapa hari ke depan mungkin aku belum up, karena.....kuota aku sudah habis😊
Jadi, mohon bersabar yah, karena aku harus ngumpul duit dulu buat beli kuota. Apalah daya akun, si mahluk yang masih harus berjuang hanya untuk membeli kuota. Jadi....mohon dimaklumi yah😊**
__ADS_1