
"Wulan?" gumam Ishak saat matanya menangkap sosok seorang gadis yang tengah mendorong motornya di jalan. Ishak menajamkan penglihatannya, semakin dekat ia semakin yakin kalau sosok itu benar-benar Wulan.
Ishak menghentikan mobilnya tepat di samping Wulan yang terlihat tengah kesusahan mendorong motornya. Di atas motor tersebut ada tas keranjang yang Ishak tebak berisi jajanan yang akan gadis itu jual di Sekolah.
"Wulan? Motornya kenapa?" Tanya Ishak saat sudah turun dari Mobil miliknya.
Wulan tersentak kaget saat mendengar teguran itu. Ia menoleh, menatap Ishak dengan mata memicing.
"Kamu....."
"Saya Ishak. Yang beberapa hari lalu ngantarin adik kamu!" potong Ishak saat Wulan berusaha mengingat siapa pemuda itu.
"Oh. Yang ngantarin Ilham itu yah?" tanya Wulan sedikit ragu.
"Iya"
Wulan mengangguk, Ia ingin kembali melanjutkan mendorong motornya mencari bengkel yang buka sepagi ini, Ishak yang melihat hal tersebut segera menahannya.
__ADS_1
"Biar aku antarin kamu ke Sekolah. Kamu mau ke Sekolah kan?"
Wulan terkejut, dari mana Ishak tahu? pikirnya. "Saya tahu dari Ilham. Dia bilang kamu bantu Nenek jualan di Sekolahkan?" ucap Ishak seolah tahu apa yang dipikirkan gadis itu.
"Oh, gitu. Tapi Mas Ishak nggak perlu bantuin saya. Mas duluan aja, dan terimakasih atas tawarannya" tolak Wulan.
Ishak menghela nafas pelan. "Kamu yakin? Lagian, ini masih sangat pagi. Belum tentu ada bengkel yang buka jam segini" ujar Ishak.
Wulan terdiam berfikir. Benar apa yang Ishak katakan. Jarang ada bengkel yang buka sepagi ini. Tapi....ini cowok kenapa bisa di sini yah? padahal baru pukul 6.00. Dia dari mana coba sepagi ini?
Wulan menggelengkan kepalanya saat tersadar kalau ia seolah penasaran akan cowok di hadapannya itu.
"Eh? I...iya?"
"Jadi kamu mau aku anterin? ya udah, ayok!"
Wulan melongo menatap Ishak. Perasaan ia tadi bertanya pada cowok itu, bukan setuju akan tawarannya.
__ADS_1
"Eh, Mas. Bukan gitu. Aku....aku nggak apa-apa dorong motor ini nyari bengkel. Mas Ishak duluan saja!" ujarnya.
"Yakin? Bukannya kalau kamu nyari-nyaro bengkel, kami bakal datang lebih lambat dari biasanya? bagaimana kalau ada anak-anak yang ingin sarapan di lapak kamu?" Ishak masih berusaha merayu. Ini kesempatannya untuk berusaha mendekati Wulan, bahkan ia melupakan apa yang dikatakan sang Mama.
"Ehm....." Wulan terlihat ragu.
"Ayo! Motor kamu taruh di sini aja. Nanti aku hubungin montir langganan aku. Sama sekalian kalau udah selesai suruh langsung antarin ke Sekolah sana!"
Akhirnya Wulan mengangguki ajakan Ishak, meski terlihat sedikit ragu. Ishak membantu Wulan memindahkan barang yang dibawa Wulan ke dalam mobilnya, kemudian mempersilahkan gadis itu masuk.
"Kamu udah lama jualan di sana?" tanya Ishak saat Mobil yang mereka kemdarai sudah mulai berjalan.
"Lumayan lama" jawab Wulan singkat. Jelas saja ia masih sadar siapa dan orang seperti apa yang berada di sampingnya, makanya ia memilih diam sedari tadi.
Ishak berusaha memutar otaknya mencari pertanyaan agar ia bisa mengobrol banyak dengan gadis itu.
"Kamu jualan apa aja?" tanya Ishak lagi.
__ADS_1
"Nasi Goreng, Mie Ayam, Mie Bakso, kue juga ada" jawab Wulan lagi. Ia duduk sedikit tak nyaman di kursinya. Bukan karena mobil itu tak nyaman, hanya saja ia sedikit tak suka mengobrol dengan orang-orang kaya seperti Ishak ini contohnya. Kalau bukan karena terpaksa, mana mau ia menerima tawaran Ishak dan berakhir di dalam Mobil ini.
Aku akan mulai aktif up-nya. maaf jika kalian menunggu kelamaan. Like, vote dan komentarnya jangan lupa.