
Assalaamu'alaikum, semuanya.
Oh yah, kali ini saya mau menjawab beberapa pertanyaan dari kalian di kolom komentar. Jadi, mohon dibaca dan diperhatikan baik-baik yah!
Kenapa novel ini mirip novel sebelah?
jawab : gini yah teman-teman. Saya juga kurang tahu kenapa. Tapi kalau menurut kalian benar-benar mirip, silahkan lihat tanggal up-nya. Bukannya bagaimana, hanya saja saya merasa nggak nyaman pas banyak orang yang nyama-nyamain, seolah saya meniru karya orang lain. Jangan mentang-mentang karya sana banyak peminatnya, seolah-olah kalian menyudutkan saya. Makanya sekali lagi saya bilang, ini hasil pemikiran saya, dan silahkan lihat tanggal upnya Demi apapun saya berani bersumpah. Tapi bukan berarti saya nuduh atau apapun yah, masalah sama atau apa saya nggak masalah. saya cuma ingin kalian nggak menyama-nyamakan lagi hasil pemikiran saya dengan orang lain seolah saya peniru.
Ningsih kenapa cengeng banget?
Jawab : Namanya perempuan, kalau dia punya masalah berat yah bisanya nangis dulu, baru berpikir cara penyelesaiannya. Karena hakekat perempuan, yang pertama diandalinnya itu hati dulu, baru otak.
Ningsih kok kayak nggak tahu diri? Ningsih kok makin songong sama Juna?
Jawab : Ningsih kayak gitu bukan karena nggak tahu diri. Dia cuma butuh waktu, karena semua yang terjadi itu tiba-tiba baginya. Dan terbuktikan, dia akhirnya luluh pada Juna? Masalah songong, kan sudah saya jelaskan. Dari dulunya Juna sangat suka membuat Ningsih kesal. Makanya Ningsih bersikap kayak gitu walau Juna sudah secara terang-terangan memperlihatkan perasaannya.
__ADS_1
Kok jadi kayak Wita yah, yang pemeran utamanya dibanding Ningsih? Kenapa Wita lebih baik daripada Ningsih?
Jawab : Kita lihat di kehidupan kita aja yah. Di hidup kita itu, kita sendiri yang jadi pemeran utamanya. Tapi, kadang menurut orang lain atau bahkan diri kita sendiri, ada seseorang yang lebih baik daripada kita. Bukan berarti mentang-mentang Ningsih pemeran utamanya dia menjadi karakter yang sempurna. Realistis aja, di dunia ini nggak ada mahluk yang sempurna.
Kok di sini cowoknya doyan nangis?
Jawab : Mereka nangis nanti di momen-momen tertentu yah, nggak setiap saat. Ingat, walau lelaki kuat, bukan berarti mereka nggak bisa nangis. Mereka akan nangis jika masalah itu benar-benar berat bagi mereka. Bahkan terkadang, air mata lelaki itu lebih tulus dibandingkan perempuan.
Jawab : sebenarnya flashbacknya itu kalimatnya nggak banyak. Hanya saja, saya kan memuat kata setiap capter itu hanya lima ratusan. Jadinya, memakan capter yang lebih banyak. Kalau jumlah kata masing-masing capter saya jadikan dua ribuan kata, mungkin hanya akan ada lima capter.
Flashbacnya terlalu banyak, saya lompat aja yah tor.
__ADS_1
Jawab : Silahkan. Hanya saja, semua penjelasan di flashback itu lengkap, di sana memuat sebab akibat. Jadi, kalau kalian lompat, takutnya pas selanjutnya bakal bingung-bingung. Bacaannya jadi nggak nyambung. Atau mungkin kalian bertanya hal yang padahal sudah terjawab di sana.
Kenapa nggak langsung jujur aja sih, kan alurnya jadi mutar-mutar.
Jawab : Kalau langsung jujur dan langsung ngasih penjelasan di awal, berarti langsung tamat. Entar kalian ngeluh lagi, kenapa nggak dipanjangin? kenapa udah tamat aja? iyaka?!
Lanjut thor, atau semangat thor.
Jawab : Untuk yang ini bukan pertanyaan yah, tapi dukungan. Dan saya bersyukur atas hal itu. Berarti banyak yang menunggu cerita ini up. Dan mereka adalah penyemangat saya kalau lagi nggak mood nulis. Jadi, terima kasih untuk kalian. Asal kalian tahu, hanya dengan kalimat lanjut, atau semangat, itu bisa seketika mengubah mood saya.
Satu hal yang saya minta, mohon hargai karya saya. Hargai hasil pemikiran saya. Oh yah, bacanya jangan ngegas yah. Soalnya saya nggak lagi marah-marah😊
Mungkin saya akan up, tapi sebentar lagi. Saya ingin menyampaikan unek-unek saya dulu pada kalian. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabatakaatuh😊
__ADS_1