
Jangan lupa baca karyaku yang lain😊
Noval semakin merasa aneh dengan tingkah Wita. Noval merasa, akhir-akhir ini gadis itu menjauhinya. Perasaan sebelumnya mereka nggak punya masalah deh, walaupun Wita suka pakai urat kalau ngomong sama dia. Tapi kalau masalah sampai membuat hubungan mereka menjauh rasanya nggak ada. Lalu kenapa Wita menjauhinya? Apa Noval tanya pada Ningsih saja? Tapi.....Noval sampai saat ini belum mampu berbicara berdua saja dengan Ningsih. Karena kenyataannya, nama Ningsih masih menempati seluruh hatinya. Sekuat apapun Noval mencoba melupakan Ningsih, sayangnya sang hati tetap mempertahankan nama itu sebagai penghuninya.
Noval melangkah cepat saat melihat Wita berjalan tak jauh di depannya.
"Wita!" Teriaknya.
Gadis itu berbalik, kemudian kembali mempercepat langkahnya saat melihat pelaku yang memanggil namanya.
Noval semakin mengejar Wita dan langkahnya terhenti saat gadis itu berbelok menuju Toilet. "Dia lari gara-gara kebelet kali yah? Bukan karena dengar aku manggil dia?" Gumam Noval.
Noval akhirnya berbalik meninggalkan tempat itu. Sedangkan di balik pintu Toilet, Wita menghela nafas legah saat mengintip ternyata Noval sudah pergi.
"Kamu ngapain Wita?" Tanya Tini, salah satu teman sekelasnya dan Ningsih.
"Hah? Emm....enggak!" Jawabnya cepat.
"Kamu kok kayak dikejar-kejar orang? Lihat tuh, muka kamu aja keringatan"
Wita reflek menyeka keringat yang membanjiri wajahnya. Wita mendengus, orang lain jatuh cinta liat pujaan hatinya berbunga-bunga. Nah Wita? Malah gemetaran dan keringatan seperti dikejar setan.
__ADS_1
"Engg....tapi kamu jangan ember yah!" Bisik Wita, Tini yang penasaran pun hanya mengangguk.
"Aku tadi liat penampakan"
Wajah Tini seketika memucat, keringat pun ikut membanjiri wajahnya.
"Bbe..benaran?" Tanya Meli tergagap.
"Iya. Ya udah ayo, kita keluar. Takutnya ia nyusul ke sini kan makin seram" Wita menarik tangan Tini keluar dari Toilet. Gadis itu rasanya ingin terbahak saat merasakan tangan Tini yang dingin. Berarti teman sekelasnya itu percaya dong sama kebohongannya. Kayaknya Wita akhir-akhir ini sering bohong kalau berurusan dengan cowok yang bernama Noval itu.
Ningsih melirik bingung ke arah Wita dan Tini yang memasuki kelas dengan raut aneh.
Ningsih menatap Wita dengan pandangan bertanya, yang hanya dibalas anggukan cepat gadis itu. Ningsih membiarkan Tini mengambil tempat duduk terlebih dahulu lalu ia menarik Wita.
"Aku tahu kamu bohong. Kamu bukan salah seorang dari orang yang suka melihat hal-hal ghoib, deh!" Bisik Ningsih.
Wita meringis pelan, ini susahnya mempunyai sahabat yang mengenal kita luar dalam. Kita sama sekali nggak bisa bohong.
"Nanti deh aku cerita. Bentar lagi kelas kita bakalan dimulai. Tuh lihat, Dosen kita udah datang!" Tunjuknya pada seorang wanita paruh bayah yang memasuki kelas mereka. "Ya udah deh!" Pasrah Ningsih.
"Jadi kamu ngehindarin Kak Noval?" Tanya Ningsih kaget saat Wita menceritakan semuanya.
__ADS_1
"Iya. Mau bagaimana lagi, aku bingung harus bersikap kayak gimana pas kamu nyadarin aku kalau aku suka sama dia!"
"Astaga Wita! Kamu sadar nggak sih? Pasti Kak Noval udah bertanya-tanya sama sikap kamu" ujar Ningsih gemas.
"Aku tau....tapi, ah! Aku benaran bingung, Si"
Ningsih mendengus geli "dulu aja ada yang sok-sokan nasehatin aku masalah percintaan. Giliran jatuh cinta, tingkahnya lebih labil daripada anak SMP" cibirnya.
"Menurut aku yah, kamu nggak usahlah Wi, ngindarin Kak Noval kayak gitu. Setidaknya, kamu harus membiasakan diri kamu sama perasaan kamu itu. Kalau kamu menghindar terus, lalu sampai kapan kamu akan berlaku kayak gitu? Dan hubungan pertemanan kamu sama Kak Noval pasti bakalan menjauh" nasehat Ningsih.
"Tapi Si..."
"Kamu coba aja dulu. Kalau kamu memghindar terus, Kak Noval akan capek mengejar kamu dan dia bakal menjauh" tambahnya lagi.
"Lebih bagus seperti itu, kayaknya Si"
Ningsih lagi-lagi mendengus melihat kekeras kepalaan Wita. "Terserah deh Wi. Entar kalau Kak Noval dapat yang lain aku jamin kamu bakal nangis bombay" Dan Wita terdiam seketika. Ia jelas tak rela kalau Noval bersama yang lain. Mana ada cewek yang rela kalau cowok yang ditaksirnya suka sama orang lain?
Ayo like, vote dan komennya.
Biar aku tahu seberapa antusias kalian pada cerita ini. Masa beberapa hari ini like sama komennya menurun drastis? apalagi votenya. Padahal kan aku udah mulai up setiap hari. Ayolah, aku juga butuh semangat. Jadi, jangan lupa tinggalkan jejak yah😊
__ADS_1