Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Enam Puluh Lima


__ADS_3

vote, like dan komennya jangan lupa😊


Ningsih menuruni taksi dengan pelan. Ia memandang ke arah rumahnya dengan ragu. Entah kenapa, meski tadi mengiyakan apa yang dikatakan Wita, tapi ia merasa hatinya masih belum siap. Ia takut, jawaban yang ia dapatkan nanti tak sesuai keinginannya.


Ningsih melihat Mobil Juna sudah terparkir di halaman rumah mereka. Dengan menghembuskan nafasnya pelan, akhirnya ia melangkah memasuki rumahnya.


"Assalaamu'alaikum" Ucapnya.


"Wa'alaikumsalaam" jawab Juna sambil mendekat ke arah Ningsih yang terdiam di depan pintu.


Juna langsung membawa gadis itu ke dalam pelukannya, namun sebelumnya tak lupa ia melakukan kebiasaannya, yaitu mencium pelipis Ningsih.


"Gimana sayang, keadaan Wita?" Tanya Juna.


Ningsih memaksakan senyumnya pada Juna, "dia baik-baik aja Kak!" Jawabnya berusaha seperti biasanya.


"Oh, tapi kok Kakak rasa kamu kayak aneh gitu. Bahkan selesai salam kamu cuma berdiri di depan pintu terus kayak gelisah, Kakak pikir Wita kenapa-napa" jelas Juna. Ningsih menelan salivanya kasar, ternyata Juna sangat peka terhadapnya.

__ADS_1


"Nggak kok Kak. Aku tadi cuma...ah, iya itu! Aku pikir tadi ponsel aku kelupaan di taksi, ternyata enggak!" Jawabnya berbohong. Juna mengangguk mengerti.


"Ya udah Kak, aku ke atas dulu. Mau mandi, udah gerah" ucap Ningsih hendak berpamitan. Namun ia mengurungkan niatnya karena  Juna menahan pergelangan tangannya sambil menatapnya dalam.


"Kak! Kenapa Kakak natap aku kayak gitu?" Tanya Ningsih. Jantungnya bahkan sudah berdebar kencang melihat tatapan Juna. Ningsih bingung bagaimana perasaannya saat ini. Entah karena senang berkat tatapan Juna, atau mungkin takut akan tatapan lelaki itu.


"Kamu....habis nangis?" Tanya Juna langsung.


Ningsih bingung ingin menjawab apa, akhirnya ia memilih diam. "Dek, jawab Kakak. Kamu habis nangis?" Tanya Juna sekali lagi.


"Emang bercerita tentang apa?" Juna menyipitkan matanya seolah tak percaya.


"Bercerita tentang....sepasang manusia yang menikah karena terpaksa. Terus pas mereka udah mulai bahagia, mantan suaminya muncul dalam keadaan perut membesar alias hamil. Sedihkan ceritanya?"


Juna terpaku mendengar jawaban Ningsih. Apa kisahnya dan Ningsih akan seperti itu jika Tania muncul kembali di antara mereka? Ia menggelengkan kepalanya pelan. Lagian mana mungkin Tania akan menampakkan diri di hadapan Ningsih.


"Udah ah! Aku ke atas dulu Kak!" Katanya sambil melangkah meninggalkan Juna yang masih sibuk dengan pemikirannya.

__ADS_1


Ningsih menenggelamkan tubuhnya di dalam buth ub. Ingatannya melayang pada saat ia menceritakan drama yang ia tonton pada Juna, kisah yang sebenarnya hanyalah karangannya sendiri. Kisah yang sebenarnya adalah kenyataan yang saat ini tanpa sadar sedang jalani.


Ningsih tadi melihat dengan jelas ada keterkejutan di raut wajah Juna. Bahkan suaminya itu sempat terpaku mendengar perkataannya. Apa pria itu merasa tersinggung? Entahlah! Ningsih merasa Juna tahu sesuatu tentang kehamilan Tania.  Apa yang Ningsih takutkan benar, kalau anak yang berada di dalam kandungan Tania adalah anak Juna?


Setelah menghabiskan waktu satu jam di dalam kamar mandi, Ningsih akhirnya memilih untuk mengakhiri sesi berendam sambil melamun yang ia lakukan tadi. Ia mengambil handuk dan memakai pakaiannya yang memang sudah dibawanya ke kamar mandi tadi. Saat akan melangkah ke arah pintu, tanpa sengaja kaki kanannya tersandung dengan kaki kirinya sendiri, membuat tubuh gadis itu melayang ke arah depan.


BBUKKK!!


Ningsih terjatuh dengan posisi badan depannya menubruk lantai dengan kuat, kecuali wajahnya karena ia masih sempat mengangkat kepalanya saat akan terjatuh tadi.


Ningsih berusaha bangun, namun perutnya terasa sangat nyeri dan juga kram. Dengan sekuat tenaga, ia memaksakan diri untuk bangun dan berjalan membuka pintu. Perutnya benar-benar sangat sakit, dengan suara lemah ia meneriaki nama Juna. Tak berapa lama, Juna berlari tergopoh-gopoh ke arahnya. Pria itu juga beberapa kali meneriaki namanya dan setelahnya......semua terasa gelap.


**Tarik nafas, buang perlahan. tarik lagi, buang perlahan. Jangan emosi, ini hanya novel😆


Oh yah, mau bilang. di novel ini emang banyak konflik, karena memangkan pernikahan mereka itu penuh rahasia sejak awal. Konfliknya memang berat sebenarnya, cuma sebisa mungkin aku mengemasnya menjadi terlihat lebih ringan. Kalian bakal merasa berat kecuali karena rasa penasaran😀


jadi....jangan bosan yah😊**

__ADS_1


__ADS_2