
Jangan lupa mampir di sang pengiring pengantin 2.
"Aku.... Aku mau bicara dulu sama Noval" ucapan Wita membuat semua orang menggeleng pelan. Tadi mereka pikir Wita akan langsung mengatakan jawabannya, nyatanya ia hanya minta waktu berbicara dengan Noval.
"Ya sudah! Silahkan ajak Noval ke taman samping. Biar kalian lebih leluasa mengobrol!" putus Fero, kemudian dua anak muda tersebut meninggalkan para orang tua yang mulai berbicara hal lain.
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Noval saat mereka sampai dan duduk di kursi taman.
"Apa maksud semua sikap kamu hari ini?" tanya Wita.
Noval memandang Wita santai "Maksud aku yah hari ini aku mau melamar kamu"
Wita mendelik sinis "Dan kamu pikir aku akan menerima orang yang bahkan belum mengikhlaskan masa lalunya?"
Bukannya marah, Noval malah memandang Wita teduh. "Aku tahu kamu nggak bakalan mudah percaya sama aku. Aku memang orang yang lamban dalam hal yang berhubungan dengan cinta. Aku bahkan pernah kehilangan karena sikap aku itu. Dan kali ini, walau sedikit terlambat, aku nggak mau merasakan kehilangan untuk kedua kalinya. Aku nggak mau menyesal karena menyia-nyiakan seseorang lagi karena sikapku itu. Aku sadar, entah sejak kapan debaranku pada Sisi sudah tak sekencang dulu. Aku bahkan tak merasakan cemburu lagi saat melihat Sisi sama Bang Juna. Dan kamu tahu? Semuanya karena kamu. Maaf aku terlambat sadar. Jadi aku mohon, Please! kasih aku kesempatan" ujar Noval panjang lebar.
__ADS_1
"Apa alasan kamu sampai seberani itu ngungkapin perasaan ke aku?" tanya Wita bingung. Perasaan mereka sudah sangat lama tak saling bertegur sapa, dan hari ini Noval benar-benar membuatnya terkejut karena sikap pria itu.
"Itu....emmmm, karena aku pikir kamu....emmm"
"Aku? aku kenapa?"
"Akupikirkamujugasukasamaaku!" ucap Noval tanpa jeda. Wita melongo "Hah? kamu ngomong apa sih? itu ngomong apa kumur-kumur?" kesalnya.
Wita memperhatikan wajah Noval yang memerah, ada apa sebenarnya dengan pria ini? Dia lagi marah atau sedang malu?
"Apa? Sisi bilang gitu?!" pekik Wita kaget. Memang Ningsih benar-benar! Tunggu saja besok, Wita berjanji akan membuat perhitungan dengan sahabatnya itu.
"Iya. Emang.....enggak benar yah? padahal..." wajah Noval menyendu melihat respon Wita. Ia takut gadis itu sama sekali tak punya perasaan padanya. Padahal ia sudah mengakui perasaannya sendiri.
Wita menghela nafas pelan. "Ya udah, sekarang aku udah tahu alasannya apa. Dan masalah yang dibilang Sisi itu benar. Entah sejak kapan, aku merasa cemburu setiap melihat tatapan kamu ke Sisi. Aku merasa sakit hati saat kamu masih berharap sama dia dan nggak mau membuka hati untuk yang lain" Wita tak malu mengatakan semuanya, toh Noval sudah tahu juga. Jadi lebih baik ia jujur, siapa tahu Noval memang takdirnya.
__ADS_1
"Jadi?" tanya Noval dengan mata berbinar.
"Kita masuk aja yuk! Di sini dingin" Bukannya menjawab pertanyaan Noval, Wita malah meninggalkan pria itu sendirian di taman rumahnya.
Noval mendesah kasar, bisa-bisanya cewek itu tak menjawab pertanyaannya. Dengan dongkol, ia mengikuti langkah Wita memasuki rumah.
Gelak tawa orang-orang yang mengisi ruang keluarga terhenti saat melihat Wita yang datang diikuti dengan Noval yang berjalan di belakangnya dengan wajah tertekuk. Mereka memandang Noval kasihan, pasti pria itu mendapat penolakan, begitu pikir mereka.
"Jadi, sudah nemu kesimpulannya?" Tanya Fero. Wita mengangguk " Ya sudah, mending kamu sampeinnya sambil duduk" Lisa menarik tangan Wita untuk menyuruhnya duduk, Noval pun juga ikut duduk.
"Aku sudah menemukan jawabannya. Dan aku memutuskan untuk......Menerima lamaran ini" akhirnya kalimat yang menggembirakan itulah yang keluar dari mulut Wita.
Vote, like dan komentarnya please!
Oh yah, setelah ini kalian mau kisah siapa? Kalau pengen anak Juna dan Sisi, silahkan mampir di sang pengiring pengantin 2. Di tunggu yah😊
__ADS_1