Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin
Tiga Puluh


__ADS_3

jangan lupa like, komen, dan TIP-nya yah😊


Sejak pengumuman dari Kepala Sekolah waktu itu, Juna berusaha semakin keras dalam belajar. Walaupun selama ini ia selalu menjadi juara umum di sekolahnya, tapi bukan tak menutup kemungkinan kalau bisa saja ada seseorang yang bisa menyaingi nilainya. Terlebih dengan kesempatan yang dibuka SMA Gemintang, Juna yakin banyak teman-temannya akan berusaha keras agar masuk di sana melalui jalur beasiswa.


Jujur, sebenarnya Juna bukanlah anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi bukankah membiayai sekolah dengan usaha sendiri itu lebih membanggakan bagi kita? itulah sebabnya Juna berusaha mendapat kesempatan langka tersebut.


Sudah seminggu lamanya, sejak hari pengumuman itu. Ia sama sekali tak menemui Sisi lagi, bahkan hanya untuk sekedar berkunjung dan membeli jualan Nenek Ija sudah tak Juna lakukan. Ia mati-matian menekan rasa rindunya pada gadis yang berlesung pipi itu. Juna sadar, Sisi masih terlaku kecil untuk sekedari diperkenalkan yang namanya cinta. Masa depan mereka masih panjang. Dan Juna berjanji, ia akan berusaha agar bisa menjadi orang yang sukses, dan akan menikahi gadis kecil tersebut di masa depan nanti.


"Serius amat Jun" Agung menepuk pundak Juna yang saat ini sedang menunduk memperhatikan deretan angka yang tercatat di bukunya.


"Ckkk, kalau nggak serius itu namanya bukan belajar, tapi bermain" cibir Juna.


Agung menyengir mendengar cibiran Juna. "Ya elah, orang yang ingin meraih masa depan cerah bareng gebetan mah beda. Di ajak bercanda dikit langsung sensi" sindir Agung. Juna mendengus, Juna bingung mengapa sampai sekarang ia masih betah berteman dengan Agung. Padahal otak sahabatnya itu mungkin hanya sebesar jari kelingking.

__ADS_1


Juna memilih tak menanggapi, ia kembali menekuni bukunya. Agung yang melihat Juna tak akan terpengaruh kembali dengannya juga akhirnya memilih menyerah. Ia mengambil Buku pelajarannya, dan mulai mempelajari kembali walau beberapa menit kemudian dia berteriak frustasi karena tak bisa memandang buku se-lama Juna.


Bel tanda masuk berbunyi. Tak lama kemudian guru mata pelajaran mereka pun masuk.


Agung menarik lengan Juna dengan semangat menuju kantin. Sedangkan Juna melangkah malas mengikuti Agung. Sebenarnya Juna tak berminat ke Kantin, ia lebih memilih belajar lagi. Namun Agung dengan keras kepalanya menyeret Juna untuk ikut makan dengannya.


"Apaan Jun, lesuh gitu. Di ajak makan kok malah lesuh" cibir Agung saat mereka sudah duduk, namun Juna masih dengan wajah malas tak berminatnya. Juna tak menanggapi cibiran Agung, ia lebih memilih menelungkupkan kepalanya di atas lengan tangannya yang ia topang menggunakan meja kantin.


"Jun, mau pesan apa? biar aku pesanin" tanya Agung. Ia berdecak kesal karena Juna hanya menyuekinya.


"percuma sekarang kamu belajar mati-matian Jun, kalau pas ujian nanti kamu sakit gimana?" tambahnya.


Juna tetap diam, namun sesaat kemudian ia memandang Agung dengan tersenyum.

__ADS_1


"Seumur-umur aku temanan sama kamu Gung. Baru kali ini aku dengar kamu bicara bijak kayak gini. Kamu kesambet apa Gung?" ujar Juna dengan tawa geli yang lolos dari bibirnya.


Bukannya marah, Agung malah menyengir kuda. "Kesambet Jin jatuh cinta, Jun" jawabnya, lalu keduanya tertawa tanpa menghiraukan penghuni kantin yang sedari tadi memandang mereka, Terlebih para Siswi.


"Udah, ah Jun. Aku mau mesan makanan. kamu mesan apa?" Tanya Agung saat tawa mereka sudah mulai reda.


"Pesan rindu untuk aku kasih ke Sisi, bisa?" jawab Juna membuat wajah Agung masam seketika karena ingin muntah.


"Astaga, Jun! Sejak kapan kamu jadi alay gini?"


Juna hanya tertawa melihat ekspresi Agung. "Hahaha... udah ah, sana pesan. Samain aja pesanannya". Agung akhirnya pergi memesan, meninggalakan Juna yang menurutnya sudah tak waras gara-gara jatuh cinta itu.


Maaf telat update!!

__ADS_1


mungkin mulai hari ini aku akan update paling lambat dua hari sekali. Karena kan tempat kerja udah mulai sibuk-sibuknya, jadi aku harus nyuri-nyuri waktu. Maaf yah, sekali lagi😊


__ADS_2