Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
It's Hot


__ADS_3

Malam Hari.


Haikal yang sejak pulang kantor tidak melihat Yaz pergi ke kamarnya untuk memeriksa apa yang sedang Yaz lakukan.


Perlahan Haikal membuka pintu dan tertegun melihat apa yang tengah Yaz lakukan begitu pula dengan Mirna yang diam-diam mengikuti suaminya.


Haikal yang merasa kehadiran Mirna menoleh ke belakang.


"Kamu lihat itu Mirna, Gadis yang coba kamu keluarkan malah membuat putra kita belajar dengan giat."


Mirna hanya diam memasang wajah kesalnya pada Misty.


"Apa sebenarnya masalah mu dengan gadis itu sehingga kamu mencoba mengeluarkannya dari sekolah?"


"Mas masih bertanya apa masalahnya? Putra kita jadi terkena masalah gara-gara gadis itu!"


"Putra kita terkena masalah gara-gara perbuatannya sendiri dan kamu masih menyalahkan gadis itu, Kemana perasaanmu sebagai sesama perempuan? Bagai mana jika kamu ada di posisi gadis itu?


Putra kita membuat kesalahan dan Dia sedang memperbaiki diri dengan membela gadis itu, Tapi kamu malah terus membela putra kita dan menyalahkan gadis itu? Aku benar-benar tidak habis fikir dengan jalan pikiran mu!" dengan kesal Haikal meninggalkan Mirna.


•••


Karena besok hari libur, Abay dan Mayra memutuskan pulang ke rumah Ayah Ravindra.


Begitu sampai sana, Ibu langsung menyambut kedatangan mereka dan memeluk Mayra dengan bahagia.


"Ibu sangat nerindukanmu Sayang."


"Mayra juga Ibu."


"Akhirnya kalian datang juga." saut Ayah yang baru datang.


Mayra langsung berlari memeluk Ayahnya.


Sedangkan Abay menjabat tangan ibu mertuanya kemudian memeluk Ayah mertuanya.


"Bagaimana kabarmu Abay?"

__ADS_1


"Aku baik Ayah."


"Ayah senang karena kamu selalu membuat Mayra tersenyum."


"Aku belum bisa membahagiakan Mayra lebih dari ini Ayah."


"Apa lagi Abay, Kamu membuat putriku serlalu tersenyum itu sudah cukup bagi Ayah."


Setelah berbincang-bincang dan saling melepas rindu kemudian di lanjutkan dengan makan malam, Kini saatnya berist.


Ayah dan Ibu pergi ke kamarnya begitu juga dengan Mayra dan Abay.


Setelah sampai kamar, Abay melangkah menuju balkon dan berdiri di sana. Di ikuti oleh Mayra yang langsung memeluk Abay dari belakang.


"Apa yang kamu pikirkan Abay?"


Abay berbalik badan dan memeluk Mayra dari depan.


"Apa kamu ingat kenangan tentang balkon ini?"


"Ya Aku mengingatnya."


"Seorang pencuri memanjat balkon dan memaksa masuk ke kamarku."


"Oh ya? Lalu apa yang pencuri itu ambil?"


"Sebuah hati yang retak."


"Untuk apa pencuri itu mencuri hati yang retak?"


"Mungkin untuk ia perbaiki."


"Bagaimana pencuri itu memperbaiknya?" Abay mempererat pelukannya hingga tubuh mereka merapat sempurna.


"Katakan padaku bagaimana pencuri itu memperbaikinya?"


"E... I... itu...."

__ADS_1


"Biar pencuri itu yang mengingatkannya." Abay langsung menggendong tubuh Mayra dan membaringkannya di ranjang.


Setelah menciumi Mayra seperti apa yang ia lakukan saat membujuk Mayra, Abay melanjutkannya dengan melucuti semua pakaiannya.


Mayra yang melihat suaminya telah polos tanpa sehelai benang merubah posisinya menjadi tengkurap untuk menutupi rasa malunya.


Abay terseyum dan merangkak naik keatas punggung Mayra.


Mayra memejamkan mata merasakan sentuhan tangan Abay yang mulai membuka satu persatu pakaiannya hingga tak tersisa sehelai benang pun.


Kemudian Abay menindih tubuh Mayra dan menyikap rambutnya yang menutupi tengkuknya.


"Kita sudah lama tidak melakukannya." bisik Abay yang langsung menyapu tengkuk leher Mayra dengan lidah dan bibirnya.


Liukan pinggul Mayra yang terus bergerak kesana-kemari membuat Abay tidak ingin berlama-lama melakukan pemanasan dan ingin segera melesapkan miliknya.


Dengan bertumpu pada kedua lututnya Abay memegang kedua pinggul Mayra dan menarik kearah miliknya yang sudah tidak sabar ingin merasakan betapa hangatnya berada di dalam sana.


Dengan gerakan membelah bongkahan bo'kong untuk mempermudah penyatuannya Abay melesapkan miliknya dengan erangan kenikmatannya.


"Arrrgghhhh..." Abay memejamkan mata menikmati ketatnya milik sang istri yang seolah menyedotnya ke dalam dengan begitu kuatnya.


Setelah mendiamkan beberapa saat, Perlahan Abay mulai memaju mundurkan pinggulnya untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih.


Semakin lama semakin cepat hingga Mayra mengerang di setiap hentakkannya.


"Akh... Akh.... Akh..." erangan kenikmatan saling bersautan dari keduanya.


Ranjang yang luas dan nyaman membuat Abay leluasa merubah gaya posisi sang istri sesuai apa yang Ia inginkan. Apalagi sudah beberapa hari Abay tidak mendapat jatah dari sang Istri, Membuat Abay begitu


menggila dengan berkali-kali menyemburkan cairan Kehidupan di rahim sang istri.


"Huh... Hagh.. Hah.." Abay mengatur nafasnya yang begitu bergemuruh. Namun hal itu tidak menurunkan semangatnya untuk kembali menikmati malam mereka.


"Sekali lagi..." pinta Abay.


"Besok lagi sayang, Aku sudah lelah sekali."

__ADS_1


"Biarkan Aku yang bekerja, Kamu cukup menikmatinya," tanpa menunggu kata Iya keluar dari bibir sang istri, Abay langsung menyibak kedua paha Mayra dan kembali melesapkan miliknya.


Bersambung...


__ADS_2