Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Gulat


__ADS_3

Abay telah sampai di rumah Yaz.


Ia langsung menerobos masuk saat Satpam membukakan pintu gerbangnya. Satpam segera berlari mengejar Abay untuk menghentikannya.


"Siapa kamu! Main masuk aja ke rumah orang?"


"Panggil Tuanmu yang bajingan itu atau Aku akan langsung menerobos masuk?"


"Tetaplah disini." Satpam meminta Abay tetap di luar pintu sementara Satpam masuk ke dalam rumah.


Beberapa saat kemudian Satpam kembali keluar.


"Tuan muda masih tidur, Mas bisa kembali kagi nanti."


"Argh! Aku tidak peduli." Abay mendorong Satpam dan menerobos masuk ke dalam rumah, Satpam berlari di belakangnya.


"Yaz... Yaz...!!!" triak Abay dengan kemarahannya.


"Mas keluarlah atau Saya panggilkan polisi." ancam Satpam.


"Anda yang keluar atau Aku akan menjebloskan kalian ke polisi."


Satpam pun terdiam menundukkan kepalanya.


Setelah berhasil membungkam mulut Satpam, Abay kembali mencari keberadaan Yaz dan menemukannya di ruang tengah.


Abay melihat Yaz yang masih tidur di sofa dengan hanya mengenakan boxernya.

__ADS_1


"Dasar Bajingan!" Abay langsung menarik tangan Yaz dan langsung menonjok Wajahnya.


Yaz yang belum sepenuhnya sadar dari tidurnya tersungkur di lantai dengan mudah.


"Aaarrrggghhh, Apa-apaan nih?" ucap Yaz mengusap hidungnya yang mengeluarkan darah.


Belum sempat Yaz melihat Abay, Abay kembali menarik Yaz berdiri dan kembali menonjok perutnya berkali-kali, Bahkan Abay menghajar punggung Yaz dengan sikunya hingga Yaz kembali tersungkur ke lantai.


"Aowwh, Siapa Kamu, Kenapa menyerang ku?"


"Berrraninya Kau menghancurkan masa depan Adikku." Abay mence'kik leher Yaz dengan sekuat tenaga.


Yaz menahan tangan Abay yang seakan ingin mencabut nyawanya.


Perlahan tenaganya mulai pulih dan balik menendang Abay hingga Abay terdorong beberapa langkah.


"Sekarang gilirannku!" dengan mengepalkan tangannya Yaz membalas pukulan Abay berkali-kali lipat.


"Berraninya Kau menyerang Yazid Haikal Wirayudha di rumahnya sendiri." dengan sadis Yaz membenturkan kepala Abay ke lantai.


Meskipun penuh darah di wajahnya, Abay tidak mau menyerah dan kembali bangkit hingga Yaz terjungkal ke lantai.


"Kau harus membayar semua perbuatan mu dan membusuk di penjara." Abay menyeret tangan Yaz. Namun Yaz langsung menghempasnya dengan kasar.


"Perbuatan apa yang Kau bicarakan?"


"Kau jangan pura-pura bodoh dasar Bajingan!" Abay kembali menarik tangan Yaz. Namun Yaz kembali menghempasnya.

__ADS_1


"Kau saja tidak bisa mengatakan apa yang telah ku perbuat, Bagaimana Kau akan menjelaskan kepolisi?"


"Dengarkan Aku! Kau telah menodai Adikku dan sekarang ikut Aku ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan mu."


"Hahahaha... Apa Kau mempunyai bukti?"


"Ya, Aku memiliki bukti dari rumah sakit, Jadi sekarang ikut Aku dan jangan banyak bicara."


"Bukti apa yang Kau bicarakan? Visum? Itu tidak akan membuktikan jika Akulah pelakunya." Yaz menyeringai menertawakan Abay.


"Tapi Misty bisa bersaksi jika Kau menodainya."


"Siapa yang akan percaya? Adikmu datang sendiri kemari, Tidak ada yang memaksanya, Yang ada orang-orang akan menghina adikmu karena datang sendiri di tengah malam ke rumah Pria yang tengah sendirian di rumah sebesar ini, Hahahaha."


"Kau benar-benar brengsek Yaz, Jadi Kau sudah merencanakan ini semua?" Abay kembali mence'kik leher Yaz


"Lepaskan Aku! Dan jangan berteriak di rumahku!"


Yaz menyeret Abay keluar dan menghempasnya dengan kasar.


"Dengar! Aku Yazid Haikal Wirayudha, Orang miskin seperimu tidak akan bisa menjebloskan ku ke penjara!" Yaz menutup pintu dengan kuat dan melihat Satpam yang hanya berdiri menatapnya.


"Apa Kau ingin di pecat! Cepat keluar dan jauhkan Dia dari rumah ini."


"Baik Tuan." Satpam pun keluar dan menyeret Abay yang masih berdiri di teras rumah Majikannya. Kemudian mendorong Abay keluar dari pintu gerbang dengan kasar.


Abay menatap rumah besar Yaz dengan perasaan hancur.

__ADS_1


Ia benar-benar merasa gagal menjadi seorang Abang yang tidak bisa melakukan apapun untuk Adiknya. Ia Anak sulung yang seharusnya bisa menggantikan sosok Ayah untuk Ibu dan Adik-adiknya malah membuat semua orang yang menyayanginya tersakiti atas perbuatannya.


Bersambung...


__ADS_2