Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Akankah Abay Datang?


__ADS_3

Keluarga Abay dan rombongan telah sampai di kediaman Ravindra.


Seseorang langsung berlari dan berteriak jika rombongan mempelai Pria telah tiba. Mayra yang mendengar dari dalam kamarnya sangat bahagia dan mengira Abay berada dalam rombobgan tersebut.


Maysarah menjadi cemas karena Mereka datang tidak bersama Abay yang sekarang entah kemana. Apa lagi melihat Tuan dan nyonya Ravindra yang melangkah menyambutnya, Benar-benar membuat Maysarah semakin tegang dan tidak tau alasan apa yang harus Ia katakan.


"Selamat malam Tuan, Nyonya." ucap Maysarah berusaha bersikap tenang.


"Dimana Abay?" tanya Ravindra melihat-lihat di antara rombongan yang mengantar Mereka.


"Mohon maaf Tuan, Tadi mobilnya bocor dan Abay pergi menggunakan ojek, Abay bilang akan langsung kesini, Tapi..."


"Tapi dimana Dia?!" triak Ravindra.


Ibu terdiam tak tau harus menjawab apa lagi.


"Jika sampai Abay tidak datang dan melarikan diri dari pernikahan ini,


Bersiaplah dengan apa yg akan ku lakukan kepada keluarga kalian." Dengan marah Ravindra meninggalkan Maysarah masuk kedalam.


"Bagaimana ini Ibu?" tanya Misty cemas.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Bang Bay?" sambung Rayyan.


"Tenanglah, Abang kalian paati akan segera datang, jangan berfikir macam-macam," ucap Ibu yang dalam hatinya juga merasa sangat cemas.


•••


Sedangkan Abay yang di tunggu-tunggu, Kini berada di rumah Nandini.


Abay melihat-lihat rumah Nandini yang nampak sepi, Padahal masih pukul 19.30 WIB.


Kemudian Abay melihat ada asisten rumah tangganya yang keluar dari dalam rumahnya.


"Permisi Mbak, Nandini nya ada?"

__ADS_1


"Non Nandini baru saja keluar."


"Keluar, Keluar kemana Mbak?"


"Gak tau Mas."


"Bisa tolong telfon Dia?"


"Kenapa Anda tidak menelfonnya sendiri?"


"Ponselku tertinggal dirumah, Tolonglah coba sekali saja."


"Baiklah." Asisten rumah tangga pun kembali masuk untuk menelfon Nandini. Namun Nandini tidak mengangkatnya. Kemudian Asisten kembali keluar untuk memberitahukannya pada Abay.


"Non Nandini tidak mengangkatnya."


"Coba sekali lagi."


"Tadi Mas bilang satu kali, Sekarang minta satu kali lagi, Sudahlah, Buang-buang waktuku saja." Asisten membuang sampah dan kembali masuk ke dalam.


"Mbak, Tolonglah sekali lagi, ini sangat penting, Mbak...


Di dalam, Nandini menelfon balik Asisten rumah tangganya.


"Ada apa menelfon ku?"


"E-e... Itu Non, Ada laki-laki yang cari Non."


"Siapa namanya?"


"Saya tidak tau Non, Tapi jika Non mau menunggu, Saya bisa menanyakannya, Dia masih di luar."


"Pergi dan tanyakan."


"Baik Nona."

__ADS_1


•••


Di kediaman Ravindra penghulu dan para tamu sudah berkumpul.


Mayra pun turun kebawah dengan senyum bahagia di wajahnya di dampingi sang Ibu dan perias pengantinnya.


Maysarah yang melihat kebahagiaan Mayra merasa cemas karena Putranya belum juga datang.


"Duduklah Sayang." titah Ibu menyuruh Mayra duduk di depan penghulu.


"Apa mempelai Pria belum datang?" tanya Penghulu.


Semua orang yang mendengar melihat ke sana kemari mencari sang mempelai. Namun sampai beberapa menit sang mempelai Wanita duduk di depan Penghulu, Sang mempelai Pria tidak juga muncul, Hal ini membuat orang-orang mulai berbisik-bisik dengan dugaannya masing-masing.


Mayra yang mendengar gunjingan Mereka mulai merasa cemas karena Abay tidak juga datang.


Ravindra yang melihat kecemasan Putrinya begitu merasa marah pada Abay yang tidak kunjung datang.


Maysarah pun mulai khawatir karena suasana semakin riuh dengan kasak-kusuk para tamu yang hadir.


"Agaknya jaman sekarang mempelai Pria lebih pemalu di banding mempelai Wanita." bisik salah seorang tamu dan membuat tamu lainnya tertawa.


Mayra yang mendengarnya mulai menahan tangisnya dan itu di lihat oleh Ravindra yang langsung mengepalkan kedua tangannya seakan ingin menghajar Abay saat itu kemudian Ravindra keluar berharap Abay akan segera datang. Namun Ravindra tetap tidak melihat tanda-tanda kedatangan Abay.


"Kurrrang Ajar! Berrraninya Dia mempermainkan ku dan Putri ku," ucap Ravindra sembari mondar-mandir di depan rumahnya.


Devika menyusul ke luar karena suasa di dalam semakin tidak kondusif.


"Mas..."


Ravindra menatap Istrinya dengan sedih.


"Apa ini Devika, Kenapa ini terjadi pada keluarga Kita? Kenapa Anak kurang ajar itu berani mempermainkan Kita?"


"Ini bukan saatnya untuk mengeluh, Kita harus mendampingi Putri kita, Ayo masuklah." Devika menarik tangan Ravindra kembali masuk ke dalam.

__ADS_1


Bersambung...


SEHARI UP 3 - 4x YUK AHH LIKE KOMEN DAN SUPPORTNYA 🤗♥️


__ADS_2