
Perahan Abay membuka matanya.
Samar-samar Ia melihat Mayra yang tengah duduk menatapnya.
Abay mengukir senyum dan mengecup tangan Mayra.
"Selamat pagi suamiku." Mayra mengusap kepalanya penuh kasih sayang.
"Selamat pagi Sayang." Abay langsung menarik tangan Mayra hingga wajah Mereka hampir bertabrakan.
Dengan tubuh setengah berbaring Abay membelai wajah Mayra.
Mayra mencium tangan Abay yang sedang membelai wajahnya
Abay kembali mendekatkan wajahnya dan mencium mesra pipi Mayra.
Tok... Tok... Tok...
"Kak Mayra..."
Mayra dan Abay menoleh ke pintu mendengar suara Rayyan memanggilnya.
Mayra tersenyum melihat wajah Abay yang menjadi kesal karena lagi-lagi moments romantis Mereka ada yang mengganggu.
"Aku keluar dulu," ucap Mayra sembari bangkit dari atas tubuh Abay.
"Mayra..." Abay menarik kembali tangan Mayra hingga kembali jatuh keatas tubuhnya.
"Abay, Rayyan memanggil ku, Kamu pergilah mandi."
"Sebentar saja Mayra." Abay mempererat pelukannya hingga membuatnya sulit bergerak.
"Kak Mayra... Ibu memanggil mu." pekik Rayyan.
"Kamu dengar itu, Sekarang lepaskan Aku, Ehh."
"Ya, Kakak akan segera datang." saut Mayra pada Rayyan.
"Cepatlah Kak, Ibu sudah menunggu."
"Ya Aku datang."
"Abay lepaskan Aku,"
__ADS_1
"Cium dulu."
"Hagh!"
"Ayolah, Atau aku tidak akan pernah melepaskan mu."
"Baiklah, Pekan matamu,"
"Kenapa harus memejamkan mata?"
"Lakukan saja Abay."
Abay mengangguk dan memejamkan matanya.
Dengan perasaan gemetar Mayra mendekatkan bibirnya dan bersiap menciumnya. Namun Mayra mengurungkan niatnya dan beranjak turun dari ranjangnya.
"Mayra Kau.."
Mayra tertawa sembari berlari ke arah pintu.
Abay mengerucutkan bibirnya dan mengalihkan wajahnya.
Mayra terseyum dan kembali mendekati Abay kemudian mencium pipinya.
Mayra terseyum manis dan pergi meninggalkannya.
Abay melihat kepergian Mayra sembari memegang pipi yang di cium Mayra, Ia pun tersenyum sendiri menggelengkan kepalanya.
"Kenapa Kak Mayra lama sekali, Ibu menunggu Kakak sejak tadi."
"Sekarang Kakak sudah datang, Pergilah."
"Baiklah, Ibu menunghu Kakak di dapur."
Mayra mengangguk dan pergi ke dapur menemui Ibu mertuanya.
"Kemarilah Nak Mayra kamu harus menemani Ibu masak, Biar Kamu tau apa yang Abay suka dan apa yang Abay tidak suka."
"Masak?" Mayra merasa bingung karena Ia tidak tau cara memasak sama sekali, Selama ini Dia melayani Abay di rumahnya terima beres dari para asisten rumah tangganya yang memasak kannya.
"Mayra, Apa kamu baik-baik saja?"
"E.. Ya, A-a-Aku baik-baik saja Ibu."
__ADS_1
"Baiklah Kamu racik semua bahan yang akan di masak, Ibu keluar sebentar."
Mayra mengangguk meskipun Ia tidak tau apa yang harus Ia kerjakan.
"Bagaimana sekarang, Bahkan Aku tidak tau apapun, Apa ini semua dan apa kegunaan bumbu-bumbu ini?" Mayra mencebikan bibirnya tak tau apa yang harus Ia lakukan.
•••
Sebelum berangkat ke sekolah, Misty berbicara dengan psikolognya
Ia menceritakan semua kejadian di sekolahnya yang membuat dirinya semakin lemah, Apa lagi saat tanpa sengaja Yaz menyentuhnya, Membuat Misty kembali mengingat kejadian buruk itu.
"Itu biasa terjadi pada orang yg mengalami trauma, Tapi kamu jangan terus larut dalam perasaan itu, Kamu harus bangkit kembali dan membangun kepercayaan dirimu kembali, Kamu harus kuat Misty lawan rasa takutmu."
"Ya, Aku akan terus berusaha sekuat hati melawan rasa takut ku, Terimakasih Bu Sundari, Kalau begitu Aku berangkat dulu."
•••
Setelah sampai sekolah Misty berjalan menuju kelasnya,
Tanpa sengaja Misty bertabrakan dengan Yaz yang keluar dari kelasnya.
Yaz ingin memegang Misty agar tidak terjatuh, Tapi Yaz mengingat Misty histeris saat Ia menolongnya.
Yaz pun mengurungkan niatnya dan membiarkan Misty jatuh ke lantai.
"Aww..." Misty memegang panggulnya yang terasa sakit.
Yaz bingung melihat Misty, Ia merasa serba salah dan tidak tau apa yang harus dilakukan.
Misty melihat Yaz yang hanya berdiri tidak mau menolongnya merasa sangat kesal.
"M-m... Misty apa Kamu baik-baik saja?"
Misty tidak mau menjawabnya dan mencova berdiri, Namun Ia kembali terjatuh.
"Misty..." Yaz mengulurkan tangannya berniat membantunya.
"Jangan sentuh! Jangan pernah menyentuhku!" tegas Misty.
Yaz kembali menarik tangannya dan berdiri melihat Misty yang berhasil bangun dan meninggalkan Yaz.
Bersambung...
__ADS_1