
Setelah pengakuan Abay, Mereka bertiga menjadi hening.
Mayra dan Nandini seakan tak percaya dengan apa yang Mereka dengar. Begitupun dengan Abay yang merasa kata-kata itu terucap begitu saja tanpa Ia sadari.
Abay yang memang telah banyak berubah sikap pada Mayra dan berniat memperbaiki pernikahannya sejak peristiwa buruk yang menimpa Misty, Menjalani kebersamaan dengan Mayra mengalir begitu saja tanpa memahami perasaan sebenarnya pada sang Istri. Namun situasi yang Ia hadapi sekarang membuat kata-kata itu keluar dengan sendirinya hingga menggetarkan hatinya.
"Abay, Kamu sedang bercanda kan?" tangis Nandini.
"Aku tidak bercanda Nandini, Aku mohon mengertilah, Hubungan Kita sudah berakhir, Relakan Aku memperbaiki pernikahan ku dengan Mayra."
Nandini hanya menunduk sedih mendengar ucapan Abay.
Perlahan Abay menjauh dari Nandini dan melangkah mendekati Mayra, Hingga Abay telah berdiri di depan Mayra, Mayra masih menatap Abay
dengan tatapan tak percaya.
"Mayra, Kamu sudah mendengar semuanya, Jadi jangan salah faham lagi padaku."
Mayra menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan dan berharap Abay mau mengucapkannya sekali lagi langsung kepadanya. Namun Abay tidak lagi membahasnya.
"Mayra, Mau ku antar pulang?"
"Tidak."
Abay mengangguk pasrah dan mengantar Mayra ke mobilnya.
Setelah mobil Mayra pergi, Abay mengambil motornya dan berhenti di samping Nandini yang masih berdiam diri di tempatnya.
"Nandini..."
Nandini menatap Abay dengan mata berkaca-kaca.
"Nandini mengertilah, Kita sudah tidak bisa bersama lagi,
Buka lembaran baru tanpa bayang-bayang dari ku, Carilah Pria yang lebih baik dari ku."
__ADS_1
Nandini langsung memeluk Abay dengan tangisnya.
"Peluk Aku sekali saja Abay." tangis Nandini.
Abay mengangkat kedua tangannya karna tidak mau lagi memeluk Nandini, Pilihannya sudah bulat jika Ia ingin memperbaiki pernikahannya dan melupakan Nandini.
"Kumohon Abay, Kumohon untuk terakhir kalinya, Aku janji setelah ini Aku tidak akan lagi muncul atau mengganggu hubungan mu dengan Mayra."
Dengan menghelai nafas panjang oerlahan Abay menurunkan tangannya dan membalas pelukan Nandini sekejap.
"Sudah cukup Nandini."
Nandini mengurangi pelukannya dan menghapus air matanya.
"Pulanglanglah dan mulai kehidupan baru mu."
Nandini mengangguk pasrah dan membiarkan Abay pergi meninggalkannya.
Malam Hari š
Ia terus mengingat saat Abay mengatakan jika Ia mencintainya. Namun Mayra menjadi sangat gelisah karena Abay masih belum mengungkapkan perasaannya secara langsung kepadanya hingga membuat dirinya tidak yakin dengan apa yang Abay katakan.
Di waktu dan tempat yang berbeda, Abay juga merasakan hal yang sama dengan Mayra, Abay kembali mengingat saat mengatakan mencintai Mayra di depan Nandini.
"Cinta?" Abay kembali duduk dan seakan tak percaya dengan apa yang sudah Ia ucapkan.
"Aku mencintai Mayra?" Abay bertanya-tanya pada diri sendiri.
"Benarkah itu?" Abay memegang dadanya dan merasakan jantungnya berdegup dengan kencang saat mengingat kebersamaannya dengan Mayra.
"Tapi sejak kapan? dan bagaimana ini bisa terjadi?"
Abay memejamkan mata mengingat semua kebersamaannya dengan Mayra yang mengalir begitu saja tanpa Ia sadari jika Ia benar-benar telah jatuh cinta pada sang istri.
š Pagi Hari š»
__ADS_1
Abay sampai di kampusnya.
Langkah nya terhenti saat Abay melihat Mayra yang sudah berdiri di depan kelasnya.
Tidak seperti biasanya, Kali ini Abay merasa jantungnya berdegup dengan sangat kencang saat melihat sang istri.
Abay kembali melangkah dan tidak melepaskan pandangannya pada Mayra hingga Ia tak menyadari jika lantai kelas tidak sejajar dengan teras hingga membuat Abay tersandung dan nyaris tersungkur.
"Abayyyy..." Mayra yang melihatnya langsung berlari mencoba menahan tubuhnya. Namun berat badan Abay yang tak sebanding dengannya membuat keduanya jatuh ke lantai dengan posisi Mayra di bawah.
"Awwhh..." lirih Mayra memegangi kepalanya yang terbentur lantai.
Mayra menatap wajah Abay yang tepat berada di depan matanya.
Abay hanya diam mematung menatap wajah sang Istri.
Kemudian Mayra mendorong tubuh Abay dari atas tubuhnya.
"Abay bangun, Nanti semua orang akan melihat Kita."
Abay pun tersentak dari pandangannya dan melihat teman-temannya yang sudah berdiri menonton Mereka.
"O ho... Abay, Mayra... Apa semalam masih belum cukup, Sampai kalian bermesraan lagi di kampus? Hahahaha." ucap Vicky yang di iringi tawa teman-temannya.
Abay beranjak bangun dan mengulurkan tangannya pada Mayra.
Mayra meraih tangan Abay dan kembali berdiri dengan benar.
Abay menggandeng tangan Mayra dan melewati teman-temannya yang terus menggoda Mereka.
"Minggir! Dasar otak mesum!" ucap Abay mendorong Vicky.
Vicky dan yang lain kembali menertawakan Mereka.
Bersambung...
__ADS_1