Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Gugup


__ADS_3

Yaz begitu terkejut melihat Misty datang ke rumahnya.


Dengan tatapan tajamnya, Misty melangkahkan mendekatinya.


"Misty, Kamu... Kamu disini...?"


"Kenapa Yaz, Apa Kamu terkejut?" Misty terseyum smirk dan terus melangkah mendekati Yaz. Yaz yang merasa ketakutan terus melangkah mundur hingga menabrak meja di belakangnya.


"Karena polisi tidak bisa menghukum atas kejahatan mu, Jadi biarkan Aku yang menghuku mu dengan tanganku."


Yaz semakin dan terus melangkah mundur hingga Ia terjungkal di lantai.


"Apa maksudmu Misty?"


"Kau harus mati di tanganku Yaz!!" Misty menancapkan pisau di perut Yaz.


"Aaaaaaaaaaaaa..." Yaz terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin bercucuran, Yaz benar-benar merasa ketakutan karena mimpi itu terlihat benar-benar nyata.


"Apa yang terjadi Yaz, kenapa berteriak?" tanya Ibu yang mendengar teriakkan Yaz.


"Tidak Ibu, Aku hanya mimpi buruk."


"Belakangan ini Ibu lihat Kamu sering kali gelisah? dan sekarang mimpi buruk, Apa Kamu ada masalah?"


"T-t... Tidak ada Ibu, Aku baik-baik saja."


"Baiklah, Ceritakan pada Ibu jika Kamu memiliki masalah, Sekarang kembali tidur."


Yaz mengangguk dan menutup tubuhnya dengan selimut tebalnya.

__ADS_1


•••


Mayra telah berada di kamar Abay.


Ia melihat seisi kamarnya yang sangat jauh berbeda dari kamarnya, Bahkan ukurannya tidak lebih besar dari kamar mandi di dalam kamarnya. Namum bukan hal itu yang membuatnya gelisah, Melainkan Mayra berfikir bagaimana dirinya menghadapi Abay saat nanti Abay masuk ke kamar.


Mayra terus mondar-mandir sembari menggigit-gigit ujung jarinya hingga saat pintu terbuka, Mayra terlonjak melihat ke arah pintu, Mayra menatap punggung Abay yang sedang menutup pintu.


Kemudian Abay memutar tubuhnya dan melihat wajah Mayra yang terlihat begitu tegang.


Abay terseyum dan berjalan mendekati Mayra.


Mayra yang begitu sangat gugup langsung memutar tubuhnya dan berdiri membelakangi Abay. Jantungnya berdetak semakin cepat saat langkah Abay terdengar semakin mendekat.


Kemudian Mayra memejamkan mata dan mengatur nafasnya, Setelah merasa lebih tenang, Mayra kembali berbalik badan. Namun Ia kembali gugup saat Abay sudah berdiri tepat berada di depannya hingga dada Mereka beradu.


Susah payah Mayra menelan salivanya melihat Abay yang terus menatapnya dengan lekat.


"Hagh!"


"Ya, Bahkan Aku dapat mendengarnya, Jantung mu berdegup dengan sangat kencang, Hingga siapapun yang di dekat mu pasti akan mendengarnya."


Mayra yang merasa malu kembali membelakangi Abay.


Namun Abay kembali mendekati dan menarik tangannya saat Mayra mencoba kembali menjauh darinya.


Dengan gerakan memutar Abay berhasil membuat wajah Mayra membentur dadanya. Hal ini di ambil kesempatan oleh Mayra untuk menyembunyikan wajahnya.


Abay terseyum dan membelai rambut Mayra dengan lembut.

__ADS_1


Abay memejamkan mata menikmati degupan jantung Mayra yang terdengar seperti irama musik baginya.


Setelah cukup lama Abay menangkup wajah Mayra dan membuatnya menengadah ke atas.


Mereka saling menatap dengan lekat dari jarak yang sangat dekat, Bahkan saking dekatnya hidung mancung Mereka saling beradu.


Kemudian Abay mendaratkan ciumannya di kening Mayra dengan sangat lembut.


Mayra memejamkan mata merasakan hangatnya kecupan yang suaminya berikan. Namun belum sempat Ia membuka mata, Mayra kembali di kagetkan oleh ucapan sang Suami.


"Tidurlah, Tidak baik jika jantung mu terus berdegup kencang seperti itu." ucap Abay tertawa.


Mayra mencubit perut Abay untuk menutupi rasa malunya.


Kemudian Abay merapikan tempat tidur dan menyuruh Mayra berbaring di ranjangnya.


"Ini tidak senyaman ranjang mu, Bahkan sofa mu lebih empuk dari ini, Tapi Aku harap Kamu bisa tidur dengan nyenyak."


"Jangan khawatir Abay, Aku merasa sangat nyaman di sini."


"Aku tau Kamu berbohong." ucap Abay tersenyum getir.


"Tidak Abay, Aku baik-baik saja, Kamu juga tidurlah."


Abay menganggukkan kepalanya dan mengambil tikar untuk dirinya tidur di lantai.


Dengan posisi atas bawah dan saling berhadapan. Abay meraih tangan Mayra dan memainkan jari jemarinya, Kemudian saling melempar senyum hingga ke-duanya tertidur dengan tangan yang terus berpegangan.


Bersambung...

__ADS_1


SABAR YA, BELUM SAATNYA MALPER WKWKWK šŸ¤£šŸ„µšŸ”„


__ADS_2