Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Membujuk Suami


__ADS_3

Mayra melingkarkan kedua tangannya ke perut Abay yang membawa motor dengan begitu kencangnya.


Karena masih merasa kesal Abay mengabaikan Mayra yang memeluknya dengan mesra dan membenamkan dagu di pundaknya.


Mayra yang merasa di Abaykan melepaskan pelukannya dan memundurkan duduknya.


Abay melihat Mayra dari kaca spion dan menegurnya.


"Pegangan Mayra atau Kamu akan jatuh." ucapnya dingin.


"Apa pedulimu, Bukankah dari tadi kamu marah padaku, Biarkan saja jika Aku jatuh."


"Mayra ini dua hal yang berbeda, Sekarang cepat peluk Aku Mayra."


"Kalau Aku tidak mau kamu mau apa?"


"Mayra Aku tidak mau berdebat dijalan, Sekarang cepat peluk Aku."


tanpa menunggu Mayra melakukannya, Abay menarik tangan Mayra dan melingkarkan di perutnya.


Mayra melepaskan pelukannya. Namun Abay kembali menariknya dan terus memegangi tangan Mayra di perutnya.


Mayra tersenyum dan menyandarkan kepalanya di punggung Abay.


Sesaat kemudian mereka sampai di kampus.


Mereka turun dari motor dan menuju kelas tanpa bergandeng mesra seperti biasanya.


"Woyyy gimana kabarnya bro, Akhirnya kalian masuk juga, Gaimana bulan madunya?"


Dengan kesal Abay melepaskan tangan Vicky yang merangkul pundaknya.


"Ada apa dengan kalian? Kenapa muka pada di lipet begitu?"


"Pergilah Vicky aku sedang tidak ingin mendengar ocehan mu!"


"Apa kamu tidak merasa puas dengan servis istrimu?" bisik Vicky.


"Tutup mulutmu dan pergilah dari hadapan ku!" Abay melepas sepatunya dan mengarahkan pada Vicky.


Vicky tertawa dan berlari meninggalkan Abay.


Abay kembali memakai sepatunya sembari melirik Mayra kemudian pergi dengan wajah yang masih cemberut.


•••


Abay dan Mayra sampai di rumah.


Mereka melihat seluruh keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga.

__ADS_1


"Kalian sudah pulang?" tanya Ibu.


"Ya Ibu," saut Mayra yang melihat Abay masih diam saja.


"Apa kalian sudah makan?"


"Belum Ibu."


"Ibu akan siapkan makan, kalian pergilah mandi dulu."


Mayra mengangguk dan langsung menyusul Abay masuk ke kamar.


Namun Abay kembali keluar dengan membawa handuknya.


Mayra menghelai nafas kasar karena masih belum faham kenapa Abay masih marah padanya.


Kemudian Mayra kembali keluar dan di hadang oleh Rayyan.


"Kak Mayra ada apa dengan Bang Bay?"


"Entah lah dari semalam Dia marah-marah gak jelas."


"Apa Kak Mayra melakukan sesuatu yang membuatnya marah?"


Mayra mencoba mengingat apa yang terjadi selama di rumah Mayra.


Kemudian Mayra mengingat saat Abay bertanya apa Mereka tidak ingin melakukan sesuatu dan pagi harinya Abay marah.


"Kak Mayra sudah dapat jawabannya?"


"Ya, Terimakasih Rayyan." Mayra bergegas menyusul Abay ke kamar mandi.


Tok... Tok... Tok...


Abay membuka pintu dan keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di perut sebatas lutut.


Tanpa mengatakan apapun Abay meninggalkan Mayra dan pergi ke kamarnya.


Mayra kembali mengikuti Abay ke kamar meskipun Abay masih mendiamkan dirinya.


Kemudian Mayra merebut pakaian yang akan Abay kenakan.


Tanpa memprotes, Abay kembali mengambil pakaian yang lain di lemarinya. Mayra kembali merebut dan membuangnya.


"Ada apa dengan mu Mayra?"


"Seharusnya Aku yang bertanya ada apa dengan mu, Kenapa tidak mengatakannya saja."


"Maksudmu?"

__ADS_1


Mayra langsung mendorong tubuh Abay hingga terjatuh di ranjangnya.


Kemudian Mayra merangkak naik ke atas tubuhnya.


"M-m.. Mayra apa yang kamu lakukan?"


Mayra tak menjawab pertanyaan Abay dan membuka handuk yang melilit tubuhnya.


"M-m... Mayra..." Abay menelan salivanya saat miliknya terpampang di depan wajah Mayra.


"Kamu menginginkan ini kan?" dengan tatapan nakal Mayra langsung melesapkan milik Abay ke mulutnya.


"Mayraaaa... Oughhhhhh..." Abay mulai meliak-liuk pinggulnya sembari menatap wajah Mayra yang dengan susah payah mengu'lum miliknya.


Mayra memejamkan mata menikmati milik suaminya yang hanya bisa masuk setengahnya saja, Kemudian Mayra mulai memaju mundurkan esapannya dengan elusan tangan lembutnya.


"Mayraaa... Ssshhh Hohhh..." Abay menjambak rambut Mayra untuk mempercepat pergerakannya.


"Mayra Oh... Ssshh Arrrgghhhh...." lenguhan panjang bebarengan dengan semburan air hangat yang Ia keluarkan bebarengan dengan terlepasnya dari mulut Mayra.


Abay memejamkan mata menikmati sisa-sisa kenikmatannya.


Mayra kembali merangkak naik ke atas tubuh suaminya.


Ia mencium bibir suaminya yang masih mengatur pernafasannya.


"Ini kan yang membuat mu marah padaku?" tanya Mayra di sela lum'atan nya.


"Mayra..." nafas ter-engahnya sudah mampu mengatakan semuanya meskipun Abay tidak mau menjawabnya.


Sesaat kemudian Mayra melepaskan pelukannya dan turun dari atas tubuh suaminya.


"ini sudah jam 19.00 WIB Aku tidak ingin terlambat di hari pertama masuk ke kelas memasak ku."


Abay beranjak dan melilitkan handuk ke pinggangnya.


Kemudian Ia memeluk Mayra dari belakang.


"Maafkan Aku Mayra." Abay mengecup tengkuk lehernya.


"Tidak papa Abay seharusnya Aku lebih peka lagi."


"Setelah kamu pulang kursus, Tinggal giliran ku." bisik Abay dengan suara menggoda.


Mayra tersipu dan menyikut perut Abay.


"Cepatlah bersiap Abay, Nanti Aku terlambat."


"Baiklah." Abay terseyum bahagia dan mengambil pakaiannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2