Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Ngambek


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, Di lanjutkan dengan berbincang-bincang sebentar Mayra dan Abay kembali ke kamar.


Mayra langsung membaringkan tubuhnya dan mematikan lampu utama lalu menggantinya dengan lampu tidur.


"Apa kita akan langsung tidur?" tanya Abay.


"Apa ada yang ingin kamu lakukan?"


Abay hanya diam dan berharap Mayra bisa memahami keinginannya.


"Abay, Kenapa diam?"


"Tidak, Tidurlah." dengan rasa kecewa Abay menarik selimut menetutupi seluruh tubuh hingga wajahnya.


"Ada apa dengannya, Aneh sekali." batin Mayra.


Di bawah selimutnya Abay cemberut dan merasa kesal karena Mayra tidak peka terhadap dirinya.


šŸƒ Pagi Hari 🌻


Mayra yang sudah bersiap menarik selimut yang masih menutupi tubuh Abay dan membangunkannya.


"Abay bangunlah." bisik Mayra di telinganya.


"Hmmm." Abay kembali menarik selimut untuk menutup rapat tubuhnya.


"Abay bangunlah atau kita akan terlambat dihari pertama."


Namun Abay tetap diam mengabaikan ucapan Mayra.


"Abay Abay, Bangunlah." Mayra menegguncang-guncang tubuh Abay namun abay tetap tidak mau bangun.


Mayra pun beranjak bangun dan membuka pintu.


Ceklekkk...


"Ibu..."


Abay yang mendengarnya langsung duduk melihat pintu. Namun hanya Mayra yang berdiri menertawakannya.


"Mayra Kau! Arghhh!!!" Abay beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi dengan kesal


•••


Yaz mengikuti Misty yang keluar dari kelasnya.

__ADS_1


Dengan setengah berlari Misty pergi ke taman untuk menghindarinya.


Yaz yang masih begitu penasaran dengan perubahan sikap Misty menghentikan Suhana yang akan menyusul Misty.


"Ada apa dengan Misty kenapa dia berubah sikap padaku?"


"Aku tidak tau Yaz, sejak kemarin Dia juga tidak bicara padaku."


"Bicaralah padanya, Cari tau kenapa Dia terus menghindari ku."


Suhana mengangguk dan mendekati Misty


"Hay Misty, Kenapa kamu kembali murung? Apakah ada yang mengatakan sesuatu padamu?"


"Tidak ada Suhana, Aku hanya ingin sendiri."


"Jangan sembunyikan apapun dariku Misty, Apa kamu tidak lagi mempercayai ku sebagai sahabatmu?"


"Aku akan mengatakannya jika Aku sudah tidak mampu menyimpan sendiri Suhana, Maafkan Aku."


"Baiklah terserah kamu saja dan beri tau Aku jika kamu sudah ingin mengatakannya."


Misty nengangguk dengan senyum tipisnya.


Dari kejauhan Yaz menaikan dagu dan alisnya untuk menanyakan hasilnya. Suhana langsung menggelengkan kepalanya.


•••


Abay keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih cemberut.


Mayra terseyum dan memeluk Abay dari belakang.


dengan kesal Abay melepaskan tangan Mayra dari tubuhnya.


Namun Mayra kembali memeluk Abay dan Abay kembali melepaskan tangan Mayra.


"Kenapa Kamu begitu marah Abay, Aku hanya mencoba membangunkan mu?"


"Dasar gak peka, Siapa yang marah karena di bangunkan, Aku kan marah gara-gara semalem," batin Abay.


Tanpa mengatakan apapun Abay keluar dari kamar.


Mayra mengikuti Abay dengan mengernyitkan keningnya.


"Kemarilah Sayang, Ayah sudah menunggu kalian untuk sarapan."

__ADS_1


Mayra mengangguk dan menuju meja makan.


Abay pun duduk tanpa bicara sepatahpun.


"Ayah, Ibu, Pulang kuliah Aku langsung kembali kerumah Abay ya."


"Kenapa tidak tinggal disini lebih lama lagi Mayra, kenapa terburu-buru?"


"Tidak Ibu, Malam hari Aku ada kelas masak jadi biarpun Aku tinggal disini kita akan jarang bertemu."


"Kalau begitu biarkan Sudhir ikut denganmu, Dia yang akan mengantar jemput mu, Kamu tidak mungkin kan malam-malam menggunakan motor, Nanti kedinginan loh."


Abay yang mendengar berhenti mengunyah dan melihat Mayra.


"E-e... Itu tidak perlu Ayah, Aku sudah terbiasa menghunakan motor bersama Abay Dan lagi pula Ajay juga tidak keberatan harus mengantar jemput ku."


Abay yang mendengar jawaban Mayra kembali makan dengan tenang.


"Baiklah Sayang terserah kamu saja, Tapi jika kalian butuh sesuatu jangan ragu memberi tahu Ayah dan Ibumu."


Setelah selesai sarapan Mereka berpamitan.


Ibu nemeluk Mayra dengan hangat, Begitupun dengan Ayah yang mencium kening putri kesayangannya.


Ayah juga memeluk Abay dengan hangat, Meskipun dulunya mereka sering berseteru, Namun semuanya telah berubah.


"Jaga putriku baik-baik.m," ucap Ayah menepuk-nepuk punggung Abay.


Abay hanya mengangguk dengan senyum tipisnya dan melanjutkan bersalaman pada Ibu mertuanya.


Setelah mereka meninggalkan rumah dengan motornya.


Abay mulai mengeluarkan unek-uneknya yang dari tadi Ia simpan


"Aku fikir kamu akan menerima tawaran Ayah."


"Apa maksudmu Abay?"


"Kamu terbiasa menggunakan mobil dengan nyaman, Sedangkan bersama ku, Kamu hanya menggunakan motor, Jika panas kepanasan, Hujan kehujanan."


"Kenapa Kamu berfikir seperti itu Abay, Apa Aku pernah melihat status sosial mu? Kenapa Kamu terus marah pada ku, Sebenarnya apa yang membuat mu marah, Apa karena Aku membangunkanmu dengan cara seperti itu? Atau kamu marah karena tersinggung Ayah menawarkan mobil untuk ku?"


"Sudahlah Mayra kamu tidak akan pernah mengerti."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2