Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Meminta Restu


__ADS_3

Bel istirahat telah berbunyi.


Semua murid keluar dari kelasnya kecuali Misty dan Yaz yang masih merapikan buku-bukunya.


Setelah merapikan buku, Misty berdiri dan melangkahkan kakinya. Namun kaki Misty tersandung kaki meja hingga membuatnya nyaris terjatuh.


"Misty...." dengan sigap Yaz meraih tubuh Misty dengan satu tangannya agar Ia tidak terjatuh, Tapi hal itu membuat Misty mengingat kejadian malam itu. Dengan memejamkan mata dan memegang kedua telinganya Misty kembali histeris.


'Tidak... Tidak... Tidak..."


"Misty..." Yaz merasa bingung apa yg harus dilakukan.


"Jangan sentuh, Jangan sentuh..."


"Misty... Misty... Misty... Tenanglah Aku tidak akan menyentuhmu." pekik Yaz.


Misty terus menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak mendengarkan apa yang Yaz katakan.


Suhana yang mendengar jeritan Misty, Datang dan berlari memeluknya.


"Misty apa yang terjadi?"


"Lepaskan... Lepaskan..." Misty terus memberontak tak melihat Suhana yang mendekap tubuhnya.


"Misty buka matamu, Lihatlah ini Aku, Suhana."


Misty membuka mata dan melihat Suhana menangkup wajahnya dan menganggukkan kepalanya.


"Suhana." Misty menangis memeluk Suhana.


"Apa yang Kau lakukan padanya Yaz?"


"A-a-Aku tidak melakukan apapun, Aku hanya menolongnya saat Dia akan jatuh."


"Lalu untuk apa Kau masih berdiri di sini, Cepat pergi!"


Yaz meninggalkan kelas dengan perasaan bersalahnya.


•••


Abay dantang ke kantin bersama Mayra dan melihat Vicky sedang menikmati makanannya.


Abay menghampiri Vicky dan menepuk tengkuknya hingga Vicky tersedak.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Vicky menahan rasa sakitnya tersedak.


Sedangkan Abay hanya tertawa puas karena berhasil membalas Vicky yang selalu mengganggunya.


"Abay apa yang kamu lakulan?" tanya Mayra yang tidak tega melihat Vicky dan memberinya air putih.


"Biarkan saja Mayra, Itu balasan untuk Dia agar tidak berani mengganggu kita lagi."


"Membalas kejahatan seseorang tidak harus membalas dengan kejahatan."


"Dengerin tuh kata istri," ucap Vicky yang sudah membaik.


"Arrrgghhhh Pergi sana dan jangan mengganggu kami lagi."


"Aku tidak mau, Kalian kalau mau makan, Makan saja kenapa menggangguku."


"Gak enak kan kalau di ganggu? Lalu kenapa juga Kamu selalu mengganggu kami?"

__ADS_1


"Kamu sendiri yang minta di ganggu, Bermesraan tidak tau tempat.


"Vicky Kau..." Abay membawa piring makanan Vicky dan membawanya lari


"Abay Hey!" Vicky berlari mengejarnya, Sedangkan Mayra hanya tertawa menggelengkan kepalanya.


•••


Yaz meninggalkan kelas dan memikirkan kejadian tadi.


Misty yang selama ini terlihat kuat langsung histeris saat di sentuh olehnya.


"Inikah keadaan Misty yang sebenarnya? Apa Dia mengalami trauma selama tidak masuk sekolah?" Yaz melihat ke arah Misty yang masih di tenangkan Suhana.


"Jika itu benar, Jadi selama ini Dia berusaha keras untuk menghadapi ku?" batinnya lagi.


"Misty tenanglah, Tidak akan ada yangg terjadi padamu, Percayalah."


Suhana memeluk Misty dan mengusap-usap punggungnya.


Misty mengingat semua nasehat Mayra dan psikolognya.


Kemudian Misty terdiam dan mengusap air matanya.


"Aku harus kuat, Aku harus kuat, Aku harus kuat." ucap Misty menguatkan hatinya.


•••


Malam Hari 🌙


Abay sedang menyisir rambutnya di depan cermin.


Dengan menggunakan celana denim dan kaos senada, Abay memadupadankan dengan jas putih tulang untuk menunjang penampilannya menemui Mayra dan orang tuanya.


"Itu tidak di ragukan lagi, Bang Bay memang selalu tampan," ucap Abay sambil merapikan gaya rambutnya.


"Apa Bang Bay akan berkencan dengan Kak Mayra?


"Lebih dari sekedar kencan."


"Benarkah? Apa Bang Bay akan bermalam bersamanya?"


Abay yang mendengar pertanyaan Rayyan menoleh ke arahnya.


"Pertanyaan apa itu, Masih kecil pertanyaannya begitu?" Abay mengacak-acak rambut Rayyan dengan gemas.


Rayyan hanya tertawa merapikan kembali rambutnya.


"Baiklah Bang Bay pergi dulu, Kalau Ibu sudah pulang katakan padanya Aku kerumah Mayra."


Rayyan mengangguk dan melihat Abangnya yang pergi dengan motor barunya.


•••


Di rumah, Mayra sedang berhias diri di depan cermin sambil senyum-senyum sendiri.


Ibu yang melihat ikut tersenyum memegang kedua bahunya.


"Putri Ibu benar-benar terlihat sangat cantik."


"Terimakasih Ibu."

__ADS_1


"Ayah dan Ibu bahagia sekali saat Kamu bilang kalau hubungan mu dan Abay sudah membaik, Apa lagi Abay berniat baik ingin menemui Ayah dan Ibumu secara langsung tanpa Kamu memintanya."


"Sekarang Abay sudah benar-benar berubah Ibu."


"Syukurlah Sayang, Ibu turut bahagia untukmu, Akhirnya penantian dan pengorbanan mu selama ini tidak sia-sia."


Tok... Tok... Tok...


"Permisi Nyonya, Non Mayra, Mas Abay sudah datang,"


"Baiklah terimakasih."


Ibu dan Mayra turun bersama dan melihat Abay dan Ayah sudah duduk bersama.


Abay yang melihat Mayra menuruni tangga begitu terpesona melihat penampilan Mayra terlihat jauh lebih cantik dari biasanya.


Mayra melempar senyum pada Abay dan dibalas senyuman juga oleh Abay.


"Sayang kemarilah," ucap Ayah.


Mayra duduk di sebelah Ayahnya sementara Ibu di samping Mereka.


"Baiklah Abay, Apa maksud kedatangan mu kemari?"


Abay belum menjawab dan terus menatap Mayra.


Ayah yang tidak juga mendapat jawaban, Melihat Abay yang terus menatap putrinya.


"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta pada putri Ayah yang cantik ini," ucap Ayah merangkul Mayra ke sisinya.


"A-e..." Abay tersentak dari lamunannya.


"Sebenarnya kedatangan ku kesini yang pertama-tama ingin meminta maaf pada Ayah dan Ibu, Mayra juga, Atas semua kesalahan yang selama ini Aku lakukan, Aku benar-benar minta maaf, Aku sangat menyesal dan Aku janji tidak akan pernah mengulangi kesalahan dan menyakiti Mayra lagi."


Semua orang menatap Abay dengan serius.


"Yang kedua karena Aku dan Mayra sudah berbaikan dan tidak ada maslah apapun lagi jadi..."


"Jadi?" Ayah memotong ucapan Abay.


"Jadi Aku ingin memperbaiki pernikahan ku dengan Mayra, Dulu Aku menikahi Mayra dengan terpaksa, Tapi dengan berjalannya waktu Aku mulai mencintai Mayra dan kini Aku benar-benar sangat mencintai Mayra."


"Lalu?"


"Jika Ayah mengizinkan, Aku ingin kembali bersatu dengan Mayra, Tinggal bersamanya layaknya suami-istri seperti pada umumnya.


Aku ingin memenuhi kewajibanku sebagai suami yang selama ini tidak Aku jalani, Beri Aku kesempatan untuk menebus kesalahanku dan membahagiakan Mayra Ayah,"


Mayra begitu terharu mendengar semua ucapan Abay.


Ayah menatap Mayra dan melihat putrinya menganggukkan kepala pada sang Ayah.


"Jika putriku sudah mengatakan Iya, Apa yang bisa Ayah buat?"


"Jadi Ayah setuju?" tanya Abay memastikan.


"Dari dulu sampai sekarang kebahagiaan putriku adalah kebahagiaan Ayah, Jadi Ayah akan memberimu kesempatan untuk membuktikan semua ucapan mu, Tapi jika Kau berrrani menyakiti putri ku lagi, Aku tidak akan pernah mengampuni mu!" tegas Ravindra.


Tanpa rasa tertekan apa lagi benci seperti dahulu, Abay menerima ancaman Ayah mertuanya tanpa mengeluh.


Bersambung...

__ADS_1


SEMANGAT YUK, KAWAL SAMPAI MALPER WKWKWK 🤣🔥


__ADS_2