Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Usaha Yaz


__ADS_3

Yaz membaringkan Misty dan memangku kepalanya.


Dengan menepuk-nepuk pipinya, Yaz mencoba menyadarkan Misty.


"Misty bangunlah," ucapnya khawatir.


"Pak, Cepat ke rumah sakit terdekat."


"Baik Den."


Sepanjang perjalanan Yaz tidak berhenti mengkhawatirkan Misty.


Tangannya terus memegang wajahnya agar tidak sampai terkena guncangan mobil.


Perlahan Misty mulai membuka matanya, Samar-samar Ia melihat dagu Yaz yang terlihat fokus menatap ke depan.


Misty merasa gemetar melihat dirinya ada di pangkuannya pria yang telah merenggut kesuciannya. Namun belum sempat Ia bereaksi, Mobil telah berhenti.


Yaz segera turun membopong tubuhnya tanpa mengetahui Misty sudah separuh sadar.


Perawat yang melihat Yaz lari tergopoh-gopoh langsung menyambutnya dengan mendorong brankar ke arahnya.


"Baringkan di sini Mas," ucap Perawat.


Yaz menuruti apa kata suster dan mendampinginya dengan rasa yang sangat khawatir.


"Aku tidak papa," ucap Misty mengagetkan Yaz yang setengah berlari mengiringi brankar.


"Misty Kamu sudah sadar?"


Belum sempat Misty menjawab, Dokter sudah datang untuk memeriksa Misty.


"Saya boleh mendampinginya Dok?"


"Ya, Tentu."


Dokter pun mulai memeriksa Misty dan mengobati luka di siku dan lutut Misty.


"Dokter bagaimana keadaannya?"


"Tidak perlu khawatir, Dia hanya mengalami luka ringan dan darah rendah, Makanya Dia jatuh pingsan"

__ADS_1


"Apa Anda yakin?" tanya Yaz yang masih khawatir.


"Sangat yakin."


"Baiklah, Terimakasih Dokter."


Setelah selesai pemeriksaan Yaz mendekati Misty untuk membantunya turun dari brankar.


Misty langsung menatap Yaz dengan tegang.


"Jangan takut Misty, Aku yang menggendongmu kesini, Tidak terjadi apapun kan?"


Misty menundukkan pandangannya menghindari tatapan Yaz.


"Percayalah padaku Misty tidak akan terjadi apapun jika Aku menyentuh mu."


Misty kembali menatap Yaz, Yaz menganggukkan kepala menunggu persetujuannya. Karena merasa tidak dapat penolakan dari Misty dengan sangat perlahan tangan Yaz mulai merankul pundaknya.


Misty tersentak dan melihat tangan Yaz yang ada di pundaknya. Kemudian Misty menatap Yaz dengan rasa takut. Namun Yaz kembali mencoba menenangkannya.


"Tenang lah Misty, Tidak akan terjadi apapun."


Misty terus menatap tangan Yaz yang kemudian turun menggengam tangannya.


Kemudian Misty kembali membuka matanya dan metap Yaz.


Yaz menatap Misty dengan tegang, Ia takut jika Misty akan kembali histeris. Namun kekhawatirannya hilang melihat Misty yang terlihat tenang.


Misty mencoba memegang tangan Yaz yang memegang tangannya.


Hatinya mulai merasa tenang karena tiidak ada sesuatu yang terjadi padanya saat Yaz menyentuhnya.


Yaz menganggukan kepala untuk meyakinkannya.


"Kamu lihat Misty, Tidak terjadi apapun kan?"


Misty menganggukkan kepalanya dengan sangat perlahan sampai hampir tak terlihat jika tidak memperhatikannya.


Yaz terseyum lega akhirnya Misty tidak lagi takut padanya.


•••

__ADS_1


Di hari kedua Abay dan Mayra menikmati hari terakhir mereka dengan melakukan Diving dan Snorkeling di Surga Bawah Laut.


Setelah itu mereka berjalan-jalan di tepi pantai menikmati indahnya pemandangan dan hamparan pasir putih serta jernihnya air laut.



Setelah puas berkeliling dan merasa lelah, Mereka kembali ke penginapan dan menikmati terbenamnya matahari di teras penginapannya.



Mereka duduk berdampingan dan saling menggenggam tangan satu sama lain.


Tidak jarang juga mereka saling mencuri pandang dengan perasaan yang mereka rasakan satu sama lain.


Mayra yang begitu sangat mencintai Abay dengan ketulusan hatinya, Yang telah melewati berbagai macam penderitaan, Akhirnya bisa mendapatkan Pria pujaannya tanpa paksaan lagi darinya.


Abay yang sebelumnya tidak mencintai Mayra akhirnya menyadari ketulusan hati Mayra dan benar-benar telah menyadari perbuatannya dan tengah berusaha keras untuk selalu membuat Mayra bahagia.


Mereka kembali menoleh ke arah masing-masing hingga mata keduanya bertemu.


Kemudian sama-sama saling mengalihkan pandangannya dan menundukkan kepalanya.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Abay membuka pembicaraan.


"Kamu." jawab Mayra singkat.


"Sungguh?"


"Ya, Tidak ada siapapun selain dirimu." ucap Mayra yang masih menundukkan kepalanya.


Abay terdiam dan mengukir senyum tipisnya.


"Lalu apa yang kamu pikirkan?" Mayra balik bertanya.


"Banyak hal,"


"Kamu tidak memikirkan ku?"


"Bagaimana menurutmu?"


Mayra menghelai nafas kasar, Rasanya jawaban Abay tak sesuai keinginannya.

__ADS_1


Bersambung...


šŸ“Œ Semangat kejar Popularitas Bang Bay dulu, Om Duda libur dulu šŸ˜€


__ADS_2