Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Dikira Mesum


__ADS_3

šŸƒ Pagi Hari 🌻


Perlahan Mayra membuka mata dan merasa tubuhnya begitu berat untuk di gerakkan.


Mayra menoleh ke samping dan melihat Abay yang masih tertidur pulas menempel pundaknya.


Kemudian Mayra melihat tangan Abay yang masih memeluk tubuhnya.


Mayra terseyum mengingat kejadian semalam dan kembali memeluk Abay.


Abay yang merasakan pelukan Mayra membuka matanya dan melihat ke arah Mayra.


"Mayra..." Abay mengusap lembut pipi Mayra.


"Apa Kamu sudah baik-baik saja?" tanya Abay khawatir.


"Aku baik-baik saja Abay, Terimakasih." Abay mengecup lembut tangan Abay yang berada di pipinya.


"Kemarilah."


Mayra terseyum dan menaikan kepalanya di bahu Abay.


Abay mendekapnya erat sembari memejamkan mata merasakan ketenangan dalam hatinya karena akhirnya cinta yang sulit terucapkan telah berhasil Ia ungkapkan.


"Heyyy! Siapa kalian?"


Abay dan Mayra terlonjak kaget dan saling melepaskan pelukannya, Kemudian Mereka duduk dan menatap dua orang warga berdiri di depannya.


"Tidak tau malu, Bisa-bisanya Kalian berbuat tidak senonoh di kampung kami."


"Tidak-tidak, Kami hanya bermalam karena Kamimi tersesat, Kami tidak melakukan apapun," ucap Mayra panik.


"Argh! Jangan banyak alasan, Kalau tidak melakukan apapun kenapa Dia tidak memakai baju?" tanya warga sambil menunjuk Abay.


Abay menyilangkan tangannya menutup dadanya.


"Kalian tidak bisa mengelak lagi kan?"


"E-e... Ba-bajuku basah kuyup, A-a-Aku merasa kedinginan jadi membukanya, E-e... Lagian kenapa jika kami melakukan sesuatu, Kami kan suami istri."


"Jika kalian suami istri kenapa kalian berbuat seperti itu disini, Kenapa tidak dirumah kalian saja?"


"Istri ku sudah bilang, Kami tersesat, Motor dan ponsel kami hilang jadi Kita bermalam disini."


"Kami mengatakan yang sebenarnya Pak." ucap Mayra memelas.


Warga terdiam melihat Mayra yang terlihat pucat.


"Baiklah Bapak-bapak, Apa di sekitar sini ada kendaraan yang bisa mengantar kami pulang?"

__ADS_1


"Ya, Hanya ada becak motor yang lewat sini."


"Baiklah, Sekarang tolong panggilkan."


Warga yang mendengarnya melotot kesal.


"E-ya... Naiklah Aku akan memanggilnya sendiri, Kalian pergilah."


Mayra tertawa menggelengkan kepalanya.


Abay menoleh ke arah Mayra yang sontak membuat Mayra menghentikan senyumnya dan menjadi canggung.


Abay tersenyum dan memungut bajunya.


"Ayo Kita cari becak, Biar romantis," ucap Abay terseyum sambil mengulurkan tangannya.


Mayra mengangguk dan meraih tangan Abay.


•••


Di rumah, Misty sedang sarapan bersama Ibu, Adik dan Bu Sundari.


Ibu yang melihat keadaan Misty semakin membaik begitu bahagia melihatnya.


"Misty bagaimana hari pertamamu di sekolah?" tanya Ibu.


"Semua sangat menegangkan Ibu, Aku harus bersusah payah agar terlihat kuat di depan Yaz."


"Ya itu benar, Aku harus terbiasa dengan ini, Bu Sundari terimakasih telah merawatku dengan baik."


Bu Sundari terseyum menganggukan kepalanya.


•••


Abay menghentikan becak motor yang lewat setelah mereka berjalan beberapa meter.


Abay memegangi tangan Mayra dan mempersilahkannya naik.


Namun Mayra terlihat bingung melihat kendaraan roda tiga tersebut.


Abay terseyum melihat kebingungan di wajah Mayra.


"Apa Kamu juga baru pertama kalinya melihat becak secara langsung?" tanya Abay tertawa.


Mayra hanya menganggukkan kepalanya dengan tegang.


"Naiklah, Aku ada di sisi mu."


Mayra menganggukkan kepalanya dan duduk mencari pegangan.

__ADS_1


Abay yang melihatnya tersenyum dan merangkul pundak Mayra.


Mayra kaget dan melihat tangan Abay.


Abay tersenyum menatap Mayra dan mendekap ke sisinya.


•••


Yaz melihat kedatangan Misty


Ia yang masih tidak percaya dengan perubahan Misty secepat itu memberanikan diri untuk menantang Misty, Dengan langkah cepat dan tatapan yang tegas, Yaz berjalan ke arahnya.


"Kita lihat, Apa Misty benar-benar berani, Atau hanya pura-pura berani." gumam Yaz.


Misty berhenti menatap Yaz yang menghalangi langkahnya.


Yaz terus menatap Misty dengan tatapan penuh intimidasi.


Misty mulai merasa takut, Namun Misty tetap berusaha kuat dan mengangkat sedikit dagunya untuk menunjukkan jika Ia tidak takut.


"Menyingkirlah dari hadapanku!" tegas Misty.


Yaz terus berjalan maju ke arah Misty hingga mez Keduanya menjadi sangat dekat.


"Yaz berhenti!"


Yaz tidak peduli dan terus melangkah maju mendekati Misty.


"Aku bilang berhenti Yaz... Atau..."


"Atau apa Misty? Aku ingin lihat seberapa pemberaninya dirimu?"


Misty mendorong tubuh Yaz dan berlari meninggalkannya.


"Jadi cuma segitu keberanianmu?" pekik Yaz terseyum smirk.


Kemudian Yaz terseyum puas. Namun baru saja Ia memutsr tubuhnya, Misty kembali memanggilnya.


"Yaz.."


Yaz kembali berbalik badan dan langsung mendapat guyuran setengah ember air bekas mengepel lantai oleh Misty.


Yaz sangat terkejut dan mengusap wajahnya dengan kesal.


"Misty Kau?" Yaz menunjuk wajah Misty dan melihat teman-temannya berkumpul melihat kejadian itu dan membuatnya menjadi sangat malu.


Misty terseyum smirk dan membuang ember itu ke sembarang arah.


"Dulu Kau menyiramku dengan segelas air es dan sekarang Aku menyiramu dengan satengah ember air bekas mengepel lantai,

__ADS_1


Ingatlah Yaz, Setiap pembalasan ku akan lebih kejam dari pada perbuatanmu!" dengan penuh keberanian Misty meninggalkan Yaz.


Bersambung...


__ADS_2