Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Ancaman Mayra


__ADS_3

Mayra berlari ke depan warga, Ia melihat Abay dari jarak dekat.


Dengan bibir yang gemetar Mayra mempertanyakan apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi Abay, Kenapa..." Mayra menghentikan ucapannya melihat Nandini di sebelah suaminya.


"Nandini Kau?" Mayra menatap ke-duanya dengan bingung


"Apa Anda Istrinya?"


"Ya, Saya Istrinya, Kenapa kalian membawa Mereka seperti ini?"


"Kemana Tuan Ravindra, Beliau harus tau apa yang di lakukan menatunya."


"Ayah sedang tidak ada dirumah, Anda bisa mengatakannya padaku."


"Baiklah, Suamimu dan Wanita ini telah berbuat maksiat di lingkungan Kami, Sebab itu Kami menggerebek dan mengaraknya kemari."


"Apa!" bagai tertusuk seribu belati Mayra sangat shock dengan apa yang Ia dengar, Rasa bersalahnya karena merasa dirinya merebut Abay dari Nandini membuat Mayra mengizinkan suaminya tetap berhubungan dengan kekasihnya malah membuat suaminya kebablasan.


Mayra kembali memperhatikan Abay dan Nandini yang baru Mayra sadari jika Nandini hanya mengenakan lingerie minim dengan tali kecil yang memperlihatkan belahan dadanya. Seketika kakinya lemas dan hampir kehilangan keseimbangannya.


Abay yang melihatnya mengangkat tangannya dengan memanggil lirih namanya. Namun Warga lebih dulu menahan tubuh Mayra hingga kembali berdiri dengan benar.


"Apa Anda baik-baik saja?"


"Ya, Aku baik-baik saja, Terimakasih."


"Sekarang apa yang harus Kita lakukan pada Mereka Nona?"


Mayra menatap Abay yang terlihat memasang wajah iba nya.

__ADS_1


"Kita bawa Mereka ke kantor polisi saja." saut yang lain.


"Atau Kita arak lagi, Gantung Mereka di taman kompleks." saut yang lainnya lagi.


"Tidak! Tidak akan ada yang melakukan apapun."


Bukan hanya Abay dan Nandini, Semua warga pun merasa tercengang mendengar jawaban Mayra.


"Tapi Nona, Suami Anda telah berselingkuh, Mereka telah..."


"Biarkan Kami menyelesaikan masalah Kami sendiri." Mayra menjeda ucapanya.


"Aku tidak ingin semua orang tau ini, Aku tidak ingin mencoreng nama baik Ayahku jadi Aku mohon pada kalian semua untuk tidak mengatakan apapun pada Ayahku dan menyelesaikan masalah ini sampai disini."


"Tapi Nona..."


"Aku mohon" Mayra melipat kedua tangannya dan mengiba pada Mereka.


Mayra terdiam menatap Abay, Abay pun melihat Mayra sesaat dan kembali mengalihkan pandangannya.


"Baiklah, Jika ini keputusan Anda, Kami tidak bisa memaksa, Kalau begitu Kami pulang sekarang."


"Baiklah, Terimakasih untuk apa yang telah kalian lakukan."


Setelah kepergian warga, Kini hanya tinggal Mereka bertiga.


Mayra kembali mendekati Abay dan Nandini dengan dingin.


"Pak Sudhir." pekik Mayra.


"Ya Non."

__ADS_1


"Berikan jaketmu padanya dan antarkan Dia pulang." tegas Mayra.


"Baik Non." Sudhir memberikan jaketnya pada Nandini. Namun segera di tepis olehnya.


"Aku tidak sudi memakai jaket pelayan sepertimu."


"Pakailah Nandini, Jika Kamu masih memiliki rasa malu."


"Mayra jaga bicaramu!" bentak Abay.


"Apa itu menyakitimu?" tanya Mayra terseyum smirk.


Abay menatap Mayra dengan kesal. Kemudian menatap kekasihnya dengan penuh kasih.


"Aku akan mengambil jaketku." ucap Abay mengusap pipi Nandini dan melangkah pergi.


"Kamu tidak akan mengambilnya." tegas Mayra.


"Kenapa Aku tidak boleh mengambilnya?" tantang Abay.


"Karena Aku tidak mengizinkannya."


"Kamu pikir Aku peduli dengan izinmu?" Abay kembali melangkah mendekati pintu.


"Jika Kamu bersikeras ingin mengamambil jaketmu, Maka ambilah semua barangmu, Pergilah dengan wanita ini dan jangan pernah lagi kembali kerumah ku!" tegas Mayra yang tidak lagi terlihat sedih.


Abay yang mendengar ancaman Mayra menghentikan langkahnya.


Ia tidak bisa berbuat apa-apa memikirkanan hal buruk yang akan Mayra lakukan jika Ia terus membantahnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2