Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Kembali Ke Sekolah


__ADS_3

Sesaat kemudian Mereka sampai di rumah.


Mayra meminta izin untuk langsung pulang karena malam sudah cukup larut.


"Abay Aku pulang dulu, Sampaikan salam kepada Ibu."


"Hati-hati Kak Mayra," ucap Misty.


Mayra menganggukan kepalanya dan mengusap wajah Misty.


Seakan ingin menghentikan Mayra, Abay mengangkat tangannya. Namun bibirnya tak mampu mengucapkannya dan akhirnya Abay mengepalkan kembali tangannya dan hanya menganggukkan kepalanya.


Abay terus melihat mobil Mayra yang terus berjalan meninggalkan rumahnya sampai menghilang dari pandangannya.


"Aku tidak bisa seperti ini terus, Aku tidak bisa terus menerus terlihat bodoh di depan Mayra, Aku harus melakukan sesuatu untuk mengakhiri ini semua." batin Abay.


•••


Mayra telah sampai di rumah dan langsung menjatuhkan diri ke ranjang empuknya.


Mayra kembali mengingat saat Abay menyatakan cintanya di depan Nandini. Namun hingga kini Abay tidak pernah lagi membahas secara langsung padanya. Padahal Mayra begitu sangat berharap Abay mengatakan lagi untuk meyakinkan dirinya jika Abay telah benar-benar mencintainya.


šŸƒ Pagi Hari 🌻


Suhana berjalan menuju kantin dan berpapasan dengan Yaz.


Mereka sama-sama berhenti dan saling memandang dengan tajam.


"Turunkan pandanganmu!" tegas Yaz.

__ADS_1


Suhana tetap menatap Yaz tanpa rasa takut.


"Aku bilang turunkan pandanganmu!"


"Untuk apa Aku harus menurunkan pandangan ku kepada orang rendahan sepertimu?"


"Berrraninya Kau!" dengan mata melotot dan mengeraskan rahangnya Yaz mencengkeram pipi Suhana dan merangkum dengan jari-jemarinya.


"Sejak kapan Kau menjadi begitu berani pada Yazid Haikal Wirayudha?"


"Sejak orang jahat sepertimu bebas berkeliaran begitu saja di sekolah ini tanpa ada rasa bersalah sedikitpun."


"Berrrrani sekali Kau!" Yaz melepaskan cengkeramannya dan mengangkat tangan untuk menamparnya. Namun seseorang menghentikan dengan memegang tangan Yaz dari belakang.


Yaz menoleh ke belakang dan membelalakkan matanya melihat Misty berdiri di belakangnya.


"Misty..." lirih Yaz yang menatap Misty dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Ayo Suhana."


Yaz melihat kepergian Mereka dan masih tak percaya dengan perubahan Misty yang jauh lebih cantik dan berani.


Misty menoleh ke belakang sekejap dan kembali melangkah meninggalkannya.


"Oh Tuhan, Yaz... Siapa yang tadi barusan Kita lihat, Benarkah itu Misty?" tanya Vicky merangkul Yaz yang masih terus melihat ke arah Misty.


"Misty benar-benar terlihat sangat cantik, Dia tidak seperti habis sakit tapi Dia seperti habis perawatan dari luar Negeri. Benarkan yang ku katakan Yaz?"


Yaz hanya terdiam dan meninggalkan Lucky.

__ADS_1


"Yaz... Yaz... Kenapa Kamu tidak menjawab pertanyaan ku?" pekik Lucky berlari mengejar Yaz yang menuju kelasnya.


Yaz menghentikan langkahnya di depan pintu dan melihat Misty yang sudah duduk di bangkunya.


Misty melihat tajam Yaz seakan tak lagi merasa takut padanya.


Yaz menundukkan pandangannya seakan tak bisa lagi menatap wajah Misty.


"Duduklah Yaz, Kenapa berdiri saja," ucap Bu Guru yang sudah berdiri di belakang Yaz.


Yaz mengangguk dan melangkah menuju bangkunya.


Namun belum sempat Yaz duduk, Misty menarik bangkunya dan membuat Yaz terjatuh ke lantai.


Sontak membuat teman-teman sekelas menertawakannya.


Misty terseyum smirk dan memberi isyarat dengan kedua jari telunjuknya.


Tanpa Misty mengucapkan sepatah kata pun, Yaz faham dengan apa yang Misty coba lakukan pada dirinya, Ya itu membalas perbuatan yang pernah Yaz lakukan kepada-nya.


"Misty! kenapa Kamu menarik bangku Yaz dan membuatnya jatuh?' tanya Bu Guru.


"Maaf Bu, Aku hanya memundurkan sedikit bangkunya agar Yaz duduk dengan mudah, Tapi Yaz duduk tanpa melihat bangku, Jadi jatuh deh,' ucap Misty menahan tawanya.


"Ya sudah sekarang kalian tenang dan mulai pelajarannya dan Kamu Yaz cepat, Kembali duduk di bangkumu."


Misty menyangga kepalanya dengan satu tangannya menghadap Yaz dan kembali menatapnya penuh penekanan.


Yaz menjadi semakin tak dapat menatap Misty dan terus memalingkan pandangannya kesana-kemari.

__ADS_1


"Kamu akan membayar 1 per 1 semua perbuatanmu padaku!" ucapnya hingga membuat Yaz susah payah menelan salivanya.


Bersambung...


__ADS_2