Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Mengunjungi Ibu


__ADS_3

Yaz mengejar Misty yang sejak bel masuk hingga bel sekolah berakhir mendiamkan dirinya. Sudah beberapa kali Yaz mencoba mengajaknya bicara namun Misty selalu menghindarinya.


"Misty... Misty..." sambil berlarian Yaz mengejar Misty yang setengah berlari meninggalkan sekolah.


"Misty!" Yaz menarik tangan Misty yang mau menyebrang tanpa melihat kanan kiri jalan.


"Lepaskan Aku Yaz dan jangan ikuti Aku!" pekik Misty menoleh kearah Yaz dengan menunjuk wajahnya.


"Tapi katakan apa kesalahan ku, Bukankah sebelumnya kita sudah baik-baik saja?"


Misty terdiam mengalihkan pandangannya.


"Misty, Apa kamu marah padaku karena Aku mengatakan pada Ibu mu jika Aku siap menikahi mu?"


Misty menatap Yaz dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Aku tidak memaksa mu Misty, Aku hanya ingin menebus kesalahan ku, Keputusan ada di tangan mu."


Misty menarik nafas dalam-dalam, Ia tak tau apa yang harus Ia lakukan. Di satu sisi Yaz menunjukkan keseriusannya tapi di sisi lain Mamanya Yaz tidak mengizinkan Misty mendekati putranya.


•••


Abay dan Mayra sampai di rumah Orang tua Mayra.


Mereka hanya di sambut oleh pelayan karena kedua orang tua Mayra masih sibuk bekerja.


Mereka pun langsung beristirahat dikamar.


Mayra langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang besarnya yang begitu nyaman, Mayra memejamkan mata menikmati kenyamanan di kamar besarnya yang jauh dari kamar yang sekarang Ia tinggali bersama Abay.


"Pasti kamu sedang berfikir kamar mu yang begitu nyaman, Jauh dari kamar ku yang kecil, Panas, Ranjang yang keras, Reot lagi."


"Abay apa yang kamu katakan, Apa selama tinggal dengan mu Aku pernah mengeluh?" Mayra beranjak duduk dan memegang wajah Abay.


"Kamar ku memang lebeh besar, Tapi sekarang Aku merasa lebih suka kamar yang lebih kecil."


"Kamu mencoba merayu ku?"

__ADS_1


"Tidak, Aku mengatakan yang sebenarnya."


"Benarkah, Katakan apa alasannya?"


"Karena dengan ranjang yang sempit, Kamu jadi terus memeluk ku saat kita tidur." Mayra langsung menyusup masuk ke pelukan Abay.


Kemudian Mayra mengangkat wajahnya menatap Abay, Dengan gemas abay mencubit hidung Mayra.


"Terimakasih telah sabar menunggu ku, Jika tidak, Aku tidak akan mendapat wanita sebaik dirimu."


"Aku akan selalu mencintaimu Abay, Dulu, Kini dan selamanya, I love you."


Abay mengecup kening Mayra, Ia benar-benar merasa bahagia dan nenjadi laki-laki yang beruntung mendapatkan istri seperti Mayra


"Sekarang lepaskan Aku." Mayra berusaha mengurangi pelukannya.


"Jika Aku tidak mau kamu mau apa?"


"Aku..."


"Aku..." Mayra mendekatkan wajahnya.


"Ya"


"A.... Ku, Akan..." Mayra terus mendekati wajah hingga bibir Mereka nyaris menyatu, Abay membuka sedikit mulutnya bersiap menyambut bibir sang istri. Namun Mayra malah tertawa dan mendorong tubuh Abay hingga terjatuh ke ranjang.


"Mayra Kau..."


Mayra tertawa menjulurkan lidah untuk mengejeknya.


Abay yang tidak terima berlari mengejarnya.


Saling kejar-kejaran pun terjadi hingga Mayra berlari di atas ranjang dan Abay menarik kakinya hingga Mayra terjatuh tertelungkup.


"Aww..." ringis Mayra.


"Kau berrani menipu suamimu?" dengan kedua lutut mengungkung tubuh Mayra, Abay memegangi kedua tangan Mayra kebelakang tubuhnya hingga Mayra tidak berkutik lagi.

__ADS_1


"Abay Aku hanya bercanda."


"Aku tidak menerima alasan, Sekarang diam dan terima hukuman dariku." Abay mencium pipi Mayra berkali-kali.


"Abay hentikan Aku tidak bisa bernafas."


Abay membalikkan tubuh Mayra dan kembali ingin menciumnya. Namun belum sempat ciuman itu mendarat, Suara pintu di ketuk dari luar.


Tok... Tok... Tok...


"Mayra..."


"Hah! Ibu," ucap Mayra.


Abay langsung turun dari atas tubuh Mayra dan menoleh ke arah pintu.


"Kata Bibi kamu kemari?" pekiknya lagi.


"Ya Ibu, Sebentar."


Mayra merapikan pakaiannya yang berantakan dan bergegas membuka pintu. Di ikuti oleh Abay di belakangnya.


Ceklekkk...


"Sayang..." Ibu langsung membentangkan kedua tangannya pada Mayra.


"Ibu, Aku rindu sekali," Mayra membalas pelukan Ibunya dengan pezkehangatan.


"Abay..."


"Ibu..." Abay mencium tangan Ibu mertuanya dengan hormat.


Kemudian Ibu menyuruh Mayra dan Abay turun menemui Ayahnya.


Setelah berbincang-bincang Mereka melanjutkan dengan makan malam bersama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2