Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Baikan


__ADS_3

Mayra langsung meringkuk menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Sementara Abay yang mengikutinya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.


Kemudian duduk di tepi ranjang dan mengenyampingkan rasa cemburunya.


"Mayra maafkan Aku, Aku tidak bermaksud marah padamu, Aku hanya merasa sangat cemburu saat melihat Chef itu menyuapi mu, Ya kamu benar tidak semua pria dan wanita yg saling menyuapi itu ada cinta dianara mereka, Aku mengakui kesalahan ku dan Aku minta maaf."


Mayra masih hanya terdiam mendengarkan di bawah selimut tebalnya.


"Sikapku memang berlebihan Mayra, Seharusnya Aku merayakan kebahagiaan mu karna kamu berhasil masak dengan enak untuk pertama kalinya dan sekarang Aku akan merayakan keberhasilan mu dengan menghabiskan masakan mu ini,"


Mayra mulai bertanya-tanya makanan apa yang Abay maksud, Bukankah makanannya sudah ia buang?


"Hmm... masakanmu benar-benar lezat Mayra, Ini enak sekali."


Mayra membuka slimutnya dan melihat Abay memakan masakannya yang sudah ia buang dkarna kemarahannya.


"Abay makanan itu?"


"Masakan mu."


Mayra langsung merebutnya dari tangan Abay.


"Kenapa kamu mengambilnya Abay Aku sudah membuangnya?"


"Tapi Aku mengambilnya kembali, Aku ingin mencicipi bagaimana lezatnya masakan istriku."


"Api itu sudah kotor Abay."


"Itu tidak masalah buatku, Jangankan masakanmu yang sudah kotor, racunpun akan ku minum demi dirimu."


"Jangan coba merayuku Abay." Mayra memukul lengan Abay dengan sedih.


Abay terseyum menggam tangan Mayra dan memeluknya.


"Maafkan Aku Mayra, Aku menjadi mudah marah jika melihat ada pria lain mendekati mu."


Mayra terseyum tipis menatap Abay.


Disisi lain mayra tidak suka karena Abay sering kali cemburu berlebihan, Namun disisi lain Mayra bahagia karna Abay telah benar-benar mencintainya sampai takut kehilangan dirinya.


"Ada apa Mayra, Kenapa menatapku seperti itu?"


"Aku hanya tidak menyangka jika kamu bisa mencintaiku seperti ini Abay." Mayra menjadi haru mengingat bagaimana perjuangannya mendapatkan cinta dari suaminya.


"Aku juga tidak menyangka ini Mayra, Aku pikir dulu tidak akan pernah mencintaimu, Tapi sekarang Aku benar-bebar sangat mencintaimu Mayra, Lebih dari apapun."


"Jika kamu benar-benar mencintaiku berhenti mencurigai ku Abay."

__ADS_1


"Mayra Aku tidak mencurigaimu Aku hanya mencurigainya."


"Itu sama saja Abay."


"Itu beda Mayra."


"Dalam hubungan harus dilandasi dengan kepercayaan Abay,


Hubungan tidak akan bertahan lama jika kedua pasangan tidak ada rasa saling percaya satu sama lain."


"Aku percaya padamu Mayra, Tapi..."


"Tapi kamu tidak percaya dengannya?"


"Chef itu menyuapimu Mayra."


"Abay, Aku hanya mencicipi masakan ku, Aku tidak percaya saat chef mengatakan masakanku enak, Jadi spontan dia menyuapi ku, Itu saja."


"Apa Chef itu juga yang mengantarmu pulang? Apa dia bertanya banyak hal padamu..? Atau dia menyentuhmu.. Atau...?"


"Abay bisakah kita sudahi perbincangan ini?"


Abay yang belum merasa lega hanya mengangguk pelan dan membaringkan tubuhnya.


"Besok datanglah lebih awal biar Aku mengenalkanmu padanya,


Dengan itu kamu tidak perlu merasa khawatir lagi."


Mayra hanya tersenyum dan kembali berbaring menarik selimutnya.


•••


Semua siswa sedang melihat papan pengumuman kelulusan, Suhana yang melihatnya langsung berlari mencari Misty dan Yaz karena nama mereka berada di urutan teratas.


"Yaz... Misty... Kalian ada di peringkat teratas." pekik Suhana.


"Benarkah?" tanya Yaz bersemangat.


Suhana menganggukkan kepalanya dengan bahagia.


Kemudian Yaz berlari melihat apa yang Suhana ucapkan.


Di susul oleh Misty di belakangnya.


"Oh iya bener, Hoh! Aku tidak percaya ini." Yaz tersenyum tak percaya melihat namanya berada di urutan kedua di bawah Misty.


"Selamat untuk mu Yaz."


"Untuk mu juga Misty," Mereka saling memandang satu sama lain, Seakan ingin saling memeluk namun ada sesuatu yang tidak mengizinkannya.

__ADS_1


Perlahan Misty melangkah mundur dan meninggalkan papan pengumuman.


"Misty, Kamu benar-benar hebat, Meskipun kamu pernah mengalami masalah karna ku, Tapi..."


Misty menghentikan langkahnya dan menatap Yaz dengan tajam.


"Jangan pernah menyinggung hal itu lagi Yaz, Aku ingin melupakan itu selamanya."


"Maafkan Aku Misty,"


Misty mengangguk pelan dan dan meninggalkan Yaz.


Kemudian Yaz melangkah pergi dan melihat Papah Mamahnya yang baru keluar dari kantor kepala sekolah.


Dengan senyum bahagia Yaz berlari menghampiri mereka.


"Papah, Mamah, Yaz mendapat peringkat kedua." ucapnya bahagia.


"Kenapa hanya mendapat peringkat kedua Yaz, Seharusnya kamu bisa peringkat pertama, Kamu belajar siang malam tanpa henti, Beraninya gurumu memberimu peringkat kedua dan memberikan peringkat pertama pada Misty," ucap Mirna kesal.


"Ini sudah cukup bagus buatku Mah, Karena memang Misty selalu peringkat pertama."


"Ayah bangga padamu Yaz" Papah menyela pembicaraan mereka.


"Apa!" Yaz tak percaya mendengar apa yang baru saja Papahnya katakan.


"Ya, Papah bangga padamu. Selama ini kamu dapat nilai bagus dari campur tangan Mamah mu, Tapi sekarang kamu mendapatkannya karena kerja keras mu sendiri, Papah benar-benar bangga padamu."


"Jadi Ayah memaafkanku?"


"Kamu sudah berusaha keras mendapatkan maaf dari Papah dan kamu sudah membuktikan dengan mendapat peringkat kedua, Itu sudah cukup buat Papah, Kemarilah." Haikal membentangkan kedua tangannya untuk memeluk putranya yang sudah beberapa hari tidak di ajaknya bicara.


Yaz begitu terharu dan memeluk Papahnya.


"Putraku..."


"Terimakasih telah memaafkanku Pah... "


"Kamu putra Papah satu-satunya, Kamu adalah masa depan Papah. Papah hanya ingin kamu menjadi anak yang baik dan bertanggung jawab."


"Aku akan terus berusaha memperbaiki diri dan berusaha membuat Papah semakin bangga padaku."


"Papah senang mendengarnya."


Kemudian Haikal melepaskan pelukannya dan menatap sang istri.


"Kamu harus membuang rasa bencimu pada gadis itu, Karena gadis itu tidak salah apapun, Justru karena gadis itu putra kita jadi belajar menjadi anak yang bertanggung jawab."


Mirna mencebikan bibirnya dan pergi meninggalkan mereka dengan kesal.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2