Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Terus Menggoda


__ADS_3

šŸƒ Pagi Hari 🌻


Perlahan Mayra mulai membuka matanya, Samar-samar Ia melihat Abay terseyum di depannya.


Mayra membalas senyumannya saat Abay terus mendekatkan wajahnya.


"Apa Kamu memimpikan ku?"


"Hagh!" Mayra langsung terlonjak duduk dan memalingkan wajahnya kesana-kemari.


Abay terseyum menggodanya.


"Tadi Aku melihatmu dalam mimpi, Tapi ternyata..."


"Ternyata Aku benar-benar di hadapan mu." lanjut Abay.


Mayra terseyum menundukkan kepalanya.


"E-e, Oh ya, Apa Pak Sudhir sudah datang?"


"Untuk apa kamu memintanya kemari?"


"Aku akan pulang mengambil buku pelajaran, Aku juga harus mandi dan mengganti pakain," ucap Mayra sembari mendengkus kan menghirup aroma tubuhnya sendiri.


Abay terseyum dan meraih tangan Mayra menitahnya turun dari ranjang. Kemudian Mereka keluar dan melihat Pak Sudhir sudah menunggu di depan rumah.


"Pak Sudhir sudah menunggu," ucap Abay.


"Baiklah Aku akan melihat Misty dulu."


Abay mengangguk dan mempersilahkan Mayra ke kamar Misty, Sementara Ia menunggu Mayra di luar.


"Bagaimana keadaan Misty?" tanya Mayra.

__ADS_1


"Misty sudah lebih baik, Sejak Bu Sundari datang merawat Misty, Misty tidak termenung lagi," ucap Ibu.


Mayra tersenyum melihat Bu Sundari.


"Terimskasih." ucap Mayra lembut.


"Ini sudah tugas Saya Non, Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantunya mengembalikan kepercayaan dirinya."


"Ya tentu, Kita akan sama-sama membantu Misty pulih," ucap Mayra terseyum mengusap kepala Misty.


"Kakak pulang dulu ya, Kakak akan sering kesini untuk menemui mu."


"Apa hanya akan menemui Kak Misty? Yakin tidak akan menemui Bang Bay?" tanya Rayyan yang sudah berada di kamar Misty.


"Rayyan, Kamu berani menggoda Kakak di depan semua orang?"


Semua orang tertawa mendengarnya.


"Biklah Ibu, Aku pulang dulu."


Mayra terseyum dan menganggukkan kepalanya.


Kemudian berjalan keluar dan berhenti di depan Rayyan.


"Dasar nakal." lirih Mayra sambil mencubit pipi Rayyan.


Rayyan hanya tertawa dan kembali menggodanya.


"Cepatlah kembali, Jika tidak, Bang Bay akan memanjat balkon untuk bertemu dengan Kakak lagi." pekik Rayyan saat Mayra melangkah keluar.


Mayra membulatkan matanya dan menutup mulutnya sendiri.


"Rayyan, Kakak tidak akan melepaskan mu." Mayra langsung berlari mengejar Rayyan yang melarikan diri. Karena rumah yang sempit, Mayra menabrak Abay yang baru keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Hati-hati..." ucap Abay menahan tubuh Mayra yang nyaris terjatuh. Kemudian Abay menarik tubuh Mayra agar kembali berdiri dengan benar.


"Apa yang Kamu lakukan Mayra, Kenapa berlarian di dalam rumah?"


"A-a-Aku mengejar Rayyan."


"Rayyan? Kenapa dengannya?"


"Rayyan selalu menggodaku sama seperti..."


"Seperti?"


Mayra terdiam menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Abay berjalah perlahan mendekati Mayra, Mayra menjadi gugup dan melangkah mundur menghindarinya. Namun Abay terus berjalan maju hingga Mayra mentok di dinding.


"A-a-Abay, Jangan seperti ini, Nanti semua orang akan melihat," ucap Mayra yang menjadi begitu gugup.


"Lalu kenapa kalau ada yang melihat?" Abay mengungkung tubuh Mayra dengan kedua tangannya dan terus menatapnya dengan lekat.


"Nan-nan-ti... Rayyan lihat dan kembali menggodaku."


Abay tidak mempedulikan ucapan Mayra dan malah membelai wajah Mayra dengan jemarinya.


Mayra yang merasa gugup memalingkan wajahnya, Namun Abay meraih dagunya dan kembali menghadapkan wajahnya mendekat padanya. Semakin lama semakin dekat hingga bibir Mereka nyaris menyatu. Namun belum sempat itu terjadi, Mayra menghentikannya.


"Rayyan," ucap Mayra.


Abay menoleh ke belakang namun tidak melihat ada Rayyan di sana.


Mayra tertawa dan langsung mendorong Abay menjauh darinya, Kemudian berlari meninggalkannya.


"M-m... Mayraaa... Ahhh!" Abay meggaruk kepalanya dan melihat Mayra yang sudah berlari masuk ke mobilnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2