Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Hadiah Untuk Abay


__ADS_3

Yaz yang telah basah kuyup meninggalkan sekolah.


Niatnya untuk belajar hilang setelah di permalukan oleh Misty di depan semua teman-temannya.


Sedangkan Misty yang masih sembunyi di balik tiang memegang dadanya yang berdegup begitu kencang,


Misty benar-benar merasa gemetar karna telah menyiram Yaz dengan air bekas pel lantai.


"Misty, Apa yang sedang Kamu lakukan?" tanya Suhana yang datang dari belakang.


"Suhana Aku benar-benar gemetar, Aku berusaha keras terlihat kuat di depan Yaz, Tapi sepertinya Dia mulai curiga padaku."


"Teruslah berusaha Misty, Jika Kamu terlihat lemah, Dia akan menyakitimu lagi."


"Ya, Aku harus berusaha lebih keras lagi sampai Yaz menyesali perbuatannya."


•••


Abay turun dan mengulurkan tangannya pada Mayra.


Mayra terseyum meraih tangan Abay dan turun dari becak motor yang mengantar Mereka.


"Abay apa Kamu mau masuk?"


"Tidak Mayra Aku merasa lelah sekali, Kamu juga pasti lelah kan?"


"Ya, Aku merass lelah sekali "


"Kalau begitu beristirahatlah." Abay mengusap pipi Mayra dengan lembut dan langsung di balas pelukan oleh Mayra.


Abay tersenyum membalas pelukan Mayra.


"Beri Aku sedikit waktu, Setelah itu Kita akan bersama selamanya."


Mayra melepaskan pelukannya dan menganggukkan kepalanya.


"Bersabarlah Mayra, Tidak lama lagi." Abay mencium kening Mayra dengan lembut.


Mayra memejamkan mata merasakan hangatnya kecupan yang suaminya berikan.


"Baiklah Abay, Aku akan memanggil Pak Sudhir untuk mengantar mu."


Sesaat kemudian Pak Sudhir datang dan membukakan pintu untuk Abay.


Mayra terseyum melambaikan tangan nya seiring kepergian Abay.


•••


Maysarah yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumah, Keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Terimakasih Pak Sudhir." ucap Abay turun dari mobilnya.


"Sama-sama Mas Abay."

__ADS_1


"Abay dari mana saja pagi-pagi begini baru pulang! Dan kenapa bajumu basah begitu?"


"Aku pergi bersama Mayra Ibu."


"Bersama Mayra? Apa Kamu tidur di rumahnya? Tapi kenapa bajumu sangat kotor?"


"Ibu Aku memang pergi dengan Mayra tapi Aku tidak tidur dirumahnya.


"Lalu kalian tidur dimana?"


Abay tersenyum mengingat kejadian semalam.


"Abay apa yang kalian lakukan, Kenapa Kamu ditanya malah senyum-senyum begitu?"


"Aah Ibu kaya tidak pernah muda saja," Abay berlalu meninggalkan Ibunya.


•••


Malam Hari 🌙


Tok... Tok... Tok...


"Masuk."


"Bang Bay."


"Ada apa Rayyan."


"Bang Bay ikutlah denganku."


"Ikutlah, Nanti Bang Bay akan mengetahuinya." Rayyan menarik tangan Abay keluar dari rumahnya.


Abay terkejut melihat Mayra yang sudah berdiri di halaman rumahnya.


"Mayra, Sedang apa dia disana?" pekik Abay.


"Lihat apa yang kak Mayra bawa," ucap Rayyan.


Abay melihat ke sisi kanan Mayra dan menaikan dagu mengisyaratkan pertanyaan apa yang menutupi benda di sebelah Mayra.


Mayra terseyum dan membuka penutupnya.


Abay terperangah melihat apa yang Mayra berikan padanya.


"Mayra apa ini?" tanya Abay menghampiri Mayra.


"Motor," ucap Mayra terseyum.


"Iya Aku tau ini motor, Tapi untuk apa Mayra?"


"Untuk apa lagi Abay, Ini untuk mu."


"Mayra ini tidak perlu."

__ADS_1


"Ini perlu Abay, Kamu sangat suka mengendarai motor kan?


Dan motor mu hilang karena ku, Jadi Aku harus menggantinya."


"Ini bukan salamu Mayra, Ini adalah salahku, Aku yang begitu sulit mengungkapkan sampai membawamu ke sana,"


"Sorang Abay bisa kesulitan saat mengatakan hal seperti itu?"


"Berhentilah menggodaku Mayra." Abay mencubit hidung Mayra dengan gemas.


Mayra tertawa memegangi hidungnya.


"Aku masih ada kejutan satu lagi untukmu."


"Apa itu?"


"Hmm." Mayra menaikan kedua alisnya sembari memberikan sebuah kotak padanya.


"Apa ini Mayra?"


"Buka saja."


Abay membukanya dan terkejut dengan apa yang Ia lihat.


"Ponsel?"


Mayra mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kamu bilang ponselmu rusak kan?"


"Ya,Tapi ini tidak perlu Mayra, Aku sudah terbiasa tidak memakai ponsel."


"Itu perlu Abay, Bagaimana jika nanti Aku merindukanmu?" Mayra menutup mulutnya sendiri karena kelepasan mengatakan itu.


Abay tersenyum dan menghadapkan mayra padanya.


"Itu tidak akan terjadi Mayra, Karena Aku berjanji padamu, Tidak lama lagi Kita akan bersama kembali." Abay meraih tubuh Mayra ke pelukannya.


"Apa kalian tidak melihatku masih disini?" tanya Rayyan yang masih berdiri di depan pintu.


Abay langsung melepaskan pelukannya dan melihat Rayyan.


"Rayyan masuklah kenapa mengganggu Kami?"


Mayra tersenyum menutupi wajahnya.


"Kenapa Aku harus masuk, Pemandangan disini sangat indah."


"Rayyan, Awas kamu yaahhh..." Abay berlari mengejar Rayyan yang berlari masuk kedalam.


Mayra tertawa melihat Mereka.


Bersambung...

__ADS_1


📌 MOHON MAAF LAMA UP, NI ADA TETANGGA MENIKAH SAMA TETANGGA, JADI KANAN KIRI FULL MUSIK TANPA HENTI, SAMPAI SUSAH UNTUK MIKIR 😤


__ADS_2