Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Keputusan Abay


__ADS_3

Abay tercengang mendengarnya, Ia benar-benar merasa bingung kenapa Mayra tiba-tiba kembali marah padanya.


Abay mencoba meraih tangan Mayra dan menanyakan perubahan sikapnya yang tiba-tiba.


"Mayra, Apa yang terjadi, Kenapa tiba-tiba kembali marah padaku?"


Mayra tidak memperdulikan Abay dan terus berjalan meninggalkannya.


Abay terus membuntuti Mayra dengan menggunakan motornya. Namun Mayra tetap tidak memperdulikannya dan terus melangkah dengan cepat.


"Mayra... Mayra..." Abay yang melihat Mayra terus mengabaikannya merobohkan motornya dan berlari mengejarnya.


"Mayra tolong jelaskan apa salahku Mayra."


Mayra tidak mempedulikan Abay dan langsung masuk ke mobil yang memang terus mengikuti Mayra, Karena Mayra belum sempat menyuruh Sudhir pulang.


Abay segera berlari mengambil motornya dan kembali mengejar mayra..


Sesaat kemudian Mayra sampai dirumah.


Ia menyuruh Satpam untuk menutup rapat gerbang agar Abay tidak bisa lagi menerobos masuk seperti kemarin.


Abay pun sampai kerumah Mayra dan segera turun dari motornya, Ia mendekati gerbang dan berteriak memanggil Satpam.


"Tolong buka pintunya Pak."


Satpam hanya diam mengabaikan Abay.


"Apa Anda tidak mendengar ku? Cepat buka gerbangnya atau ku robohkan gerbang ini sekarang juga!"


Karena teriakan Abay, Akhirnya satpam mendekati gerbang dan mengatakan jika Ia hanya melaksanakan tugas dari Majikannya.


"Maafkan Saya Mas Abay, Non Mayra melarang Saya membuka gerbang."


Abay terdiam sejenak dan mulai berfikir.

__ADS_1


"E-e kalau begitu panggilkan Pak Sudir."


Satpam pun mengangguk dan memanggil supir pribadi Mayra.


"Ada apa Mas?"


"Apa Mayra bicara dengan seseorang atau menerima telepon saat Mayra menunggu ku di depan gerbang kampus?"


"Ya, Ada seorang wanita mendekati Non Mayra, Mereka bicara cukup lama sampai Mas Abay datang baru wanita itu pergi."


Tanpa mengatakan apapun lagi, Abay meninggalkan rumah Mayra dan pergi ke rumah Nandini.


Setelah sampai rumahnya, Abay yang melihat ART tengah membuang sampah di depan rumah. Abay langsung mengambil kesempatan untuk menerobos masuk ke rumah kekasihnya dan berteriak memanggil namanya.


"Nandini! Nandini keluarlah!"


"Abay... Akhirnya kamu datang menemui ku juga," ucap Nandini yang langsung berlari memeluknya. Namun Abay segera menepisnya dengan kasar.


"Ada apa Sayang, Kenapa Kamu terlihat marah?"


"Apa yang Kamu katakan pada Mayra?"


"Apa Dia mengadu padamu?"


"Jawab Nandini, Apa yang Kamu bicarakan pada Mayra sampai Mayra begitu marah padaku!"


"Lalu apa masalahnya jika Dia marah padamu, Bukankah selama ini Kamu tidak menganggapnya istri? Kenapa Kamu jadi peduli padanya?"


Denngan gerakan menggoda, Nandini mulai membelai wajah Abay. Namun segera di tepis olehnya dengan kasar.


"Jangan Berrrani menyentuh ku!"


"Ada apa denganmu? Kenapa marah pada ku, Seharusnya Aku yang marah padamu, Sejak malam itu Kamu tidak lagi menemuiku ataupun sekedar menghubungi ku, Kenapa Abay?"


"Semuanya telah selesai Nandini."

__ADS_1


Nandini tercengang mendengarnya.


"Jangan pernah lagi menggangguku, Karena Aku akan kembali kepada istri ku, Istri yang begitu tulus mencintai ku, Yang dengan sabar menunggu ku, Agar suatu saat suaminya yang tidak berguna ini sadar dari cinta semu yang menghancurkan segalanya."


"Apa yang Kamu katakan Abay, Kita sudah bersama selama 5 tahun dan Kamu sudah berjanji padaku selamanya akan terus mencintaiku, Tapi..."


"Tapi bagaimana dengan janji ku kepada Mayra, Aku menikahinya secara sah, Aku sudah mengucap janji pernikahan di hadapan Allah dan para saksi, Itu lebih penting daripada janjiku kepadamu."


"Kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini Abay!" dengan penuh kekecewaan, Nandini memukul-mukul dada Abay dengan kedua tangannya.


"Lalu apa menurutmu Aku harus terus menyakiti Mayra dan terus bersama mu?" pekik Abay.


Nandini terhenyak dan menatap Abay tak percaya.


"Apa ini artinya Kamu sudah jatuh cinta pada Mayra?"


Abay terdiam mendengar ucapan Nandini.


"Katakan padaku Abay, Apa Kamu mencintai Mayra?" triak Nandini sembari mengayun-ayunkan tangan Abay.


"Itu bukan urusanmu!" Abay menghempaskan tangan Nandini dengan kasar dan melangkah keluar.


"Abayyyy..." triak Nandini.


Abay menoleh ke belakang dan melihat Nandini duduk di lantai.


Abay kembali dan berjongkok di hadapannya.


"Sekali lagi Aku peringatkan padamu, Jangan lagi mengganggu ku, Apa lagi Mayra, Jika Kau berrrani mengganggunya lagi, Kau akan melihat kemarahan ku yang selama ini tidak pernah Kau lihat!"


Dengan mantap Abay meninggalkan rumah Nandini.


Bersambung...


šŸ“Œ Ngetik di dalam mobil yang berjalan dengan mata mengantuk, Jadi mohon koreksi kalau ada typo.

__ADS_1


SELAMAT TAHUN BARU šŸ„³ā¤ļø


__ADS_2