Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Penyesalan Yaz


__ADS_3

Mayra terbangun dari tidurnya dan melihat kamar yang begitu gelap.


Seperti orang bingung, Alia mengingat-ingat apa yang terjadi.


Kemudian Mayra menggerakkan tubuhnya dan teras begitu sakit di bagian inti nya.


"Aww..." ringis Mayra memegangi perut bagian bawah.


"Jam berapa ini?" Mayra meraba-raba mencari ponselnya.


Mayra pun menemukan benda pipih itu dan melihat jam di layar ponselnya.


"Hah! Jam 22.33 WIB? Kita tidur dari jam berapa?" Mayra kembali mengingat-ingat.


Setelah permainan pertama selesai, Mereka kembali melanjutkan untuk ronde kedua, Setelah itu Mereka menjeda untuk membersihkan diri dan mengisi perut, Kemudian saat malam tiba, Mereka kembali ke kamar dan melanjutkan permainan panas Mereka. Kini Mayra telah benar-benar tersadar dari tidur dan mengingat semuanya.


"Oughhh, Tubuhku sakit semua." Mayra memegangi pinggangnya yang terasa begitu pegal. Kemudian Mayra menoleh kesamping dan melihat Abay masih tertidur pulas.


Mayra tersenyum menatap Abay dan merangkak naik ke atas tubuhnya.


Mayra terus menatap lekat wajah tampan suami yang selama ini Ia impikan, Kemudian Mayra mendekatkan wajahnya hingga sangat dekat. Seketika Abay membuka mata dan melihat Mayra berada tepat di depan wajahnya.


Kemudian Abay menoleh kesana-kemari seperti orang yang kebingungan.


"Jam berapa ini?"


"Setengah sebelas."


"Oughhh ya ampun, Kayaknya dah tidur lama banget."


Mayra terseyum dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Suaminya.


Abay mengusap punggung Mayra dan mengecup pucuk kepalanya.

__ADS_1


"Apa Kamu mau lagi?" goda Abay.


"Nggak Ahh, Badanku sakit semua."


"Tapi enak kan?"


"Iiihhh apaan siiiihhh..." Mayra memukul dada Abay dan begitu merasa malu mendengarnya.


Abay hanya tertawa dan mendekap erat tubuh istrinya.


•••


šŸƒ Pagi Hari 🌻


Setelah pelajaran pertama selesai, Misty pergi kekantin.


Tapi kantin nampak sepi tak seperti biasanya, Suhana yang biasanya menemaninya juga beralasan ingin ke toilet.


"Kemana semua orang?" batin Misty.


"Kemana semua orang? Apa tidak ada satupun yang makan di sini?"


Pelayanan kantin hanya menggelengkan kepalanya dan meninggalkan Misty.


Misty menghelai nafas kasar dan membuka menu makanan yang ada di tangannya.


"LIHAT KE KANAN" begitulah isi tulisan di menu makanan yang Misty baca.


"Lihat ke kanan?" Misty merasa bingung dan menoleh ke kanan.


Misty terperangah melihat Yaz sudah berlutut tak jauh dari kantin.


"Aku Yazid Haikal Wirayudha untuk pertama kalinya dalam hidupku meminta maaf pada seseorang, Maafkan Aku Misty." triak Yaz.

__ADS_1


Misty beranjak dari duduknya dan perlahan mendekatinya.


"Maukah Kamu memaafkanku dan memberi kesempatan untuk menebus dosa-dosa ku padamu?"


Belum sempat Misty mengucapkan satu katapun , Misty kembali di kejutkan oleh teman-temannya yang keluar dan berbaris membawa balon huruf yang bertulisan "I'M SORRY MISTY"


Misty semakin terkejut melihat Suhana ikut serta didalamnya.


Kemudian Misty kembali menatap Yaz yang masih berlutut meminta maaf padanya.


"Dari lubuk hatiku yang paling dalam, Aku minta maaf Aku, Aku benar-benar menyesal."


"Noda yang telah Kamu berikan padaku tidak akan hilang meskipun Kamu berlutut seumur hidup!" Misty pergi meninggalkan Yaz.


"Baiklah Misty, Aku tidak akan bangun sampa Kamu mau memaafkannya mu." triak Yaz.


Misty menoleh Yaz sesaat dan berlalu meninggalkannya.


Teman-teman yang membantu Yaz juga pergi meninggalkan Yaz, kini hanya tinggal Yaz yang masih berlutut di tengah terik matahari yang tepat berada di atas kepalanya.


Suhana yang melihat kesungguhan Yaz, mengejar Misty dan mencoba memberikan pendapatnya.


"Misty kenapa Kamu mengabaikan permintaan maaf Yaz?"


"Kenapa Kamu jadi berpihak padanya Suhana?"


"Misty, Aku melihat Yaz benar-benar menyesal, Yaz juga terlihat begitu tulus meminta maaf, Kamu tau Yaz Misty, Seumur hidupnya Dia tidak pernah meminta maaf kepada siapapun, Tapi denganmu?"


Misty terdiam mendengar ucapan Suhana.


"Misty, Aku melakukan ini Demi kebaikan kalian, Kamu tertekan dengan keadaanmu yang setiap hari berusaha kuat di depan Yaz, Sedangkan Yaz, Yaz terus menerus merasa bersalah padamu Misty."


Misty menghelai nafas panjang dan memikirkan perkataan Suhana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2