
Bel istirahat berbunyi.
Yaz hanya bisa melihat Misty meninggalkan kelas dengan berbagai pertanyaan di pikirannya.
Kemudian Yaz menoleh ke belakang dan melihat Suhana yang akan keluar.
"Suhana, Kamu sudah bertanya pada Misty?"
"Tidak Yaz, Tapi lebih baik Kamu bertanya pada Mamah mu, Karena Mamah mu lebih tau kenapa Misty berubah."
Yaz menarik kembali tangan Suhana yang ingin pergi meninggalkannya.
"Apa maksudmu?"
"Baiklah Yaz Aku akan memberitahu ini padamu, Mamah mu telah mengancam Misty, Agar Misty menjauhimu."
"Apa!"
"Ya, Mamah mu mengancam jika Misty tidak menjauhi mu, Maka Mamah mu akan membuat Misty tidak mengikuti ujian bahkan mengancam akan mengeluarkannya dari sekolah."
"Apa Misty mengatakan itu padamu?"
"Tidak, Tapi Aku melihat dan mendengarnya langsung dari mata dan telingaku."
Yaz menggengam tangannya dan memukul pintu yang ada di depannya. Kemudian Yaz mengambil ranselnya dan langsung meninggalkan sekolah.
•••
Sesampainya di rumah Yaz langsung melempar ranselnya dan berteriak memanggil Mamahnya.
"Mamah! Mamah!"
"Ada apa Yaz, Kenapa bertriak?"
"Kenapa Mamah melakukan itu kepada Misty?"
"Apa maksudmu Yaz, Mamah tidak mengerti apa yang kamu katakan."
"Jangan berpura-pura lagi Mah! Aku sudah tau semuanya."
__ADS_1
"Apa gadis kampung itu mengadu padamu?"
"Berhenti menyebut Misty gadis kampung, Atau...!"
"Atau apa! Mamah memang memintanya untuk menjauhi mu lalu kenapa?!"
"Mamah tidak memintanya, Tapi mengancamnya!"
"Mamah mengancamnya karena kamu tidak mau menuruti perkataan Mamah, Mamah sudah menyuruh mu menjauhinya, Tapi kenapa kamu terus mengejarnya, Apa istimewanya Dia Yaz?"
"Mamah tidak akan pernah tau kenapa Aku bersikeras ingin terus bersamanya." Yaz pergi meninggalkan Mamahnya dengan kemarahan.
Yaz duduk di kamarnya mikirkan perbuatan Mamahnya pada Misty
Setelah cukup tenang Yaz bangun dan mengganti pakaiannya.
Kemudian Yaz bergegas keluar rumah dan meminta kunci mobil pada Supirnya.
"Tapi Tuan Muda, Bagaimana kalau Nyonya marah?"
"Cepat berikan atau Aku akan memecat mu!"
Yaz langsung meninggalkan rumah secepat kilat.
•••
Yaz sampai dirumah Misty dan langsung menggedor-gedor pintu rumahnya.
"Misty.. Misty..." pekik Yaz
Misty yang baru pulang mengintai dari balik jendela dan begitu terkejut melihat Yaz yang terus menggedor pintu rumahnya.
Yaz yang tidak juga mendapat jawaban berjalan menuju jendela.
Misty segera berlari dan bersembunyi di samping jendela.
"Misty... Misty..."
"Cari siapa Nak?" tanya tetangga yang mendengar teriakan Yaz.
__ADS_1
"Kemana penghuni rumah ini?"
"Saya hanya melihat Bu Maysarah dan Rayyan keluar, Kalau Misty baru saja pulang, Mungkin dia ada didalam."
"Ya baiklah, Terimakasih."
Yaz kembali memaggil Misty dengan terus menggedor-gedor pintu rumahnya.
"Misty keluarlah, Aku tau kamu ada di dalam, Buka pintunya Misty."
Misty mulai takut melihat Yaz yang terus menggedor pintu seperti akan menjebolnya.
Dengan mengumpulkan semua tenaganya, Akhirnya Yaz berhasil mendobrak Pintu.
Misty membulatkan matanya dan melangkah mundur ketakutan.
Yaz terus mendekati Misty sesuai pergerakan kaki Misty yang terus melangkah menghindarinya.
"Jangan Takut Misty, Aku hanya ingin bicara dengan mu."
"Aku sudah bilang, Aku tidak mau lagi berhubungan dengan mu."
"Tidak Misty, Itu bukan keinginan mu, Mamahku yang memaksa mu melakukan itu."! Yaz terus mendekati Misty, Sampai Misty mentok di dinding ruang tamu.
"Tidak Yaz, Ini tidak ada hubungannya dengan Mamah mu."
"Kamu tidak perlu berbohong lagi padaku, Aku sudah mengetahui semuanya."
"Lalu apa yang bisa kamu lakukan, Apa kamu bisa menghentikan Mamah mu jika Mamah mu benar-benar mengeluarkan ku dari sekolah?"
"Aku janji padamu Misty, Aku tidak akan membiarkan Mamah ku mengeluarkan mu dari sekolah, Percayalah padaku Misty."
Misty terdiam menatap Yaz, Kemudian Yaz kembali melangkah mendekati Misty hingga jarak mereka begitu dekat.
Misty yang merasa gugup mencoba pergi dari Yaz. Namun kaki Misty tersandung kakinya Yaz hingga Misty terjatuh. Maksud hati ingin berpegangan tubuh Yaz. Namun Yaz malah jatuh menimpa tubuhnya.
Posisi yang demikian membuat Misty kembali histeris mengingat kejadian buruk yang telah Yaz lakukan padanya.
"Tidak... Tidak... Lepaskan Aku... Lepaskan Aku." triak Misty memalingkan wajahnya kesana-kemari.
__ADS_1
Bersambung...