Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Cemburu


__ADS_3

Mayra keluar dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya.


Abay yang sudah menunggunya langsung melangkah mendekati sang istri. Namun Mayra langsung menghentikan dengan mengangkat jari telunjuknya ke arah Abay.


"Abay, No! Jangan mendekat."


Namun Abay tidak mempedulikannya dan malah menarik jari telunjuknya hingga membuat Mayra merapat ke tubuhnya.


"Abay..." protes Mayra.


"Sebentar saja Mayra." Abay langsung menciumi pundak Mayra yang sudah menjadi kebiasaannya setiap melihat sang istri selesai mandi.


"Aku tidak ingin terlambat Abay, Ayolah tadi kita sudah sepakat."


"Mayra lebih baik kamu tidak bisa masak dari pada kamu terus meninggalkanbku setiap malam."


Mayra hanya tertawa melepaskan pelukan Abay.


"Aku hanya kursus dua jam, Bersabarlah."


"Baiklah, Cepat mengakhiri kursus memasak mu dan kembali bersama ku di setiap malammu."


"Maka dari itu, Biarkan Aku pergi."


"Dengan sangat terpaksa."


Mayra tertawa dan mengganti pakaiannya.


Setelah siap Abay kembali menghentikannya dengan memejamkan mata dan menujuk ke bibirnya sendiri.


Mayra tersenyum menggelengkan kepalanya, Kemudian mencium pipinya.


"Bukan itu, Tapi ini," protes Abay menunjuk bibirnya.


"Itu untuk nanti." Mayra tertawa sambil mendorong tubuh Abay keluar dari kamarnya.

__ADS_1


•••


Yaz yang tengah berada di ruang makan bersama Mamahnya tidak jadi makan malam karena Papahnya tidak juga datang. Tanpa mengatakan apapun Yaz beranjak dari kursinya dan meninggalkan Mamahnya untuk melihat Papahnya di kamar.


Setelah mengetuk pintu tidak juga dibuka. Yaz memegang gagang pintu dan membukanya perlahan.


Yaz melihat Papahnya sedang termenung di shofa menatap langit-langit kamarnya.


Dengan perasaan yang sangat bersalah Yaz melangkah mendekati dan duduk di bawah kakinya.


"Papah maafkan Aku, Aku telah membuat kesalahan yang membuat Papah malu, Papah boleh menghukum ku apa saja, Tapi Aku mohon jangan mendiamkan ku seperti ini."


Haikal masih tetap diam mengabaikan ucapan putra semata wayangnya yang selama ini begitu Ia banggakan.


"Apa yang harus ku lakuan agar Papah memaafkan ku?"


Haikal berdiri membelakangi Yaz.


"Buatlah Papah bangga. Jika kamu bisa membanggakan Papah, Maka Papah akan memaafkan mu."


•••


Mayra dan Abay sampai di gedung kursus memasak.


Layaknya istri yang menghormati suami, Mayra berpamitan dengan menjabat tangan Abay dan menciumnya. Baru saja Abay ingin menggoda istrinya, Mereka di kagetkan oleh Chef Alan yang menyapa Mayra.


"Mayra tumben kamu sudah datang?"


"Eh Chef, Selamat malam."


"Malam Mayra, Cepatlah masuk jam pelajaran akan segera di mulai."


Mayra mengangguk dan membiarkan Chef Alan masuk terlebih dahulu.


Setelah Chef Alan tidak terlihat lagi, Abay menegur Mayra yang tidak pernah mengatakan jika Chef yang mengajarinya memasak adalah seorang Chef laki-laki.

__ADS_1


"Mayra apa-apaan ini, Jadi Dia yang mengajarimu memasak?"


"Iya Abay, Kenapa kamu merasa hawatir?"


"Mayra... Aku fikir selama ini kamu belajar dengan Chef perempuan, Tapu ternyata selama ini kamu belajar dengan Chef laki-laki dan Dia..."


"Sangat tampan?" Mayra tertawa menggoda Abay.


"Mayra kamu memuji pria lain di depan suami mu?"


"Apa yang harus Aku lakukan Abay jika kenyataannya Chef yang mengajariku memasak memang sangatlah tampan."


"Mayra Kau...!"


Mayra terus tertawa melihat Abay yang menjadi kesal.


"Sebelumnya Aku merasa sedikit keberatan jika kamu pergi untuk kursus memasak dan sekarang Aku lebih merasa keberatan lagi Mayra, Aku tidak ingin kamu belajar dengannya, Aku tidak ingin Dia menatapmu seperti tadi."


"Abay ada apa denganmu?" Kenapa kamu berlebihan seperti itu?"


Mayra mengalungkan kedua tangannya ke leher Abay.


"Apa selama ini Aku pernah melirik pria lain? Aku hanya jatuh cinta sekali dan itu hanya padamu, Setelah Aku memiliki mu, Aku tidak ingin pria manapun dalam hidupku, Apa kamu tidak percaya padaku?"


"Aku percaya padamu Mayra, Tapi Aku tidak percaya padanya.


Sekarang katakan padaku apa kah Dia sudah memiliki kekasih atau istri?"


"Entahlah, Aku tidak pernah menanyakannya, Nanti jika Aku bertanya Dia akan berfikir jika Aku menyukainya." Mayra kembali tertawa.


"Mayra... Aku tidak ingin nantinya Dia menyukaimu, Kamu hanya milikku dan selamanya hanya menjadi milik ku. Aku tidak ingin ada orang lain masuk dalam hubungan kita."


"Tidak akan ada siapapun yangakan masuk dalam hubungan kita Abay, Percayalah."


Abay memeluk Mayra dengan erat. Ia benar-benar telah merasakan cinta yang sebenarnya pada sang istri hingga membuatnya takut kehilangannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2