
Abay yang melihat Mayra keluar gedung langsung berjalan ke arah Mayra untuk menyambutnya.
Namun tidak seperti biasa, Kali ini Mayra terlihat begitu gusar hingga mengabaikan Abay yang sejak berjam-jam lalu menunggunya.
"Ada apa Mayra? Apa terjadi sesuatu yang membuat mu kesal?"
"Sudahlah Abay, Kita bicara di rumah."
Abay menganggukkan kepalanya dan menaiki motornya.
Chef Alan keluar dan melihat kepergian mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
•••
Beberapa saat kemudian Abay dan Mayra sampai dirumah.
Mayra langsung bergegas ke kamar dan menjatuhkan tubuhnya ke ranjang memeluk gulingnya.
"Mayra, Apa yang terjadi?"
"Abay Aku tidak tau kenapa denga Chef Alan, Dia terus marah tanpa alasan hingga membuatku tidak konsentrasi."
"Jadi dia memarahi mu lagi?"
"Ya dia terus saja marah untuk hal kecil, Dia tidak seperti hari biasanya Abay, Hari ini dia lebih banyak diam dan sekalinya bicara dia langsung marah, Aku tidak tau apa yang terjadi padanya."
"Mayra kenapa kamu masih belum sadar juga, Kenapa kamu tidak percaya padaku jika Chef itu mencintai mu!"
Mayra menatap Abay dengan tatapan yang masih tidak percaya.
"Mayra Dia bersikap seperti itu karna Dia marah setelah mengetahui kamu sudah bersuami!"
Mayra terdiam mengingat sikap Chef Alan beberapa hari terakhir hingga kejadian tadi saat dengan sigap Chef Alan mengh'isap jarinya.
__ADS_1
"Jika kamu sudah merasa tidak nyaman, Berhentilah kursus memasak di sana, Kamu bisa belajar dari ibu, Lagi pula Aku sudah terbiasa makan seadanya jadi tidak perlu memasak bermacam-macam seperti apa yang Chef itu ajarkan!"
"Aku akan memikirkannya." saut Mayra yang langsung berbaring membelakangi Abay.
•••
Keesokan harinya, Misty mengunjungi taman dimana Yaz memintanya datang kesana.
Setelah menunggu waktu cukup lama, Misty tidak juga melihat kedatangan Yaz hingga membuatnya kesal dan beranjak dari duduknya. Namun tiba-tiba mawar merah bertaburan di atas kepalanya.
Misty yang terkejut mendongak ke atas dan melihat Yaz sedang di atas pohon dengan keranjang bunga di tangannya.
"Apa yang kamu lakukan Yaz?"
"Kamu tidak melihat bunga-bunga ini Misty?"
"Ya, Aku melihatnya tapi mengapa kamu duduk diatas pohon seperti itu, Bagaimana kalau kamu jatuh?"
"Mau bagaimana lagi Misty, Aku tidak tau lagi apa yang harus kuv akukan untuk membuat mu luluh."
"Aku tidak mau turun sebelum kamu menjawabnya Misty." Yaz terus menaburkan bunga-bunga kepada Misty.
"Jawab apa Yaz?"
"Kenapa kamu berpura-pura, Aku sudah menyatakan cinta ku berkali-kali, Tolong jawab Ya atau tidak agar Aku tidak terus hidup dalam keresahan."
"Aku perlu memikirkannta Yaz."
"Kenapa Misty, Apa Aku tidak pantas untuk mu?"
"Bukan seperti itu Yaz, Cepatlah turun."
"Tidak Misty."
__ADS_1
"Baiklah, Terserah kamu saja!" Misty langsung melangkah pergi hingga membuat Yaz panik dan terpeleset dari atas pohon.
"Deh Misty..." Yaz terjatuh menimpa tubuh Misty.
Seketika Misty merasa gugup dan memalingkan wajahnya.
Namun Yaz terus terpaku menatap Misty sembari menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya.
Misty yang semakin gugup dan mendorong tubuh Yaz.
Kini keduanya duduk berdampingan dengan perasaan canggung.
Namun dengan segera Yaz memecahkan kecanggungan itu dan kembali menyatakan cintanya.
"Misty Aku benar-benar sangat mencintai mu, Aku ingin menikahi mu, Aku ingin terus bersama mu dan menghapus semua dosa-dosa ku padamu." Yaz menjeda ucapanya.
"Kita telah lulus sekolah, Kita bisa menikah setelah itu kita sama-sama melanjutkan kuliah seperti Bang Bay dan Kak Mayra, Kita akan menggapai cita-cita kita bersama-sama Misty."
Misty yang mendengarnya meneteskan air mata haru.
"Misty, Apa kata-kata ku menyakiti mu?
"Tidak Yaz, Aku hanya tidak menyangka kamu sudah berfikir sejauh ini."
Yaz mengusap air mata Misty dan membuat kepala Misty bersandar di dadanya. Dengan lembut Yaz mengusap kepala Misty dan kembali meyakinkannya.
"Sudah cukup air matamu Misty, Terimalah diriku, Aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi."
Misty yang merasa Yaz memeluknya dengan erat membuka matanya dengan perasaan tegang. Namun ia kembalu tenang dan kembali menutup matanya.
Setelah cukup lama, Perlahan Misty mengangkat tangannya dan membalas pelukan Yaz.
Yaz merasa terkejut seakan tak percaya dengan apa yang Misty lakukan. Dengan perasaan yang sangat bahagia Yaz tersenyum dan mempererat pelukannya.
__ADS_1
Bersambung...